Izin share review smartphone ini ya. Unboxing + Hands-on Video: https://www.youtube.com/edit?o=U&video_id=jAEgkvZfSIA
Review Video: https://www.youtube.com/edit?o=U&video_id=N78_oPd9WIY Artikel di Blog (foto lebih lengkap): http://www.gontagantihape.com/2017/03/review-xiaomi-redmi-4x-indonesia.html Contoh gambar hasil kamera: http://www.gontagantihape.com/2017/03/review-hasil-kamera-xiaomi-redmi-4x.html ----------- <https://3.bp.blogspot.com/-RYe5fN0YXfQ/WNWvO1rpmTI/AAAAAAAAJW0/lCJsZytfuGQ3nDJyfy9TIR3D-SHZuIEewCLcB/s1600/title_video_127r.jpg> Xiaomi nampaknya semakin getol menganekaragamkan produk smartphone yang mereka rilis. Tahun ini, untuk seri Redmi 4 saja sudah begitu banyak variannya. Mulai dari Redmi 4 biasa, Redmi 4 Prime, Redmi 4A, Redmi 4A Prime, hingga yang baru-baru ini saya coba, Redmi 4X. Sama seperti Redmi 3X, varian Redmi 4X ini sejatinya hanya diperuntukkan bagi pasar China saja. Makanya kalau kamu beli Redmi 4X dapat ROM Global dengan versi MIUI 4 *digit *saja, jangan senang dulu. Redmi 4X sampai saat ini hanya memiliki ROM China saja, sehingga bisa dipastikan yang memakai ROM Global adalah ROM *abal-abal*. Oh ya, proses *flashing*-nya lebih rumit dari biasanya lho, ada beberapa trik yang harus dilakukan untuk bisa masuk ke mode EDL. Redmi 4x ini sudah menggunakan MIUI 8.2 yang berbasis Android 6.0 Marshmallow. Pembahasan soal MIUI 8 sudah saya sajikan di *review *Xiaomi Redmi Note 4 ya, jadi takkan saya bahas di ulasan ini. Yang baru dan berbeda pada Redmi 4x ini tentunya bentuk desainnya yang semakin membulat, semakin mirip produk buah apel. Desain Redmi 4x ini tak se-*macho* Redmi 4 Prime. Kebetulan yang saya miliki berwarna kombinasi *gold* dan *white*, sehingga makin menambah kesan feminim yang diberikan. Layar Redmi 4X masih beresolusi HD saja, dengan dimensi lima inci tentunya ini sangatlah cukup. Warna yang dihasilkan cukup *vibrant*, sama sekali tidak pucat. *Frame* hitam yang mengelilingi layarnya pun terlihat wajar, tidak berusaha tampil seakan-akan *bezelless*, *and this is good*. Dari sisi jeroan, Redmi 4X menggunakan *processor entry level* baru dari Qualcomm, yaitu Snapdragon 435. Dengan skor Antutu Benchmark di atas Snapdragon 425 dan kurang lebih setara Snapdragon 430, performa Redmi 4X terasa cukup baik. Hanya saja, RAM 2 GB dan MIUI bukanlah pasangan yang cocok. Ya, MIUI terkenal rakus RAM, dan memang terbukti *multitasking* di saat membuka banyak aplikasi menjadi masalah, sedikit terasa berat saat berpindah aplikasi. Untuk *gaming* bisa dikatakan tidak ada kendala, namun ya itu tadi, pastikan sudah menutup aplikasi-aplikasi lain yang tidak terpakai ya, biar *legaan dikit* RAM-nya. Dengan baterai 4.000 mAh, Redmi 4x selalu mampu menembus 24 jam dalam pemakaian ala saya yang lebih banyak menggunakan ponsel untuk kebutuhan *socmed*, *chat*, *browsing*, dan jarang bermain *game*. Nampaknya Snapdragon 435 belum mampu menyaingi Snapdragon 625 dalam hal konsumsi daya. Yang tak disangka-sangka justru datang dari fitur *fast charging* yang ternyata hadir pada Redmi 4X ini. Sayangnya fitur ini tidak bisa dirasakan jika menggunakan *charger* bawaan. Jika menggunakan charger yang mendukung, Redmi 4X dapat mengisi daya pada tegangan 9v yang membuat baterainya dapat terisi lebih cepat. Satu lagi fitur andalan dari kamera Xiaomi Redmi 4X ini adalah PDAF alias Phase Detection Auto Focus di mana pengambilan auto fokus kameranya terjadi dengan cepat. Namun nampaknya ini jadi satu-satunya kelebihan kamera dari Redmi 4X, karena untuk urusan fitur, sama seperti seri Redmi lainnya, tergolong standar tanpa kemampuan pengaturan fokus dan *shutterspeed * manual. Hasil gambarnya terbilang baik sekali pada kondisi cukup cahaya, namun tak bisa berharap banyak saat *lowlights, *meskipun masih sangat* usable *tetapi nampak warnanya sedikit *washed-out*. Silakan Anda nilai sendiri pada artikel review hasil kamera Xiaomi Redmi 4X ini <http://www.gontagantihape.com/2017/03/review-hasil-kamera-xiaomi-redmi-4x.html> ya. Masuk ke kesimpulan, Redmi 4X ini nampaknya cocok buat para wanita berkat bentuknya yang terlihat feminim sekali. Dijual pada kisaran 1,6 hingga 1,8 jutaan untuk versi garansi distributor, membuatnya ada pada posisi yang cukup tanggung. Buat Anda yang memiliki uang lebih, lebih baik sekalian ambil Redmi 4 Prime saja, atau Redmi 3S Pro jika butuh yang bergaransi resmi. Sementara, untuk harga lebih murah, Anda bisa mendapatkan Redmi 4A bergaransi resmi yang tentu tak memiliki masalah ROM abal-abal, pun tersedia Playstore dan Bahasa Indonesia secara *default*, tanpa perlu oprek-oprek, apalagi maen jauh hingga pulang malam. Hehe. Kalo saya sih tetap akan menunggu hingga Xiaomi merilis Redmi 36B yang saya impi-impikan itu. Hatur nuhun. :D Hilmy /* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */ -- =========== Install #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm --------------------- Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru Kunjungi >> http://bassaudio.net ---------------------- Kontak Admin, Twitter @agushamonangan ----------------------- FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT ========== --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.
