Izin share review ponsel yang ini ya.

Unboxing Video:
https://www.youtube.com/watch?v=uYFFqepJ79Q

Review video:
https://www.youtube.com/watch?v=xrZ-Vs7sQbw

Artikel di blog:
http://www.gontagantihape.com/2018/02/review-samsung-galaxy-a8-2018-user.html
----

<https://4.bp.blogspot.com/-2QcKFMKlHFg/WnUU77epOUI/AAAAAAAANBU/Px8xyr8WF5kATixPWgzMnr6QTqZZe8usgCLcBGAs/s1600/title_video_291r.jpg>



Samsung Galaxy A8 2018 <http://smarturl.it/LZ_A82018> adalah smartphone
Samsung dengan Infinity Display yang paling terjangkau saat ini. Tak hanya
paling terjangkau, ini juga adalah ponsel pintar yang paling tergenggam.
Maksudnya paling nyaman digenggam hehe, dimensi layar-nya yang 5,6 inch
saja, rasanya pas sekali di tangan saya.


Jarang-jarang saya membeli smartphone Samsung jika bukan buat istri saya
yang dari sejak jaman pacaran dulu ngga pernah ganti merk hape. Tapi Galaxy
A8 2018 ini rasanya koq ya terlalu pas dengan semua kebutuhan saya.




Memangnya apa saja sih yang saya lihat cocok dari smartphone ini, kita buat
daftarnya saja ya.


1. Tentu saja Infinity Display-nya, saya rasanya sudah terlalu nyaman
dengan rasio layar memanjang ini.


2. Selain masalah rasio, panel layar super AMOLED Samsung memang bikin
kangen. Always-on Display-nya itu lho, bikin up to date terus.


3. Kayanya tadi sudah dibahas, dimensi layarnya yang ngga kegedean, pas
banget.


Hmmm, dari satu sampai tiga layar semua yah, haha. Tenang, yang keempat ini
bukan soal layar koq.


4. Adalah ketersediaan NFC, di jaman serba cashless seperti ini, rasanya
penting banget, buat sekedar cek saldo e-money, atau bahkan isi ulang,
semua bisa dilakukan dari mana saja kalau punya smartphone dengan NFC
seperti ini.


5. Slot lengkap, dua slot untuk sim-card dan satu slot ekspansi memory
adalah sebuah advantage yang bermanfaat bagi saya yang senang menyalin
file-file video dari laptop ke hape. Dengan slot micro-SD dedicated seperti
ini, rasanya kapasitas memory bawaan Galaxy A8 2018 yang hanya 32 GB jadi
bukan masalah lagi ya.


Alasan lainnya sebetulnya sangat lebih subjektif lagi, seperti peletakan
port audio di sisi bawah, penggunaan bahan backcover kaca yang tak membuat
khawatir saat bergesekan dengan cincin di jemari saya, sampai mudahnya
mengambil screenshot yang cukup dengan menyapukan telapak tangan kita di
layar ponsel ini saja. Ya maklum, banyak share layar ponsel saya ke social
media nih, heuheu.


Itu adalah hal-hal yang sudah saya rasakan kegunaannya dalam awal-awal
pemakaian Galaxy A8 2018 ini. Dan semakin lama menggunakan smartphone ini,
saya makin mengerti kenapa istri saya dan mungkin juga banyak orang lain
memilih ponsel buatan brand Korea ini.


Alasannya simple sebetulnya, User Experience.


Banyak yang menyepelekan masalah ini demi mengejar harga produk yang lebih
murah, tapi bagi saya yang kesibukannya banyak sekali ditunjang oleh
penggunaan smartphone, UX adalah sesuatu yang sangat penting.


Ini bocoran saja ya, di kantor saya bekerja di group UX dan Product
Management, jadi jangan anggap remeh penilaian saya mengenai sisi yang satu
ini.


Sepenilaian saya, grace UX ini salah satu UX yang sudah matang di antara
beberapa custom UI Android yang pernah saya coba. Wajar, pengguna
smartphone Samsung kan banyak, sehingga data sampling untuk UX research
mereka pasti lebih akurat.


Sebagai contoh, untuk layar 18,5:9-nya, Samsung sudah menyediakan fitur
yang dapat membuat aplikasi yang belum support untuk dipaksa tampil
memenuhi layar. Dan untuk mengembalikannya seperti semula, tak perlu masuk
ke menu setting lho, cukup masuk ke recent apps, lalu tekan icon di kanan
atas dari card aplikasi yang kita inginkan. Ini serius, benar-benar contoh
penerapan UX yang baik, menurut saya.


Tentunya UX yang baik juga harus ditopang oleh hardware yang mendukung.
Nah, Samsung Galaxy A8 2018 ini menggunakan dapur pacu besutan Samsung
sendiri, yaitu Exynos 7 Octa, tepatnya Exynos 7885 yang sudah memiliki
fabrikasi 14nm. Maka jangan heran meskipun performanya kencang, Samsung
Galaxy A8 2018 ini memiliki daya tahan baterai yang tegrolong awet. Patut
diingat selama pengujian, saya menyalakan fitur Always-on Display selalu
lho!




Rata-rata dalam satu kali pengisian daya, Galaxy A8 2018 mampu bertahan
dari pagi hingga malam atau sekitar 15 jam dengan penggunaan intens.
Sementara di saat saya cukup sibuk bekerja di kantor, baterainya dapat
melenggang menembus 24 jam sebelum minta diisi ulang.


Saya melanjutkan kesenangan saya bermain game Destiny 6 di smartphone ini,
dan gameplay-nya terbilang selalu lancar, dan tak sampai membuat body
ponsel demam walau bermain cukup lama. Yah, saya sih paling lama main game
sejam lah.


[image: Review Samsung Galaxy A8 2018 Indonesia GontaGantiHape]
<https://1.bp.blogspot.com/-_RXuLdTBf_c/WnUVgUnMvuI/AAAAAAAANBg/rDFLXGwJ7PY31uLfWRl78wZZfOH-O7KawCLcBGAs/s1600/Screenshot_20180123-050543.jpg>[image:
Review Samsung Galaxy A8 2018 Indonesia GontaGantiHape]
<https://3.bp.blogspot.com/-KWSwa1YuzWg/WnUVgRSjQhI/AAAAAAAANBc/j2KFMbJe6N490MsFu2kprQDXeIdnsPJiwCLcBGAs/s1600/Screenshot_20180123-050547.jpg>



[image: Review Samsung Galaxy A8 2018 Indonesia GontaGantiHape]
<https://2.bp.blogspot.com/-h0jF-inXJIs/WnUVkOCYhUI/AAAAAAAANBo/gtWULDxlG3Y1zN_b_j5fBFSbEUjncRd8gCLcBGAs/s1600/Screenshot_20180120-175553.jpg>[image:
Review Samsung Galaxy A8 2018 Indonesia GontaGantiHape]
<https://4.bp.blogspot.com/-ghuK4qwogoc/WnUVjtZqx6I/AAAAAAAANBk/tasrCBukEoQiy7mQnXu3CLnq__LsPSdJwCLcBGAs/s1600/Screenshot_20180120-175559.jpg>



Oh ya, satu yang mungkin jarang ditemukan di ponsel lain saat ini, Samsung
Galaxy A8 2018 sudah memiliki pressure sensor. Umumnya sensor ini dapat
digunakan untuk membantu menentukan ketinggian, jadi kalau nanti 3D maps
sudah umum digunakan, smartphone ini sudah mendukung.


<https://1.bp.blogspot.com/-oNX5pTVyOZ4/WnUWDWcOjCI/AAAAAAAANB0/KlL_BSNxdQIKAWJerygeKQgf0BGb_kO0ACLcBGAs/s1600/Screenshot_20180119-145140.jpg>



Sementara, fitur water resistant dengan sertifikasi IP68 tetap hadir,
membuat kita merasa aman saat terpaksa menggunakan ponsel dalam keadaan
basah, semisal saat hujan-hujan hendak memesan ojek online.


Fingerprint scanner pada Samsung Galaxy A8 2018 ini memang tidak berada
pada posisi yang favorable bagi saya yang sering meletakkan smartphone di
atas meja. Namun, kehadiran face unlock yang tergolong akurat, memberi
solusinya. Saya cukup ketuk layar 2x, lalu mendekatkan wajah ke atas
layarnya, voila, terbuka deh. Fingerprint scanner-nya sendiri berada dalam
posisi yang sangat natural bagi telunjuk saya saat dalam posisi menggenggam
ponsel ini. Akurasinya baik, dan responsifitasnya juga cukup cepat meski
tidak terlalu instant.


Samsung Galaxy A8 2018 ini hadir dengan kamera ganda yang justru terletak
di sisi depan. Dual front camera 16 MP + 8 MP, dengan aperture f/1.9 yang
tergolong besar, dan dilengkapi dengan teknologi tetra cell. Jadi di tempat
minim cahaya tetra cell tech akan membuat hasil foto lebih terang, dan di
tempat dengan cahaya cukup akan menghasilkan detail yang lebih pada hasil
foto.


Kita bisa memanfaatkannya untuk membuat foto selfie kita lebih stand-out
dengan mengaburkan latar belakang pada mode live focus. So far saya puas
dengan kinerja kamera depan ganda ini, membuat saya yang tak begitu suka
selfie, jadi lebih pede berfoto bareng hehe.


Sementara kamera belakangnya yang sama-sama beresolusi 16 Megapixels juga
memiliki performa yang tak kalah baiknya. Kedua kamera yang berbeda posisi
ini mampu bekerja dengan baik dalam kondisi pencahayaan yang tidak terlalu
bagus [TBC, melihat hasil foto]. Satu yang mungkin dapat dipertimbangkan
oleh Samsung, agar dapat disediakan mode pro yang bisa membuat user
mengatur fokus dan shutterspeed manual, agar lebih leluasa memproduksi
gambar yang diinginkan.


Lanjut ke perekeman video, smartphone ini dibekali fitur vDis, alias video
digital image stabilization yang membuatnya asyik digunakan untuk merekam
berbagai kegiatan kita. Framerate-nya sangat cukup untuk membuat hasil
video tak patah-patah atau blurry.


Seperti biasa, soal foto dan video ini, lebih baik jika kamu menilainya
sendiri yah, Sip, nih saya sajikan hasilnya.




Jangan lupakan bahwa pada kamera Galaxy A8 ini Samsung menyematkan juga
Bixby Vision, yang sejatinya adalah fitur pada flagship mereka. Dengan
Bixby Vision ini, kita bisa mencari referensi tentang suatu hal atau
tempat, cukup dengan membidiknya di kamera. Atau sekedar butuh
menerjemahkan tulisan, cincai lah pake Bixby mah.


Ada harga ada rupa, saya setuju dengan pepatah lama ini. Memang patut
diakui bahwa Samsung Galaxy A8 2018 ini dijual pada level harga yang
premium. Namun, selain mendapatkan rupa yang baik, kita juga akan
mendapatkan UX yang nyaman digunakan sih menurut saya.


Dan User Experience itu mahal, dihasilkan dari riset berulang-ulang, dan
improvement yang terus menerus.


Dan saat ini, Samsung Galaxy A8 2018 inilah smartphone dengan Grace UX dan
Infinity Display yang paling terjangkau. Tips dari saya, manfaatkan
berbagai diskon dan promo e-commerce, atau promo soft launch, agar Anda
bisa mendapatkan benefit lebih, entah itu berupa diskon, atau bonus hadiah
langsung, agar smartphone ini makin terasa worth the money.


Sejauh ini, saya sangat nyaman menggunakannya karena ukurannya yang pas
banget dalam genggaman. Buat kamu yang lebih senang dengan yang serba
besar, mungkin bisa mempertimbangkan Galaxy A8+ ya, bedanya di ukuran layar
yang lebih luas, RAM 6 GB, dan baterai yang sebesar 3.500 mAh.


Sekian hasil pengujian Samsung Galaxy A8 2018 <http://smarturl.it/TP_A82018>
 yang sudah saya jadikan sebagai daily driver saya selama seminggu
terakhir. Kurang lebihnya mohon dimaafkan ya guys.


Dari Kota Cimahi, Aa Gogon pamit undur diri, wassalam!


Hilmy
/* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com/> */

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke id-android+unsubscr...@googlegroups.com.
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke