Izin share review ponsel yang satu ini ya..

Unboxing Video:
https://www.youtube.com/watch?v=F7t-fLNdirM

Review video:
https://www.youtube.com/watch?v=Bqq9KVw928M

Artikel di blog:
http://www.gontagantihape.com/2018/03/review-sony-xperia-xz-premium-hape-dewa.html


----

<https://4.bp.blogspot.com/-idmQALc7TB0/WpyN1UnBUKI/AAAAAAAANUI/W9HKzvhjPOgyYAcRgZ5tchHKE5hBehUOwCLcBGAs/s1600/title_video_296r.jpg>



Saya takkan bertele-tele menjelaskan ponsel yang satu ini. Ini masuk ke
kategori hape dewa bagi saya, heuheu. Yah kira-kira sedewa Pixel 2 lah,
tapi bedanya ini bongsor banget, dan mengkilap sangat.


Sedewa apa ponsel ini, yuk kita bahas!




Istilah hape dewa biasanya saya sematkan ke hape yang kemampuannya sangat
baik dan merata di segala lini. Kalau dulu saya bilang Pixel 2 sebagai hape
dewa karena kameranya yang keren banget, punya bokeh menggunakan AI-nya
yang rapi, serta perekaman video yang stabil. Maka Sony Xperia XZ Premium
<http://smarturl.it/TP_SONYXPERIA> bisa dibilang dewa-nya kamera
slow-motion.


Video-video berikut ini akan menunjukkan kehebatannya, dan serius saya
sempat ketagihan bikin video-video begini.




Oh ya, sebagai informasi, jangan berharap video slow-motion bisa diambil
dalam kondisi lowlights ya. Karena gini lho, dengan framerate 960 fps, maka
sensor kamera hanya mempunyai waktu yang singkat untuk mengumpulkan cahaya.
Jadi, jika intensitasnya rendah, hasilnya pasti gelap sekali.


Oh ya, untuk slow-motion ini hanya bisa diambil pada video dengan resolusi
HD 720p ya. Sementara untuk video normal, bisa diatur hingga resolusi 4K
pada framerate 30fps, dan Full HD untuk 60 fps. Stabilisasi-nya tergolong
baik sekali, dan ini sangat wajar mengingat Xperia X Dual yang dulu saya
coba saja sudah sangat stabil.


Berlanjut ke foto-foto, yang saya rasakan kelebihan dari ponsel ini adalah
autofokus yang cepat dan dapat memilih zona fokus dengan pintar sesuai
objek yang difoto. Dan rupanya, tanpa gembar-gembor kamera AI pun, Sony
Xperia XZ Premium ini sudah memiliki kamera yang bisa mengetahui mode apa
yang tepat untuk konten yang sedang dibidik. Mode Makro, Landscape, hingga
Moving Object dapat dideteksi secara otomatis.


Hasil kameranya di kondisi cukup cahaya sangatlah detail, terlihat sekali
kelasnya di mana. Sebetulnya di kondisi lowlights juga bagus sih, namun
yang sedikit disayangkan noise sudah sering bermunculan, kayanya ngga
flagship banget gitu ya noise-nya heuheu.


Hasil fotonya saya tampilkan pada video kedua dari atas ya..


Heuheu, bahas kamera duluan ya. Padahal kelebihannya ga cuma di situ.


Pertama jeroannya juga macho, top lah pada masanya. Ya, Snapdragon 835
dengan RAM 4 GB dan storage 64 GB bertipe UFS, adalah jaminan kencangnya
performa ponsel pintar ini. Ketika pertama kali menggunakan ponsel ini dan
melakukan restore berbagai aplikasi dari puluhan file apk hasil backup,
saya bisa notice bahwa proses instalasi dapat terjadi dengan sangat cepat,
jauh lebih cepat dari ponsel-ponsel saya sebelumnya.


Rasanya tak perlu ragu ya soal kemampuan processor ini dibawa gaming. Yang
perlu dipertanyakan justru kemampuan Sony mengelola panasnya. Dan saya bisa
bilang, sudah jauh lebih baik, di mana hangat hanya terasa di pinggiran
frame logamnya saja, itupun tak sampai panas. Beda sekali dengan Xperia X
Dual saya dulu yang demam selalu.


Nah, terakhir kita bahas soal desain ya. Desainnya memang sesuai namanya,
premium. Terlebih warna chrome ini membuat smartphone ini dapat digunakan
untuk bercermin saking kinclongnya. Memang sih jadinya fingerprint magnet,
saya sarankan Anda sekalian membeli lap fibercloth jika hendak meminang
ponsel ini.


Yang patut disayangkan dari desain ponsel ini adalah, bezel tebal di semua
sisi. Kanan kiri tebal, atas bawah apalagi. Pokoknya berasa banget kalau
Sony XPeria XZ Premium ini, ukurannya bongsor. Dan ini sedikit diperparah
dengan sudut-sudut ponsel yang lancip. Jadinya tingkat keergonomisannya
rendah ya.


Untung di seri selanjutnya, Sony sudah berbenah. Saya lihat desain XZ2
series sudah jauh lebih ramah di tangan ya. Nah untuk XZ2 series ini, belum
ada varian Premium-nya. Mungkin Sony masih menimbang-nimbang nama yang
tepat ya, apakah mau XZ2 Pertalite, atau XZ2 Pertamax, hahaha.


Oh ya, sebetulnya bezel atas dan bawah yang tebal bisa dimaklumi karena di
situ terletak stereo speaker yang bunyinya lantang dan clear. Pixel 2 juga
kan dagu sama jidatnya lebar karena alasan yang sama. Jadinya Anda tinggal
pilih, mau punya hape gede dengan output suara kece seperti ini, atau
pengen ponsel bezel tipis tapi harus beli bluetooth speaker lagi, hehehe.


Review kali ini sekilas saja ya, mengingat ponsel ini sudah waktunya
digantikan penerusnya, dan juga mengingat Sony sudah resmi ga jualan di
Indonesia. Ya intinya, Sony Xperia XZ Premium ini pantaslah diberi predikat
hape dewa. Kan memang sudah diakui juga di MWC tahun lalu.


Demikian cerita saya menuntaskan kekangenan saya mencoba hape Sony lagi,
saya sempat sih unbox Sony Xperia XZ1 Compact
<http://smarturl.it/LZ_SONYXPERIA2018>, tapi tak saya lanjut ulas karena
tak dual-sim, Anda bisa lihat video unboxing dan hands-on-nya pada card di
kanan atas video ini ya.


Sip, dari Kota Cimahi, Aa Gogon pamit undur diri, wassalam!


Hilmy
/* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke