Izin share review ponsel yang pastinya beredar secara resmi di Indonesia
ini ya..


Unboxing Video (Diunbox oleh Teteh Geulis di SES :D):
https://www.youtube.com/watch?v=JbnfBbDf_yE

Review video:
https://www.youtube.com/watch?v=OyZqXKwK8CM

Artikel di blog:
http://www.gontagantihape.com/2018/04/review-samsung-galaxy-s9-smartphone-terbaik-untuk-konten-terbaik.html
---

<https://2.bp.blogspot.com/-0G6v3rdoHWM/WsNn5NaJf7I/AAAAAAAANz4/GyG89DwIfvAYc5sdcFPwKbIY2VwHsiDHgCLcBGAs/s1600/title_video_329r.jpg>



Saya tak pernah berpikir bahwa saya akan menjadi content creator di Youtube
seperti sekarang ini.


Jauh dari bayangan saya bahwa akan ada ribuan orang yang menonton
video-video sederhana yang saya unggah. Dan saya sangat bersyukur untuk
itu, dan tak lupa rasa terima kasih saya sampaikan kepada audience yang
selama ini sudah sangat supportif hingga channel Youtube yang saya bangun
bisa sebesar sekarang ini.


Silver Play Button adalah benda mengkilap yang dulu saya tak berani
mengharapkannya. Terlalu jauh bagi seseorang yang tak punya basic di
videografi seperti saya, namun Alhamdulillah akhirnya satu buah benda
mengkilap ini bisa saya pajang di salah satu dinding rumah saya.


Dan pada video kali ini, saya akan mengulas sebuah benda penuh kilapan
lain, bukan silver play button saya tentunya hehe.


Ini adalah Samsung Galaxy S9 <http://smarturl.it/LZ_GALAXYS9>, yang
kilapannya mampu membuat saya luluh untuk merogoh kocek lebih dalam.




Tapi inipun bukan sebatas karena memenuhi keinginan lho ya, ada juga
kebutuhan saya sebagai content creator yang memang mau tak mau hanya bisa
dipenuhi oleh smartphone high-end seperti ini.


Ya, dalam beberapa kesempatan, seringkali saya mendapatkan momen yang baik
untuk dijadikan konten video atau foto untuk social media, dan biasanya
saat itu terjadi saya tak membawa kamera yang biasa saya gunakan merekam
video.


Jalan satu-satunya adalah dengan mengandalkan kamera smartphone, karena
kalau smartphone kan memang selalu saya bawa ke mana-mana. Untuk itulah
maka saya butuh kamera smartphone yang dapat diandalkan. Smartphone
flagship adalah jawabannya.


Kamera Samsung Galaxy S9 <http://smarturl.it/TP_S9ACCS> hadir dengan
kemampuan yang unik, yaitu mampu menyesuaikan aperture atau tingkat bukaan
lensa untuk beradaptasi dengan kondisi pencahayaan. Aperture normalnya yang
ada pada angka f/2.4 akan berubah menjadi lebih luas bukaannya di f/1.5
begitu penurunan intensitas cahaya terjadi.


Aperture normalnya yang ada pada angka f/2.4 akan berubah menjadi lebih
luas bukaannya di f/1.5 begitu penurunan intensitas cahaya terjadi. Dan
setahu saya, ini baru ada pada smartphone Samsung terbaru ini.


Hasilnya adalah foto-foto yang tetap tertangkap dengan tajam dan jernih
meskipun dalam kondisi lowlights.


Saya tak akan berbicara panjang lebar, biarlah kualitas hasil foto berikut
ini yang menunjukkan kualitasnya pada Anda. (cek review video)


Ya, bisa mengambil foto dengan baik dalam berbagai kondisi adalah sesuatu
yang sangat saya butuhkan dalam profesi ini. Di mana saya seringkali harus
mengambil foto produk yang sedang saya ulas, dan kondisinya memang kurang
ideal. Namun saya yakin, Galaxy S9 akan banyak membantu saya untuk urusan
yang satu ini.


Tak lupa, kemampuan merekam video sebuah smartphone jadi krusial juga bagi
saya. Beberapa video yang saya unggah ke youtube pernah saya rekam hanya
menggunakan kamera smartphone. Hehe, kalau sedang mepet sekali waktunya,
merekam dengan kamera ponsel memang jauh lebih cepat hingga selesai proses
produksinya.


Terlebih, pada Galaxy S9 ini dibekali kemampuan mengambil video slow motion
dengan framerate mencapai 960 fps, di mana umumnya smartphone lain merekam
slow motion maksimal pada 240 fps saja. Hasilnya sudah bisa ditebak,
gerakan slow motion menjadi sangat halus dan lebih artistik ya.


Sembari saya menarik nafas dulu, silakan Anda nikmati beberapa cuplikan
video yang saya ambil menggunakan kamera Samsung Galaxy S9 ini.




Saya pun sempat bergonta-ganti flagship smartphone, namun entah kenapa
sejak mencoba Galaxy A8 beberapa waktu lalu, saya menilai ada kenyamanan
dari UX yang dimilikinya. Dan buat saya yang belakangan semakin sibuk
membuat materi konten, dengan waktu yang terbatas, experience terbaik dari
sebuah smartphone menjadi suatu hal yang mutlak.


Saya akan butuh smartphone yang sudah enak dipakai, dioperasikan, dengan
berbagai fitur otomatis yang menyesuaikan dengan kebutuhan kita di kondisi
tertentu. Satu contoh sederhana saja misalnya, saat ponsel terkoneksi
dengan perangkat audio bluetooth, Samsung Experience langsung menampilkan
pilihan mau ke mana output suara diarahkan, perangkat bluetooth atau
loudspeaker. Seperti fitur yang sederhana, namun sangat terasa manfaatnya,
daripada harus mengubek-ubek ke dalam menu setting ya.


Apalagi memang, rasanya sudah sejak lama saya selalu menggunakan ponsel as
it is, ngga pernah sempat untuk oprek-oprek lagi. Dan Samsung Galaxy S9 ini
mampu memberikan experience yang saya butuhkan, out of the box!


Saya pikir urusan performa hingga ke kemampuan gaming, sudah tak perlu
diragukan lagi ya. Flagship smartphone dengan jeroan kelas atas seperti ini
nyaris tak mungkin mengecewakan dari sisi performa.


Untuk daya tahan baterainya sendiri, sejauh ini penilaian saya cukup baik,
berbekal kapasitas baterai sebesar 3.000 mAh, dengan pola pemakaian ala
saya, Galaxy S9 mampu bertahan selama 20 hingga 24 jam dengan rata-rata
screen-on time sebesar 4 hingga 5 jam.


Mungkin bagi pemilik Galaxy S8, masalah desain terasa tak mengalami banyak
perubahan ya. Samsung nampak tak ingin mengubah the winning formula untuk
urusan yang satu ini. Infinity Display yang hampir memenuhi sisi depan
smartphone ini tetap menjadi kekuatan utama Galaxy S9 dari segi desain.
Tapi jangan lupa, di sisi belakang ada penyesuaian posisi fingerprint
scanner yang membuatnya lebih nyaman digunakan karena letaknya yang lebih
natural.


Samsung tidak ingin ikut-ikutan memasang poni di layar maupun menghilangkan
port audio 3,5 mm seperti kebanyakan ponsel terbaru lain. Dan dua hal ini
saya apresiasi sekali.


Oh ya, ada kelebihan Samsung Galaxy S9 dalam soal audio, di mana
dual-speaker-nya sudah didukung teknologi Dolby Atmos dan benar-benar
stereo.


Oh ya, belakangan saya lagi senang-senangnya bertukar GIF di media sosial
ataupun aplikasi pesan. Dan hadirnya AR Emoji pada Galaxy S9 ini
menjadikannya sebuah fitur yang unik yang baru kali ini saya temukan. At
least kalau kita kirim ekspresi kita dalam bentuk animasi emoji seperti
ini, tak ada kesan narsis seperti kalau kita kirim foto selfie kita lah
haha. Dan kadang juga kan kita tak bisa menemukan GIF yang tepat untuk
mengekspresikan apa yang hendak kita sampaikan. Jadi membuatnya sendiri,
dengan mimik dan ekspresi kita sendiri adalah cara yang tepat, dan
menyenangkan. Haha.


Selain faktor bandrol harga yang memang hanya mampu dijangkau kalangan
tertentu saja, saya tak memiliki masalah berarti dengan Samsung Galaxy S9.
Yang pasti, saya sudah tak sabar untuk mencoba membuat materi video dengan
mengandalkan smartphone ini. Ya, saya pikir ponsel ini sudah enak untuk
dipakai sehari-hari, tinggal kita lihat bagaimana saat digunakan untuk
berkarya ya.


PR saya selanjutnya adalah mempertahankan kepemilikan Galaxy S9 ini,
mengingat istri saya adalah fans berat brand ini, dan pastinya dia
menginginkan fitur AR Emoji ini hahaha. Doakan saya ya pemirsa, hahaha.


Demikian ulasan saya yang memang cukup jarang memegang ponsel flagship
seperti Samsung Galaxy S9 <http://smarturl.it/TP_S9ACCS> ini. Terima kasih
sudah menemani perjalanan channel GontaGantiHape HD sejauh ini, dan semoga
kita bisa melangkah semakin jauh ke depan ya.


Dari Kota Cimahi, Aa Gogon pamit undur diri, wassalam!



Hilmy
/* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com/> */

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke