*Jakarta - *Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menggandeng Qualcomm
untuk membantu membuat database nomor identitas asli ponsel (International
Mobile Equipment Identity/IMEI) ponsel di Indonesia. Sejauh mana
perkembangan kolaborasi tersebut?

Pertanyaan itu coba *detikINET* sodorkan pada pihak Qualcomm. Mereka
mengatakan sampai saat ini masih dalam proses penyelesaian.

"Masih *on progress*. Persiapannya sedikit lama, karena harus menyiapkan
software, hardware dan sebagainya, tapi masih berjalan sesuai jadwal," kata
Nies Purwati, Director Goverment Affair Southeast Asia and Pasific Qualcomm
di Jakarta, Rabu (24/1/2018).

Seperti diketahui Kemenperin membuat database IMEI sebagai upaya mengurangi
beredarnya ponsel ilegal di Indonesia. Pasalnya, dari 60 juta unit ponsel
baru yang dijual di Indonesia, sebanyak 20% atau 12 juta unit berstatus
ilegal.

Hingga pertengahan tahun lalu, sudah ada 40 juta nomor IMEI yang tercatat
di Kemenperin. Sedangkan total jumlah IMEI yang tercatat sejak 2013 hingga
saat ini sekitar 500 juta.

"Dengan pengolahan IMEI bersama Qualcomm, nanti ditindaklanjuti oleh
Kominfo, sehingga pengolahan data yang ada dapat dimanfaatkan untuk
pengembangan industri telekomunikasi di Indonesia. Sehingga peredaran
produk ilegal dapat ditangani," kata Airlangga Hartarto, Menteri
Perindustrian, beberapa waktu lalu.

Membedakan ponsel resmi atau tidak memang sulit secara kasat mata. Karena
secara fisik, tidak akan terlihat adanya perbedaan.

Namun kita bisa melakukan pengecekan di kemasan maupun di dalam ponsel
tersebut. Pertama, dilihat apakah ada tulisan 'made in Indonesia' atau
tidak.

Selain cara itu, kita pun dapat melakukan pengecekan International Mobile
Equipment Identity (IMEI) di situs Kementerian Perindustrian. Di sana akan
tertera apakah ponsel yang dibeli merupakan ponsel resmi atau ilegal.

-- 

HTC10

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke