Izin share review ponsel yang KATANYA akan masuk RESMI ke Indonesia ini
ya.

Unboxing Video:
https://www.youtube.com/watch?v=358fGvTEiAM

Review video:
https://www.youtube.com/watch?v=Wda_vAcVLKc

Artikel di blog:
http://www.gontagantihape.com/2018/02/review-huawei-honor-9-lite-indonesia.html

---

<https://4.bp.blogspot.com/-ofqtLShEJ9o/WoPZ-Yqua5I/AAAAAAAANLI/a4-rQAJcm4YfxoGIpGDXtsm-U3wrdfWtACLcBGAs/s1600/title_video_303r.jpg>



Dari sekian banyak hape Huawei yang pernah saya coba, hanya ada 2 yang ga
berhasil memenuhi ekspektasi saya. Yang pertama Honor 6x, walau karena
harganya yang terjangkau jadi banyak dapat toleransi.


Yang kedua, ya ini, Honor 9 Lite <http://smarturl.it/TP_HONOR9LITE>.




Kata Lite pada produk ini rasanya benar-benar cocok dipake, terutama dalam
aspek-aspek yang berhubungan dengan kualitas ya.


Tadinya saya berharap kata Lite ini hanya sebagai akibat dari layar 5,65
inch-nya yang memang lebih kecil dari ponsel Huawei lainnya yang sudah
memiliki rasio layar 18:9. Ya, hape Huawei lainnya semisal Nova 2i, Nova
2s, Honor 7x, hingga Honor View 10 semuanya memiliki dimensi layar 5,99
inch.


Nyatanya, banyak hal lain yang juga jadi Lite pada ponsel ini.


Kita mulai dari audio. Hmmm, gimana ya. Ngga tega saya ngomongnya haha.
Loudspeaker Honor 9 Lite punya output yang biasa banget, cenderung datar
dan nyaris tanpa tenaga. Jika Anda paksakan agar terdengar kencang dengan
menaikkan volume hingga penuh, yang hadir hanyalah sisa-sisa kepahitan
hidup ini karena mendengar suaranya yang cempreng. Aku tak sanggup lagi
membahas kelanjutannya. Klean dengerin sendiri aja dah suaranya.


Habis audio, terbitlah kamera. Lowlights khususnya. Kalau kalian tak bisa
mengerti arti kehadiran noise pada foto-foto berikut ini, saya pikir kalian
tidak mengerti seni.


Hahaha seni, ngga deng. Memang lowlights-nya bisa dibilang jelek, grain
sudah sangat kentara muncul selalu. Walau bagi saya, tone warna yang tetap
kuat dan tak pucat, masih perlu diapresiasi.


Oh ya, ponsel ini sudah punya kamera ganda di depan maupun belakang. Jadi
total ada 4 kamera. Semuanya setup-nya untuk menghasilkan blur melalui
portrait mode. Dan ini bukan gimmicks ya, kalau hasilnya kurang bagus, itu
lebih karena jomplangnya sensor dari masing-masing kamera. Di depan maupun
belakang, sensor 13 Megapixels-nya hanya dibantu oleh sensor 2 Megapixels,
yang sudah terbukti kurang mumpuni di Honor 6x lalu.


Anda harus pintar mencari sudut dan pencahayaan terbaik agar bokeh-nya
terlihat baik.


Di luar kekurangannya ini, kamera Honor 9 Lite menurut saya memilik
performa yang bagus dalam mencari fokus, mengambil gambar, maupun startup
aplikasi dari homescreen yang tak memakan waktu lama.


Dynamic range-nya juga baik, di mana dalam keadaan terik, dengan atau tanpa
mode HDR, saya nyaris tak bisa melihat perbedaannya, sama-sama baik. Yah,
pokoknya kalau cahaya cukup mah hasilnya oke banget lah. Kalau lowlights,
kata saya mah mending pake tripod terus atur manual biar hasilnya ngga
noisy. Kebetulan mode manual pada Honor 9 Lite ini selengkap ponsel Huawei
lain.


Yup, deretan foto dan video ini saya tampilkan untuk menjelaskan semua yang
barusan saya jelaskan. Simak baik-baik ya!




Soal dapur pacu, Honor 9 Lite dibekali processor HiSilicon Kirin 659 yang
juga pernah saya coba di Huawei Nova 2, dan juga dipakai di Huawei Nova 2i
yang masuk resmi di Indonesia. Dan ini sudah cukup banget buat kebutuhan
saya sehari-hari termasuk bermain game Destiny 6 yang bisa dilakukan tanpa
lag.


Konsumsi baterai juga tergolong normal cenderung ke awet, di mana
baterainya hampir selalu pas dipakai untuk 24 jam, kadang lebih sedikit lah
kalau pas lagi ngga banyak dipakai.


Yang saya notice sih RAM 3GB-nya itu masih free banyak, namun seringkali
aplikasi harus load ulang saat dibuka kembali dari recent apps.


Untuk masalah UI dan UX, pengalaman menggunakan Honor 9 Lite yang sudah
menggunakan EMUI 8.0 berbasis Android Oreo ini nyaris tak ada beda dengan
saat saya memakai Honor View 10 lalu, kecuali masalah posisi fingerprint
tentunya.


Sudah 2x Honor 9 Lite ini mendapat update software secara OTA, dan selalu
ada fitur baru yang dibawa. Yang pertama membawa face unlock yang usable
dan akurat di kondisi cahaya cukup, sementara yang kedua membawa fitur game
mode. Cool!


Saya sarankan klean nonton deh video review Honor View 10 yang sudah saya
buat. Katanya itu ponsel mau masuk resmi lho di Indonesia.


Okay, bahasan terakhir adalah soal desain. Yang mana ini adalah strong
point dari Honor 9 Lite. Warna biru mengkilap dengan layar memanjang yang
reproduksi warnanya indah, adalah sesuatu yang rasanya sulit didapatkan
pada ponsel harga 2-jutaan ya.


Ya memang sih saya belinya 3 jutaan, tapi kan di negerinya sana ini
harganya sekitar 2,6 juta lho untuk versi RAM 3 GB dan storage 32 GB.


Tapi anak metal mungkin akan ngga cocok sama hape ini. Karena meskipun
bahan frame pinggirnya disebutkan terbuat dari aluminium, feels-nya di
tangan tuh ga ada metal-metalnya. Backcover-nya yang terbuat dari kaca juga
agak terasa plasticky.


Tapi kalo ditanya gimana feels-nya di tangan, saya akan jawab superb!
Nyaman sekali, lembut, halus, dan karena ukurannya yang compact, jadinya
saya betah tuh pakenya.


Sampai-sampai saya rela deh jual lagi LG V30+ saya. Walaupun alasan
utamanya sih lebih karena ngirit haha.


Yang saya suka dari Honor 9 Lite ini adalah bezel kiri kanan layar yang
tipis tapi ngga bikin layar sering tersentuh secara tak sengaja. Semnetara
jidat dan dagunya juga bisa dibilang cukup minimal.


Yang saya tak suka sih sudah jelas, audio dan lowlights kamera ya. Yang
mana membuat posisi ponsel ini mudah goyah di hati saya. Kayanya kalo nanti
nemu hape yang kameranya lebih cakep, Honor 9 Lite
<http://smarturl.it/TP_HONOR9LITE> bisa lengser segera.


Satu yang perlu jadi pertimbangan adalah ponsel ini adalah versi China yang
tak punya aplikasi Google. Pasang sendiri sih bisa, ga pake root atau
apa-apa, cuma sedikit tricky juga walau cuma install-install apk doang.


Ada selentingan yang bilang ini adalah salah satu ponsel yang akan masuk
resmi di sini juga. Saya sih belum tahu bocorannya.


Tapi jika benar, dan harganya sama dengan harga jual di negerinya yang
2-jutaan saja, wah Xiaomi Redmi 5 Plus bakal punya lawan tangguh, dan
persaingan akan menarik nih nanti.


Mari kita tunggu dan doakan saja yah.


Dari kota Cimahi, Aa Gogon pamit undur diri. Wassalam.


Hilmy
/* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com/> */

<https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
Virus-free.
www.avast.com
<https://www.avast.com/sig-email?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=webmail>
<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke id-android+unsubscr...@googlegroups.com.
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke