Izin share review ponsel yang HARI INI akan dijual secara resmi baik di
channel ONLINE maupun OFFLINE ini ya..

Unboxing Video:
https://www.youtube.com/watch?v=9XuoXKFChT8

Review video:
https://www.youtube.com/watch?v=6Hk1NJF4TGk

Artikel di blog:
http://www.gontagantihape.com/2018/02/review-xiaomi-redmi-5-indonesia.html



----------

<https://4.bp.blogspot.com/-OmS7MjLhdhM/Wo4OQBHsPhI/AAAAAAAANPI/G7DNVro6rLwIOdADwecoQTLr-_eNxN4pwCLcBGAs/s1600/title_video_284r.jpg>



Pada 14 Februari 2018 lalu, Xiaomi resmi merilis seri Redmi generasi kelima
di Indonesia. Tentunya berikut varian dan harganya masing-masing.


Nah, kalau sudah keluar harga begini kan jadinya enak.


Enak buat bikin review-nya, dan enak juga buat bilang... MENDING XIAOMI! :D




Nah, yang saya bahas kali ini adalah Xiaomi Redmi 5
<http://smarturl.it/LZ_REDMI5> varian RAM 3 GB dan Storage 32 GB yang
dibandrol seharga Rp1.899.000. Ngga jauh dari perkiraan saya sih, di mana
saya yakin Redmi 5 ini diperuntukkan untuk menggantikan varian Redmi 4x.


Highlight utama dari ponsel ini tentu saja ada pada layar dengan rasio
18:9-nya, yang walau hanya beresolusi HD+ saja, tapi menurut saya masuk
kategori layar terkinclong pada hape sejutaan seperti ini. Reproduksi
warnanya baik, dan kerapatannya masih sangat cukup mengingat dimensi
layarnya adalah 5,7 inci dengan rasio memanjang.


Sudah itu saja?


Sebetulnya masih ada. Penggunaan processor Snapdragon 450 pada hape yang
harganya ga sampai 2-jutaan, adalah prestasi lainnya dari Xiaomi yang konon
sebagian sahamnya memang dimiliki oleh Qualcomm.


Processor ini sama dengan yang digunakan pada Vivo V7 dan Vivo V7+ yang
harganya dua kali lipat dari Redmi 5. Dan dari sejak memegang kedua ponsel
Vivo itupun, saya sudah meyakini bahwa ini adalah processor yang akan
menjadi masa depan Qualcomm di segmen middle to entry level. Karakternya
sangat mirip dengan Snapdragon 625, di mana fabrikasinya sama-sama 14nm,
hemat daya dan tak gampang panas, hanya beda di clockspeed-nya saja yang
duturunkan sedikit.


Skor antutunya selisilh 10-ribuan lah antara Snapdragon 450 dan 625 ini.


Dan, dipadukan dengan MIUI yang memang terkenal hemat baterai, Redmi 5 ini
mampu memanfaatkan baterai 3.300 mAh-nya untuk bertahan hingga 36 jam di
saat banyak menggunakan wi-fi, dan sekitar 30 jam saat mengandalkan koneksi
seluler. Screen-on Time-nya juga panjang-panjang lho untuk ukuran pemakaian
ala saya.


Wajar lah ya kalo MIUI begini, soalnya MIUI melakukan diet notifikasi. Di
mana aplikasi-aplikasi yang ingin selalu berjalan di background dan
menerima notifikasi, harus dikunci terlebih dahulu.


Saat saya uji, Redmi 5 saya sudah menggunakan MIUI 9, dengan versi Android
Nougat 7.1.2.


Ada lagi yang bagus dari Redmi 5? Jawabannya ada.


Audio. Saya cukup takjub dengan audio Redmi 5 di mana di luar kebiasaan
ponsel seri Redmi yang biasanya suaranya biasa saja. Redmi 5 tergolong
memiliki output suara yang baik, dengan power yang terasa, dan kontrol
serta detail yang juga indah. Bukan loudspeaker terbaik memang, namun jauh
di atas rata-rata untuk level harganya.


Kalau kamera bagaimana? Peningkatan yang saya notice adalah hasil video
yang lebih stabil dari seri Redmi sebelumnya. Untuk digunakan mengambil
foto juga cukup baik, walau masih terlhat sebagai hasil gambar kamera hape
kelas 1-2 jutaan.


Untuk lowlights, manual mode yang tidak lengkap membuatnya kurang dapat
diandalkan. Apalagi tanpa image stabilization, proses pengambilan gambar
dalam kondisi ini harus lebih hati-hati agar hasilnya tak goyang atau blur.
Maklum, dalam kondisi kurang cahaya, biasanya kan shutterspeed otomatis
melambat agar cahaya masuk lebih banyak, jadinya goyang sedikit saja,
hasilnya blur sangat kentara.


Overall ada perbaikan lah soal kameranya, namun jangan berharap hasilnya
sekelas dengan hape high-end ya.


Lihat saja hasilnya langsung pada foto dan video berikut ini.




Saya takkan membahas detail soal UI dan UX dari ponsel ini ya, MIUI menurut
saya ya gitu-gitu saja. Dan karena setahun ke belakang ini saya sudah
mencoba berbagai macam ponsel Xiaomi, saya bisa menyimpulkan, MIUI ini
adalah pisau bermata dua.


Kenapa begitu?


Di satu sisi, MIUI ini bagus karena experience-nya yang similar, di semua
level harga ponsel Xiaomi. Jadi, buat yang baru mampu membeli ponsel 1-2
jutaan, jangan sedih, experience yang kamu dapatkan saat membeli Redmi 5
kurang lebih sama koq dengan Mi Mix 2, beda di waktu respon saja.


Nah di sisi lain, ini justru bikin sedih buat pengguna ponsel mahal Xiaomi,
karena experience yang sama sebetulnya bisa didapat di harga yang jauh
lebih murah.


Perbedaan utama paling ada pada material yang digunakan. Tapi Redmi 5 juga
memiliki build quality yang baik koq.


Jadinya, saya setuju bahwa yang mending itu adalah produk-produk Xiaomi
yang harganya terjangkau alias ekonomis saja ya.


Oh ya, soal desain, Redmi 5 bisa dibilang membosankan, alias gitu-gitu aja,
kecuali layarnya. Tapi ini pun sangat-sangat bisa dimaklumi koq, cuan
Xiaomi ga banyak dari jual gadget soalnya, dengan price-to-spec comparisan
yang sangat baik, mungkin memang kita tak bisa berharap desainnya akan
eksklusif juga kan.


Dan kalau dibandingkan dengan Redmi 5 Plus
<http://smarturl.it/LZ_REDMI5PLUS>, patut diakui desain varian Plus-nya
memang lebih cantik. Anda bisa melihat perbedaan keduanya pada video
unboxing yang sudah tayang pada tahun lalu di channel saya ini ya.


Satu saingan datang dari Infinix yang merilis Hot S3 pada harga yang sama
untuk varian RAM dan storage yang sama pula. Di atas kertas Hot S3 unggul
pada sektor kamera dan kapasitas baterai, serta OS yang konon sudah Oreo.
Namun masih menggunakan processor yang sudah tegolong jadul, yaitu
Snapdragon 430 yang sudah digunakan Xiaomi sejak Redmi 3s lalu.


Mending mana? Saya belum bisa jawab karena Infinix HOT S3 pesanan saya
belum datang. Nanti kita bahas di video review Hot S3 saja ya, jadi jangan
lupa nyalakan lonceng notifikasi kamu agar tak ketinggalan nanti, dan juga
agar uang 2 juta kamu digunakan membeli ponsel yang tepat buat kamu.


Tapi, jika hanya melihat pada apa yang ditawarkan oleh Xiaomi Redmi 5
<http://smarturl.it/LZ_REDMI5>, dibandingkan dengan harganya, tanpa melihat
kompetisi, saya akan dengan mudah merekomendasikan ponsel ini.


Tinggal, apakah ponsel ini bisa didapatkan dengan mudah dan dengan harga
resminya? Semoga ya, jangan sampai kondisinya seperti Redmi 5A yang harus
berebutan, dan seringkali ditemukan dijual kembali dengan harga yang jauh
lebih tinggi.


Ayo, PR Xiaomi Indonesia nih soal stok dan penjualan ini.


PR saya memberikan ulasan sudah selesai hehe, terima kasih ya sudah
menyimak ulasan ini, dari Kota Cimahi, Aa Gogon pamit undur diri, wassalam!


Hilmy
/* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke