Izin share review smartphone ini ya.

Unboxing + Hands-on Video:
https://www.youtube.com/watch?v=Thrdtca8DLk

Review Video:
https://www.youtube.com/watch?v=x8SHi-GnnOQ

Artikel di Blog (foto lebih lengkap):
http://www.gontagantihape.com/2017/04/review-samsung-galaxy-j3-pro.html

Contoh gambar hasil kamera:
http://www.gontagantihape.com/2017/04/review-hasil-kamera-samsung-galaxy-j3-pro-indonesia.html

---

[image: review samsung galaxy j3 pro indonesia]
<https://3.bp.blogspot.com/-f8X4_xFsmyM/WP_NroCbkxI/AAAAAAAAKAA/Oa_DE4TLSnsdILyJgERhVVA4zg4ek9_zQCLcB/s1600/title_video_125r.jpg>



Sudah lumrah rasanya jika kita mendapati spesifikasi serba tanggung pada
produk *smartphone* Samsung di harga menengah. Ambil contoh Galaxy A3 2016
dengan RAM 1,5 GB di harga tiga juta Rupiah. Dan kalau kita turun ke
deretan Samsung Galaxy dengan harga maksimal dua juta Rupiah, kalau tak
layarnya masih berjenis TFT, biasanya RAM-nya hanya 1 GB dengan ROM 8 GB
saja.


Rasanya masih *too good to be true* kalau bisa dapat ponsel Samsung dengan
spesifikasi lumayan pada harga yang terjangkau. Mungkin karena di
Indonesia, dengan pola penjualan seperti itupun ya buktinya Samsung masih
laku *banget*. Coba saja datang ke *service center* produk ponsel Samsung,
antriannya sudah seperti di bank-bank besar. Pertanda bahwa pemakainya
memang banyak (atau yang rusak banyak?)


Lalu kemudian saya temukan *smartphone* Samsung dengan layar Super AMOLED,
ada NFC, layar HD 720p, RAM 2 GB, dan ROM 16 GB dijual pada harga 1,4 juta
Rupiah saja. Apakah Samsung sudah berubah? Jawabnya tidak, karena Samsung
Galaxy J3 Pro ini bergaransi distributor, dengan tulisan pada kemasan serta
kelengkapan penjualan yang khas dengan produk *smartphone* untuk pasar
Tiongkok.


Nampaknya Samsung menyediakan produk khusus untuk bertarung di pasar
*smartphone* Tiongkok yang penuh dengan gempuran dari produsen lokal yang
tentu saja mampu menawarkan harga rendah dengan fitur dan spesifikasi yang
bersaing.


Karena penasaran, saya pun memberanikan diri membeli sebuah Samsung Galaxy
J3 Pro berwarna *gold*. Varian warna ini memiliki bagian depan berwarna
putih. Saat itu belum tersedia varian warna *silver* yang bagian depannya
berwarna hitam dan nampak lebih *macho*.



Unboxing Samsung Galaxy J3 Pro

Akhirnya barangnya datang, sebetulnya ini sudah saya *unbox* lebih dari
sebulan lalu. Hanya baru sempat saya coba belakangan ini, karena saya harus
mendahulukan produk-produk yang diberi atau dipinjamkan kepada saya.
Langsung saja lihat prosesi *unboxing*-nya pada video berikut ini ya:


[image: review samsung galaxy j3 pro indonesia]
<https://4.bp.blogspot.com/-6NxyWf_p_f4/WP6Fmn-DF5I/AAAAAAAAJ9o/r3w-Z_OjrxYCpFULeqqC0Z1_BvyqRk2ZgCLcB/s1600/00_2017_04_gontagantihape_com_125_review_samsung_galaxy_j3_pro_017.jpg>



Hands-on Samsung Galaxy J3 Pro

Citarasa desain khas Samsung benar-benar sangat terlihat pada Galaxy J3 Pro
ini. *Build quality*-nya cukup baik meski semua bagiannya terbuat dari
plastik. Pola cakram pada *backcover* terlihat elegan dan saya menyukainya.


[image: review samsung galaxy j3 pro indonesia]
<https://3.bp.blogspot.com/-oK3qXeVVTek/WP6FisSHoeI/AAAAAAAAJ9I/ZlrWAvBsZ5w1mbweMW_cMMvZvUQT1aT4ACLcB/s1600/00_2017_04_gontagantihape_com_125_review_samsung_galaxy_j3_pro_008.jpg>


Sedikit lengkungan pada *frame* pinggirnya cukup membantu agar ponsel ini
dapat nyaman digenggam meskipun sisi belakangnya lurus selurus-lurusnya.



[image: review samsung galaxy j3 pro indonesia]
<https://4.bp.blogspot.com/-9WDb2wF3dH0/WP6FklYe0vI/AAAAAAAAJ9Y/TfQJZouqijodFO-sx52TEUVXg_--ZORXQCLcB/s1600/00_2017_04_gontagantihape_com_125_review_samsung_galaxy_j3_pro_013.jpg>


[image: review samsung galaxy j3 pro indonesia]
<https://2.bp.blogspot.com/-OuLrkbuateU/WP6FkEo4hoI/AAAAAAAAJ9U/27WFc9ZkHZICuaMgXcjiT9FkwFMLbu-MgCLcB/s1600/00_2017_04_gontagantihape_com_125_review_samsung_galaxy_j3_pro_012.jpg>


[image: review samsung galaxy j3 pro indonesia]
<https://1.bp.blogspot.com/-2nZVL0frYHw/WP6FlQtUT7I/AAAAAAAAJ9g/g2GASGo0cAInF0gTitH5FaCeqn2Lb7xgwCLcB/s1600/00_2017_04_gontagantihape_com_125_review_samsung_galaxy_j3_pro_015.jpg>


Samsung memisahkan penempatan tombol *power* di sisi kanan dan *volume
rocker* sisi kiri. Sementara lubang *speaker* kecil berada di sebelah kanan
lensa kameranya yang cukup menonjol. Di sisi kiri kamera terdapat LED
*flash* tunggal.


Dua buah tombol kapasitif hadir di bawah layar tanpa dilengkapi *backlight*.
Tombol *home* fisik masih hadir di tengah, saya pastikan tidak ada *fingerprint
scanner* di sana. Satu lagi yang absen, tak lain dan tak bukan tentunya
sang LED notifikasi. Tipikal Samsung *banget* lah pokoknya.


[image: review samsung galaxy j3 pro indonesia]
<https://4.bp.blogspot.com/-cF9-nslrZ-g/WP6FjeuEp-I/AAAAAAAAJ9M/LBres2r-vwMFRZgVbWMcSxCOxf964AS6ACLcB/s1600/00_2017_04_gontagantihape_com_125_review_samsung_galaxy_j3_pro_010.jpg>


*Border* hitam cukup tebal mengelilingi layar Super AMOLED berdimensi lima
inci ini. Anda yang tak tahan dengan *border* ini, sebaiknya melirik yang
varian warna *silver* saja, bagian depannya berwarna hitam koq, jadi takkan
ada masalah dengan *border*. Layarnya sendiri beresolusi HD 720p yang
tentunya menghasilkan kerapatan yang cukup.


Ini adalah pengalaman pertama saya menyaksikan layar Super AMOLED pada
ponsel Samsung kelas menengah ke bawah. Rasanya koq tak secemerlang layar
Super AMOLED yang pernah saya gunakan ya, pada ZTE Axon Mini misalnya. Agak
sedikit pucat rasanya. Namun, saat dibandingkan dengan layar IPS sih masih
bisa terlihat jelas perbedaannya.


*Backcover* dari Galaxy J3 Pro ini dapat dibuka, dan bagusnya lagi
baterainya yang berkapasitas 2.600 mAh ini dapat dilepas. Oh ya, ponsel ini
sudah memiliki NFC, ada tulisan tentang hal ini pada baterainya juga. Dua
buah *slot* kartu *micro-sim* hadir di sini, dan Anda hanya bisa
mengaksesnya setelah membuka baterai terlebih dahulu. Untungnya *slot micro*-SD
yang ditumpuk di atas *slot sim* pertama masih bisa dilepas pasang dengan
kondisi baterai terpasang, jadi *hot-swappable* lah.


[image: review samsung galaxy j3 pro indonesia]
<https://1.bp.blogspot.com/-J2OW6F9C9vY/WP6Fa7xdbTI/AAAAAAAAJ8s/XB73w7DKDWIVTRwY9b-pCMSq7V6adYoqACLcB/s1600/00_2017_04_gontagantihape_com_125_review_samsung_galaxy_j3_pro_004.jpg>



Samsung Galaxy J3 Pro dalam Penggunaan Sehari-hari

Mengusung spesifikasi yang cukup lawas, saya tak berharap banyak pada
*smartphone* ini. Sebagai informasi, *processor* Snapdragon 410 ini
sebetulnya performanya saya nilai cukup baik saat saya gunakan pada Xiaomi
Redmi 2 Prime, tetapi itu terjadi dua tahun lalu. Samsung sendiri pernah
menggunakan *processor* tersebut pada seri Galaxy A3 dan A5 tahun 2015.


[image: review samsung galaxy j3 pro indonesia]
<https://2.bp.blogspot.com/-h3D1UmxQyd4/WP_bjMVGy9I/AAAAAAAAKAw/5dh6eCPqZDotXx7cy3iFyjLb3pkVZwK8wCLcB/s1600/Screenshot_2017-04-25-16-01-37.png>



Terlebih saya baru saja mencoba *smartphone* lain dengan performa yang
cukup tinggi, sehingga terasa sekali penurunan performanya saat berpindah
ke Galaxy J3 Pro ini. Tidak lemot-lemot *banget koq*, cuma cukup terasa ada
jeda saat membuka aplikasi baru, kalau *scrolling*, pindah layar, dan
lainnya dalam satu aplikasi yang sama mah cukup gegas.


Skor Antutu Benchmark dari Samsung Galaxy J3 Pro ini rasanya sangat
mewakili performanya deh.




Skor Antutu Benchmark Samsung Galaxy J3 Pro


Diajak bermain *game* dengan grafis 2D maupun 3D, Samsung Galaxy J3 Pro
masih mampu menjalankannya dengan baik. Memang bukan *game* yang sangat
berat sih yang suka saya mainkan, tapi saya pikir kalau memainkan
*game* balapan
3D dengan detail yang banyak seperti Micro Machines tanpa *lag*, itu sudah
cukup sekali.


Anda yang menganggap diri sebagai *gamer* berat mungkin tak terlalu cocok
dengan ponsel ini, terlebih jika menyimak kelengkapan sensornya. Eh maksud
saya, ketidaklengkapan sensornya deh, hehehe.




Dengan baterai yang hanya berkapasitas 2.600 mAh, penggunaan *processor* yang
tak terlalu gahar ini ternyata membawa efek baik. Baterainya bisa bertahan
melebihi 24 jam lho, dan ini dengan pemakaian yang cukup intens, termasuk
banyak *gaming* karena pas saya uji memang sedang *long weekend*, hehe. FYI
saja, *Screen-on Time*-nya menembus 4 jam, yang untuk ukuran pemakaian ala
saya mah sudah tergolong lama *lho* itu.



[image: review samsung galaxy j3 pro indonesia]
<https://3.bp.blogspot.com/-AQoQ4RZaymo/WP_bhhm9Z_I/AAAAAAAAKAg/YE6FgXl1tOEq2UpYSd9ESv05jOEPFAAOQCLcB/s1600/Screenshot_2017-04-24-08-43-55.png>[image:
review samsung galaxy j3 pro indonesia]
<https://2.bp.blogspot.com/-3GASjdfjYns/WP_bij2niqI/AAAAAAAAKAs/mmwz2quufSg3McAwMPNxQ0FxHKNoxXDWwCLcB/s1600/Screenshot_2017-04-24-08-44-03.png>


Beralih ke sisi *software*, Samsung Galaxy J3 Pro yang saya coba ini masih
menggunakan OS Android Lollipop 5.1.1. Dan saya tak dapat menemukan
menu *system
update* sama sekali. Pada video *unboxing*-nya, banyak yang membahas ada
dua seri untuk J3 Pro ini, yaitu J3110 dan J3119 yang memiliki perbedaan.
Ada yang bilang beda *processor*, ada yang bilang beda resolusi layar, dan
ada juga yang mengatakan soal perbedaan OS-nya. Katanya ada yang kalau
di-*reset
factory* bisa menghilangkan IMEI segala.


Saya tak mau ambil pusing soal itu, yang pasti mah yang saya coba ini
serinya J3119, *processor*-nya Qualcomm Snapdragon 410, resolusi layarnya
HD 720p, dan OS-nya masih Lollipop tanpa ada menu *system update*. Saat
saya coba lakukan *factory reset*, yang kembali ke awal hanya
pengaturan-nya saja, *account* dan aplikasi-aplikasi yang sudah saya
*install* tak jua hilang, sehingga harus saya hapus satu persatu.
Setidaknya IMEI aman, tidak hilang, dan kedua *simcard* masih dapat terbaca
dengan baik.


UI dari Samsung Galaxy J3 Pro ini nampaknya masih menggunakan TouchWiz UI,
tetapi dengan sedikit perubahan untuk menyesuaikan dengan pasar Tiongkok
sana, buktinya *homescreen*-nya tidak mempunyai *application drawer*, ha..
ha..



Kamera Samsung Galaxy J3 Pro

Secara umum, kamera dari Samsung Galaxy J3 Pro ini cukup baik. Baiknya
sebatas *usable* saja, yang mana sangat wajar jika mengingat *level* harganya,
apalagi ini Samsung lho, dapat RAM 2 GB saja sudah untung, pake banget,
hehehe.


Kameranya setara lah dengan ponsel lain di rentang harga yang sama hingga
yang mencapai harga dua jutaan. Yang artinya, dapat diandalkan pada kondisi
cukup cahaya, tetapi bisa dipastikan kemunculan berbagai kekurangan pada
saat mulai gelap. *Noise* lah, susah fokus lah, hingga saturasi warna yang
berantakan harus siap Anda terima jika mengambil foto dalam kondisi
*lowlight*.


Fiturnya sendiri cukup banyak, termasuk *wide selfie* dan *mode pro*.
Namun, jangan terjebak ya, hehehe. *Wide selfie* di sini bukan karena
lensanya yang mampu mengambil gambar dengan sudut yang sangat lebar,
melainkan dengan cara memutar ponsel layaknya saat mengambil foto panorama.
Sementara *mode pro*-nya hanya bisa mengatur ISO dan *White Balance* saja.


Resolusi kamera utamanya 8 Megapixels saja, sementara kamera depannya sudah
5 Megapixels. Saya beritahu ya, jarak fokus terdekatnya tidak bisa begitu
dekat, jadi akan sangat sulit mengambil foto makro.


Saya agak banyak unggahkan fotonya, biar Anda mantap menilai kualitas
kamera dari Samsung Galaxy J3 Pro ini. Pastinya semua gambar tidak melalui
proses *editing *selain *resize*.



Apa Kata Aa tentang Samsung Galaxy J3 Pro

Begitu mendapati produk ini dengan harga 1,4 jutaan saja dan bergaransi
distributor, saya langsung berpikir, wah Xiaomi punya saingan *dong*,
hehehe.


Ya, pada *range* harga yang dikuasai oleh Xiaomi bergaransi distributor
ini, Samsung Galaxy J3 Pro bisa menyeruak menjadi kuda hitam. Sama-sama
garansi tak resmi dan harganya terjangkau, kenapa tak sekalian ambil
Samsung?


*Smartphone* ini akan cocok buat yang *keukeuh* menjaga gengsi yang
dimiliki, namun kocek tak mendukung sang gengsi. Jadinya kan, *tetep* bisa
jaga gengsi, pakai *hape* Samsung asli, tapi tertolong berkat harganya yang
lebih mirip Xiaomi, ha.. ha..


Kecuali Anda harus pakai *brand* Samsung untuk memperpanjang masa
keanggotaan di *geng* sosialita Anda, saya tak mau dan tak bisa
merekomendasikan ponsel ini meskipun *price-to-value comparison*-nya
terbilang baik.


Sama-sama tanpa *fingerprint scanner*, spesifikasi sudah agak ketinggalan,
layar lima inci dengan resolusi HD di harga segitu mah sudah bisa didapat
koq di produk bergaransi resmi. Coba saja cek Hisense Pureshot atau Zenfone
Go ZB500KL.


Sekian.






Hilmy
/* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

---------------------
Toko Headphone & Earphone Terlengkap dan Terbaru
Kunjungi  >> http://bassaudio.net
----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke