Izin share review ponsel yang dijual resmi di Indonesia ini ya.

Unboxing Video:
https://www.youtube.com/watch?v=7TRdpqPHscY

Review video:
https://www.youtube.com/watch?v=oMk0Fl5Rn4o

Artikel di blog:
http://www.gontagantihape.com/2017/12/review-nokia-5-indonesia-aku-masih-seperti-yang-dulu.html


---

<https://3.bp.blogspot.com/-ty41ZdOL4oE/WjeS3kpMzfI/AAAAAAAAMlQ/21w-cSe6w0cLCO86RwnVd832lFGYsQBsgCLcBGAs/s1600/title_video_273r.jpg>



Pada video unboxing-nya yang lalu, saya melihat ada dua kubu netizen yang
menuliskan komentar. Kubu pertama adalah mereka yang punya kenangan dengan
produk Nokia pada masa jayanya dulu, dan bahagia dengan kehadiran Nokia 5
ini. Sementara kubu kedua adalah yang sanga kritis melihat spek di atas
kertas berbanding harga, dan menilai masih banyak hape lain yang lebih
mending. Kita bisa tahulah sejak kapan kubu kedua baru mulai akrab dengan
smartphone, betul sejak jaman banyak flash sale di Lazada, hahaha.




Lalu masuk ke kubu manakah saya setelah menguji Nokia 5 ini? Kalau mau
tahu, tonton dong videonya sampai habis, hehehe.


Nokia 5 ini hadir dengan beban sejarah panjang Nokia yang teramat sukses
pada medio tahun 2000an. Yup, sebelum dunia ini terpecah menjadi dua kubu,
penyuka buah atau penyuka robot.



Nokia 5, Desain dan Build Quality

Untuk masalah desain dan build quality, saya menilai Nokia 5 berhasil
mempertahankan apa yang pernah mereka miliki. Looks yang simple tetapi
elegan, hadir tanpa sudut membuatnya ergonomis dan nyaman digenggam.
Bahannya terasa kokoh, garis desainnya pun tegas.


Sisi belakangnya mengingatkan saya pada backcover Nokia Asha 210 milik
mertua saya. Sementara sisi depannya terlihat manis dengan layar 2.5D yang
sangat ramah di jari. Dengan dimensi layar 5,2 inci, memang sih jidat dan
dagu ponsel ini sedikit terlalu besar,.karena saat saya bandingkan dengan
ponsel lain yang memiliki layar 5,5 inci, ukurannya hampir sama.


Fingerprint scanner hadir pada posisi kesukaan saya, dengan ukuran yang
agak sempit, namun tidak menganggu tingkat akurasinya yang baik. Yang agak
saya permasalahkan lebih ke waktu responnya yang tergolong kurang gegas
saat digunakan membuka kunci layar.


Tombol kapasitif hadir dengan backlight, sementara LED notifikasi harus
absen pada Nokia  5 ini.


Di sisi bawah kita dapat menemukan speaker grille yang desainnya manis.
Output loadspeaker ini menurut saya bagus, dalam arti terkontrol dengan
baik untuk menghasilkan detail suara yang pas, tidak anyep, namun memang
powernya biasa saja. Silakan didengarkan lagu yang saya putar berikut ini.


Dikombinasikan dengan layar HD 5,2 incinya, Nokia 5 dapat digunakan
menikmati konten multimedia dengan baik. Layar ini memiliki tingkat
visibilitas yang baik juga di bawah terik matahari, ternyata inilah yang
disebut dengan polarised display itu.



Nokia 5, Performa

Keluhan mulai terasa setelah sekitar dua hari saya gunakan dan banyak
aplikasi saya install. Multitasking terasa jadi menyiksa ketika untuk
berpindah aplikasi saja kadang butuh waktu lebih dari satu detik. Seingat
saya, ponsel Android lain yang sama-sama menggunakan processor Snapdragon
430 banyak koq yang tetap lancar saat membuka banyak aplikasi. Lalu kenapa
di Nokia 5 ini terasa agak payah ya?


Apalagi Nokia 5 ini menggunakan stock Android OS, yang harusnya tak banyak
menambah beban kerja RAM-nya yang berkapasitas 3 GB. Sisi positif dari
penggunaan pure Android seperti ini adalah semua notifikasi selalu hadir
dengan real-time, tanpa harus mengatur aplikasi mana yang mau dikunci dan
mana yang harus autostart.


Performa yang agak berat ini juga berlanjut saat digunakan bermain game
yang belakangan ini senang saya coba kembali. Apakah ini akibat sebelum
mencoba Nokia 5 ini, saya baru saja menuntaskan proses uji pakai sebuah
smartphone berprocessor Snapdragon 820 mungkin ya? Bisa jadi!


Satu hal yang saya nilai positif adalah daya tahan baterai Nokia 5 yang
selalu mampu menembus 24 jam, walau digunakan secara intens. Seringkali
saya pergi ke kantor dengan baterai tak penuh dan hingga menjelang tidur,
masih ada sisanya. Untuk pengisian dayanya sendiri cukup cepat, asalkan
menggunakan kepala charger berarus besar. Ponsel ini mampu menerima arus
hingga sekitar 1,8A pada tegangan 5 volt.



Nokia 5, Kamera

Saya akan tutup review dari Nokia 5 ini dengan bahasan kamera. Untuk ukuran
smartphone dengan harga 2,8 jutaan, kameranya saya nilai standar saja.
Kualitas gambar yang sama, dapat dihasilkan oleh ponsel lain yang harganya
di bawah 2 juta malah. Walau detail dapat ditangkap dengan baik dari
kondisi terang hingga redup, namun saya merasa hasilnya tidaklah
istimewa-istimewa amat.


Untuk pengambilan gambar pada kondisi temaram, Anda akan butuh kesabaran
ekstra karena prosesnya jadi jauh lebih lambat. Mungkin ini diperlukan agar
gambar tetap baik hasilnya ya.


Untuk perekaman video, hasilnya juga ya seawajarnya saja hape dua jutaan
lah. Stabilisasi tidak terasa, sementara framerate sangat cukup untuk
membuat video yang dihasilkan tidak blur di sana-sini.


Hasil foto dan video dapat Anda saksikan sembari saya memberikan kesimpulan
pada Nokia 5 ini.




Apa Kata Aa tentang Nokia 5

Menurut saya, HMD Global berhasil menghidupkan kembali Nokia melalui
jajaran smartphone yang mereka rilis tahun ini di Indonesia.


Nokia yang desainnya minimalis namun elegan, Nokia yang build quality-nya
baik, dan Nokia yang selalu lebih mahal dari pesaingnya. Hahaha.


Dengan harga jualnya saat ini, Nokia 5 menurut saya bolehlah dicoba untuk
memuaskan kenangan Anda terhadap brand yang satu ini. OS-nya stock,
notifikasinya realtime, dan baterainya awet, serta dibalut dalam desain
menawan dengan body yang kokoh.


Tapi Anda tak bisa berharap banyak soal performanya untuk multitasking,
gaming, dan kamera. Jadi harap bijak ya menyesuaikan kebutuhan Anda dengan
budget dan value apa yang ditawarkan oleh sebuah produk smartphone.


Saya pun cukup menggunakannya selama seminggu untuk menuntaskan kepenasaran
saya akan kenangan lama dengan Nokia.


Nokia sedikit banyak masih seperti dulu, iya dulu, saat mereka jadi
pemimpin pasar, yang produk barunya selalu diburu walaupun harganya cukup
tinggi. Dan dulu, saya lebih suka membeli ponsel Sony Ericsson sih daripada
Nokia, hihihi.


Udah ah, review Nokia 5 saya akhiri di sini, dari Kota Cimahi Aa Gogon
pamit undur diri, wassalam!



Hilmy
/* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke