ya sistem penjualan yg dipilih google utk n1 yg bikin penjualan dianggap jeblok - jual sendiri langsung terkendala kebiasaan konsumen dalam membeli barang lewat internet - jual bundle dgn t-mobile, dari artikel td diseubutkan t-mobile sbg operator terkecil di amerika sana - jual lewat at&t non-bundle jatohnya jadi mahal
tapi salut buat google yg berani mendobrak sistem penjualan hh dengan sistem yg mereka jalankan 2010/5/13 Hoesin <[email protected]> > Beda market beda sales :) > > Disebutkan bahwa anjloknya penjualan n1 dikarenakan cara penjualannya kan? > > Di indo, "cara penjualan" cumen lewat milis & gerilya, tanpa lewat toko > konvensional aja n1 boleh dibilang "merajai" milis kok & menjadi > mainstream.. ;) > > > Regards, > Hoesin [pisang] > www.pisangshop.com > 06:39:32 > ------------------------------ > *From: * Edwien Satya <[email protected]> > *Date: *Wed, 12 May 2010 16:58:14 +0700 > *To: *<[email protected]> > *Subject: *[id-android] Tragedi Nexus One, Pelajaran Pahit bagi Google > > * > Salam kenal androiders, > > saya Edwien, pengguna Legend yang sangat terkesan dengan Eclair > > ijin join yaahh... > > > > baru nemu artikel nih: > > > Tragedi Nexus One, Pelajaran Pahit bagi Google > > TEMPO Interaktif*, *San Francisco *- Populer, banyak dibicarakan orang, > ditulis di banyak media, bukanlah jaminan sebuah produk bakal sukses. Google > Nexus One sudah membuktikan hal tersebut. Ponsel yang popularitasnya > menyamai iPhone saat diluncurkan itu ternyata jeblok di pasar. Ini pelajaran > pahit bagi Google. > > Mari kembali ke masa silam. Rumor tentang bakal keluanya ponsel Google > telah ramai di internet selama beberapa tahun. Ponsel berbasis Android alias > ponsel T-Mobile G1, telah memanaskan bisnis ponsel. Tapi, yang benar-benar > ditunggu oleh para penggemar Android adalah ponsel bikinan Google sendiri, > Nexus One. Ponsel itu bersaing dengan ponsel Android lainnya yang dibuat > oleh HTC, Motorola, Samsung dan Sony. > > Pasar ponsel Android benar-benar memanas. Pertengahan Desember 2009, > Motorola mengeluarkan ponsel berbasis Android versi 2.0. Ponsel itu dibundel > dengan operator Verizon. Hasilnya, mengejutkan: Motorola Droid ini terjual > satu juta dam tempo singkat, jauh lebih cepat ketimbang penjualan iPhone. > > Google pun bermimpi dengan ponsel Android. Mereka memberikan fitur baru > yakni layar sentuh. Mereka yakin bakal sukses. Lahirlah Nexus One. Bedanya, > ponsel ini dijual sendiri oleh Google tidak lewat operator atau jaringan > pedagang ponsel konvensional. Google merasa ponsel ini bakal hebat karena > Google mengendalikan setiap milimeter dari desain hardware dan software. > > Nexus One resmi diluncurkan 5 Januari 2010. Ponsel itu dibuat dengan > pesanan khusus ke HTC, sahabat karib Google di Taiwan yang juga memproduksi > ponsel Android. Softwarenya? Paling canggih, yakni Android 2,1, meski bagi > pengguna awam tak terlalu beda dengan versi sebelumnya. Hanya ada perubahan > di tampilan layar ponsel. > > Pemasaran ponsel ini benar-benar melawan aturankonvensional. Dijual dengan > tipe yang terikat dengan operator T- Mobile (locked) atau tipe unlocked yang > bisa dipakai dengan operator mana saja. Tapi, ponsel itu dijual sendiri oleh > Google. > > Masalah besar mulai muncul. Yang diluncurkan lewat T-Mobile menemui > kendala. Meski T-Mobile adalah kawan karib Google, T-Mobile adalah operator > terkecil dari empat operator yang ada di Amerika Serikat. Alhasil, penjualan > gagal. Masalah ini pula yang dihadapi oleh ponsel Palm Pre bikinan Palm.Tak > peduli seberapa bagus ponselmu, di Amerika sangat sedikit orang yang mau > berganti nomor. > > Konsumen juga menghadapi masalah saat mereka ingin membeli langsung dari > Google. Google tak biasa berjualan ponsel. Mereka hanya mau melayani lewat > pesanan elektronik yang butuh beberapa hari untuk mendapatkan respon. > Sementara, konsumen ingin berbicara langsung dengan pedagang ponsel yang > manusia asli. > > Nexus kemudian juga dijual lewat AT&T untuk versi yang unlocked. Tapi, > versi ini harganya mahal US$ 530. Ponsel unlocked amat tak lazim di Amerika > Serikat, dan pelanggan cenderung memilih ponsel yang terkunci tapi harganya > murah karena disubsidi, seperti iPhone. Penjualan Nexus One benar-benar > parah, seperti dilansir Fast Company, pada minggu pertama mereka hanya > terjual 20 ribu unit dan pada triwulan pertama 2010 pangsa pasar mereka > hanya 2 persen dari total ponsel Android di Amerika. > > Pada saat yang sama ponsel-ponsel Android lainnya panen besar. HTC Droid > Incredible, yang sebenarnya mirip dengan Nexus One tapi dengan fitur > tambahan tampilan grafis HTC Sensen plus kamera yang lebih baik lebih > sukses. Operator Sprint juga menggandeng HTC untuk ponsel HTC Evo 4G. Ini > ponsel 4G (generasi keempat) pertama di Amerika Serikat. Dengan banyaknya > rival seperti itu, siapa yang mau membeli Nexus One? > > > -- > Regards, > > Edwien Satya > > > -- > "Indonesian Android Community [id-android]" > > Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB > Moderator: [email protected] > ID Android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev > ID Android Surabaya: http://groups.google.com/group/id-android-sby > ID Android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729 > > -- > "Indonesian Android Community [id-android]" > > Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB > Moderator: [email protected] > ID Android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev > ID Android Surabaya: http://groups.google.com/group/id-android-sby > ID Android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729 > -- "Indonesian Android Community [id-android]" Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB Moderator: [email protected] ID Android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev ID Android Surabaya: http://groups.google.com/group/id-android-sby ID Android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729
