Izin share review ponsel yang satu ini ya.

Unboxing Video:
https://www.youtube.com/watch?v=-8wS5_t4a3E

Review video:
https://www.youtube.com/watch?v=cpaHGWIF1iY

Artikel di blog:
http://www.gontagantihape.com/2017/09/review-asus-zenfone-4-max-indonesia.html

--------

<https://3.bp.blogspot.com/-iKR-kAB5LTQ/Wcn8LX2x9QI/AAAAAAAAL68/S84KTcp_ixYNaSDA6hak3CYaZS2rCQVhACLcBGAs/s1600/title_video_216r.jpg>



Halo Assalamualaikum, sudah pada baca atau nonton *review dari ASUS Zenfone
4 Max* ini belum? Saya lihat sudah banyak channel yang mengulas ponsel ini
ya. Tapi semoga ulasan ala Aa Gogon ini semakin melengkapi penilaian Anda,
sebelum memutuskan lanjut atau tidak meminang smartphone berbaterai besar
ini ya.




Hadir duluan daripada Zenfone 4 Series lainnya, Zenfone 4 Max mengandalkan
baterai besar seperti biasanya. Tapi tak hanya itu saja, Zenfone 4 Max
ditambahi fitur-fitur baru yang menurut saya dihadirkan dengan melihat
selera pasar dan trend terkini. Apa saja fitur baru itu? Hmmm, saya absen
deh satu per satu.



Kelebihan ASUS Zenfone 4 Max

Pertama, ada fingerprint scanner yang dipindah posisinya ke sisi depan,
tepatnya di bagian dagu ponsel, di bawah layar 5,5 inci-nya yang walau
masih beresolusi HD, namun sama sekali tak memiliki masalah soal
kerapatannya. Fingerprint sekaligus tombol home kapasitif ini memiliki
akurasi dan waktu respon yang baik, dan posisinya membuat kita tak perlu
mengangkat ponsel ini saat hendak mengecek ponsel sewaktu digeletakkan di
atas meja. Nice ASUS!


Kedua, ada LED flash di sisi depan yang dapat digunakan untuk membantu
pencahayaan saat selfie. Jadi, meskipun smartphone berbaterai besar
biasanya lebih difokuskan buat gaming atau kebutuhan pemakaian berat, namun
dengan ASUS Zenfone 4 Max ini, kebutuhan untuk eksis masih terakomodasi
dengan baik. Hehe.


Ketiga, dan ini yang paling menarik adalah hadirnya kamera utama ganda pada
ponsel ini. Setupnya pun cukup berbeda dari kebanyakan ponsel dual-camera
saat ini. ASUS lebih memilih menghadirkan setup kamera normal dan wide pada
Zenfone 4 Max ini. Lensa wide umumnya akan berguna saat harus memotret
objek dari jarak dekat atau pada ruang yang sempit.


Nah, apakah ketiga fitur di atas adalah yang Anda cari? Dan apakah sudah
cukup untuk membuat Anda yakin untuk meminang smartphone ini? Tunggu dulu.
Ada beberapa temuan lain yang tentunya patut disimak juga lho.



Kekurangan ASUS Zenfone 4 Max

Pertama, Zenfone 4 Max masih mengusung chipset yang sama dengan
pendahulunya, yaitu Snapdragon 430. Processor ini adalah salah satu andalan
Qualcomm untuk entry level, di mana konsumsi dayanya tergolong rendah namun
memiliki performa yang cukup baik. Saya ingat, dibanding Snapdragon 615
atau 616, Snapdragon 430 mampu memberikan user experience yang lebih smooth
tanpa panas dan konsumsi daya berlebih.


Hanya saja, wajib diingat bahwa performanya tak terlalu tinggi juga.  Bisa
dirasakan saat saya gunakan untuk membuat klip video singkat menggunakan
aplikasi Quik, di mana waktu rendering terasa lebih lama. Tapi masih bisa
dipakai sih, daripada di Mediatek MT6737 yang mandeg hehe.


Penggunaan chipset ini pun terbukti cukup tepat sasaran, di mana Zenfone 4
Max ini selalu mampu menembus setidaknya 24 jam. Bahkan rekor saya dengan
ponsel ini adalah 2 hari 2 malam dengan SoT di atas 6 jam. Hayoo yang
sedang kebingungan cari smartphone buat dipake ngojek online, ini ada satu
alternatif yang kayanya sih cocok banget.


Terlebih dengan ZenUI dari ASUS yang tak membuat notifikasi menjadi
terlambat, rasanya cocok ya buat kegiatan online. Terlebih makin ke sini
ZenUI making mengurangi jumlah bloatware yang hadir.


Walau demikian, harus saya akui ZenUI juga bukanlah favorit saya, terutama
penggunaan icon pada toggles yang menurut saya kurang membantu memudahkan
mata kita mencarinya. Untuk menyalakan atau mematikan bluetooth saja
misalnya, saya agak kepayahan mencari posisi toggles tersebut akibat
penampakannya yang kurang distinctive satu sama lain.


Kedua adalah masalah komponen fisik. ASUS Zenfone 4 Max mau tak mau akan
jadi smartphone berbadan bongsor karena selain dimensi layarnya yang 5,5
inci, kapasitas baterai yang dikandungnya kan besar. Jadinya kurang nyaman
untuk saya yang memang lebih senang dengan smartphone berukuran compact.
Selain itu, bagian kaca depan dari Zenfone 4 Max ini senang sekali membuat
saya sedikit-sedikit mengelapkannya ke baju, ya gimana ngga, bekas sidik
jari dan minyak sangat mudah menempel di sana.


Untuk reproduksi warna dan kerapatan sih tak ada masalah. Meski bukan layar
yang tajam banget, tapi layar HD-nya masih terlihat dengan baik di mata
saya.


Ketiga adalah masalah kamera. ASUS Zenfone 4 Max sih ngga maen gimmick soal
kamera, cuma memang harus diakui ada kekurangan pada kondisi ekstrem. Di
kondisi ekstrem cahaya kurang, hasilnya cukup mengecewakan di mana noise
hadir dan ketajaman sangat berkurang. Sementara di kondisi ekstem di mana
cahaya kontras, dynamic range dari ASUS Zenfone 4 Max ini agak kepayahan,
dan memaksa kita untuk berpindah ke mode HDR.


Untuk di kondisi ideal sih sebetulnya bisa juga dipakai menghasilkan gambar
yang kece dan cantik seperti beberapa foto berikut ini. Dan ini berlaku
buat kamera belakang maupun kamera depan ya.




Ok, sudah tiga lawan tiga nih kayaknya. 3 fitur unggulan, dan 3 temuan yang
menurut saya jadi kekurangan dari ASUS Zenfone 4 Max ini.


Buat yang belum tahu, spesifikasi ASUS Zenfone 4 Max yang dilabeli versi
Pro ini, memiliki RAM sebesar 3 GB, dan internal storage 32 GB. Nah, hampir
lupa nih, ini adalah ponsel dual-sim dengan slot micro-SD dedicated, jadi
kayanya urusan storage mah sama sekali bukan masalah.


Yang cukup jadi masalah sih saat ini justru adalah kehadiran dua pesaing
baru di level harga yang mirip-mirip. Patut dicermati pergerakan harga dari
ASUS Zenfone 4 Max ini apakah akan disesuaikan agar lebih memiliki daya
saing? Kita tunggu saja, karena sebetulnya meskipun dibandrol dengan harga
resmi Rp 2.999.000 pun, sudah banyak penjual online yang memasangnya di
harga 2,7 jutaan saja.



Apa Kata Aa tentang ASUS Zenfone 4 Max

Silakan dicermati setiap poin penilaian yang saya berikan untuk membuat
kesimpulan apakah ponsel ini layak dimiliki atau tidak. Cuma kalau ditanya
apakah ponsel ini cocok digunakan untuk driver ojek online? Saya akan
dengan mantap menjawabnya YA. Bahkan driver ojek online dapet bonus kamera
depan yang bisa dipakai selfie bareng penumpang kapan saja karena sudah
ditemani LED Flash ahahaha.


Ya sudah ya, segitu saja ulasan dari saya. Nantikan 3 buah video hasil
kolaborasi dari saya bersama Kang Nico dari ObatGaptek, dan Kang Dadan dari
Gayafone yang akan ngobrol buat mengupas kelebihan, kekurangan, serta
kesimpulan akhir dari ASUS Zenfone 4 Max ini. Lihat deskripsi atau
endscreen pada video review buat mengecek apakah ketiga video tersebut
sudah tersedia atau belum.


Dan terimakasih kepada VR Room Cafe yang berlokasi di Jalan Karangsari
Bandung yang sudah memperbolehkan saya mempergunakan tempatnya untuk lokaso
pengambilan gambar dari video review di atas.


Dari Kota Cimahi Aa Gogon pamit, wassalam!


Hilmy
/* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com/> */

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke