Izin share review ponsel yang pastinya beredar secara resmi di Indonesia
ini ya..

Unboxing video:
https://www.youtube.com/watch?v=0LGSE2kH7AA

Review video:
https://www.youtube.com/watch?v=J9GV_zlK1eE

Artikel di blog:
http://www.gontagantihape.com/2018/08/review-asus-zenfone-5q-jauh-lebih-baik.html
<http://www.gontagantihape.com/2018/08/review-asus-zenfone-5q-jauh-lebih-baik.html>
---

<https://3.bp.blogspot.com/-XN7np0UBipc/W2P4cjcJUtI/AAAAAAAAOmo/YBBHlplx3XAxvH5UkzpvKtPS3VCxi9YKwCLcBGAs/s1600/title_video_405r.jpg>



Ini adalah varian lite dari Zenfone 5 series yang di Indonesia dijual
dengan nama Zenfone 5Q <http://bit.ly/BU_ZEN5Q> dengan harga resmi di angka
3,5 juta Rupiah.


Dan smartphone ini, terasa lebih sayup ya gaungnya di kancah persaingan
smartphone terkini. Apa mungkin karena dijual dengan cara tradisional
seperti smartphone ASUS tahun lalu?


Tradisional bagaimana? Iya, ASUS sebelum punya produk-produk yang dibilang
netijen sebagai produk ghoib, biasanya sudah mendistribusikan
smartphone-nya ke pasaran terlebih dahulu sebelum mulai berpromosi. Dan
biasanya dijual oleh pedagang online dengan selisih harga yang lumayan
lebih rendah dari harga resminya. Plus, ngga rebutan, jadi ngga ghoib.


Zenfone 5Q juga begitu, meskipun sebetulnya dirilis berbarengan dengan
Zenfone Max Pro M1, namun produknya memang baru tersedia belakangan ini.
Tapi stoknya langsung lancar lho, dan saya temukan banyak penjual yang
sudah berani memasang di bawah 3,4 jutaan.


Apa produknya tidak menarik ya? Ah ngga koq, malah sebetulnya Zenfone 5Q
ini punya diferensiasi yang cukup jelas, dan seharusnya membuat Anda
tergiur deh. Mari kita mulai bahas smartphone ini ya.


Saya pertama kali memegang ponsel ini di experience area pada acara
launching-nya. Sempat mencoba-coba sebentar, material glass pada
backcovernya berhasil membuat saya berujar bahwa saya harus punya satu
nantinya.


Sampai saat ponsel ini tersedia di pasaran, saya masih menahan hasrat
karena yang dijual baru varian warna hitam. Ya, saya menunggu warna
putihnya, mengingat warna hitam dan material kaca itu artinya auto-kumal,
alias mudah kotor oleh bekas minyak dari jari kita.


Namun lama ditunggu tak kunjung tiba juga si putih, heuheu, ya sudah go on
saja dengan yang hitam deh. Hitamnya ini sepintas agak kebiruan,
mengingatkan pada ASUS Zenfone 3 banget. Dan memang seperti ada nostalgia
dengan Zenfone 3 sih saat saya menggenggamnya.




Frame metal di sekeliling bodynya dibuat membulat, membantu untuk masalah
ergonomics-nya. Namun sayang tepian frame yang bersentuhan dengan kaca
depan maupun belakang, sedikit terasa agak tajam, padahal kaca-kaca ini
sudah memiliki tepian agak melengkung, yang rasanya jadi percuma.


Bobot smartphone ini sangat membantu memberi kesan solid. Ya memang, glass
+ metal + glass pasti menghasilkan berat di atas rata-rata.


Cantik? Cantik atuh, meskipun backcover kacanya polos saja tanpa pattern
seperti yang dimiliki Zenfone 5 ya.


Apa yang terasa kurang dari masalah looks ponsel ini? Hampir tak ada
sebetulnya, hanya saja port micro-USB itu akan lebih indah jika diganti
oleh USB Type-C ya heuheu.


Bukan masalah besar memang, tapi seandainya sudah USB Type-C, rasanya
lengkap banget deh. Ponsel 3,5 jutaan sudah punya NFC, kameranya ada 4,
dengan RAM 4 GB dan storage 64 GB plus triple-card slot, masa iya ga bikin
tertarik?


Layarnya sendiri sudah kekinian, alias punya rasio 18:9 serta resolusi Full
HD+ yang sudah cukup banget untuk dimensinya yang 6 inci. Panel IPS-nya
memiliki reproduksi warna yang cukup baik, walau vibrancy-nya pastinya
masih di bawah layar AMOLED dari ponsel utama saya.


Lanjut ke dapur pacu, Zenfone 5Q ini ditenagai oleh processor Qualcomm
Snapdragon 630 yang baru pertama kali ini saya coba. Bukan processor baru
sebetulnya, namun memang terbilang jarang yang menggunakannya, karena
kebanyakan pabrikan smartphone di tanah air lebih memilih stay di
Snapdragon 625.


Sepenilaian saya, Snapdragon 630 ini memiliki kemiripan karakter dengan 625
di mana sama-sama memiliki konsumsi daya yang hemat, namun terasa bahwa 630
punya kemampuan processing yang lebih kuat.


Dipakai bermain PUBG, recommended setting default buat grafiknya ada di
low. Saat saya naikkan sedikit ke HD masih bisa bermain dengan lancar.
Walau memang terasa agak sedikit ngos-ngosan tiap layar saya swipe buat
melihat ke sekitar untuk mencari senjata yang tercecer.


Sekitar 40 menit bermain, rasa hangat muncul di backcover bagian kiri atas,
tidak sampai panas berlebih sih, ngga tahu kalau dimainkan sampai
berjam-jam ya. Saya sih ngga kuat main game berlama-lama. Oh ya kalau
sedang main terus terasa ada yang hangat di celana, silakan dicek,
jangan-jangan kamu ngompol itu mah, heuheu.


Nah untuk masalah keawetan baterai, kebetulan selama masa uji Zenfone 5Q
ini saya sedang dibebastugaskan dari pekerjaan oleh dokter yang memeriksa,
jadi saya punya cukup banyak waktu bersamanya. Bersama Zenfone 5Q ya, bukan
bersama dokter tadi, aki-aki soalnya dokternya, hehe.


Jadi ngelantur, hayu ah bahas baterai. Dengan pemakaian intens yang
berakibat screen-on-time menembus 6 jam, Zenfone 5Q rata-rata mampu
bertahan 18 jam alias dari bangun pagi sampai saat mau beranjak tidur lagi.
Catat ya, biasanya screen-on-time saya sehari hanya 3-4 jam saja.


Saat saya masuk kerja kembali, dan dibantu dengan wi-fi kantor sekitar 4
jam, Zenfone 5Q berhasil bertahan menembus 1 x 24 jam, dengan screen-on
time yang masih cukup besar di 5 jam. Untuk ukuran pemakaian intens seperti
itu sih awet lah ya.


Lalu bagaimana dengan empat kameranya? Gimana ya bilangnya heuheu. Di atas
kertas, kamera Zenfone 5Q ini mentereng banget, dengan resolusi
besar-besar. 20 Megapixels untuk sensor pada lensa selfie utama, dan 16
Megapixels untuk sensor pada lensa utama yang berada di belakang. Keduanya
sama-sama dipasangkan dengan lensa wide dengan resolusi sensor 8
Megapixels. Portrait mode pun tersedia untuk kamera depan maupun belakang.


Mentereng bukan? Tambahkan fakta bahwa untuk perekaman video juga sudah ada
EIS, serta mampu merekam hingga resolusi 4K di 30 fps, dan Full HD di 1060
fps. Jangan lupa juga bahwa sensor kamera depannya sudah menggunakan Sony
IMX 376.


Performanya sih bagus, autofocus dan metering berjalan dengan baik, hingga
pengaturan manual pun hadir lengkap.


Namun saya merasa bahwa Zenfone 5Q kurang dapat diandalkan di kondisi
lowlights. Pada kondisi indoor, settingan auto nampaknya membuat
shutterspeed melambat, karena jadinya goyang sedikit saja gampang banget
blur. Ya, kalau cahaya kurang, nampaknya tangan yang steady jadi kunci agar
hasil foto bisa bagus. Pun soal noise yang tak sungkan hadir, padahal ngga
bawa undangan. Adu duh... Heuheu.


Walau demikian saya anggap masih wajar soal kamera ini, mau tak mau memang
takkan bisa selevel dengan Zenfone 5 lah, apalagi ini punya lensa lebih
banyak.


Hasil foto dan video terbaik yang bisa saya ambil dengan ponsel ini, dapat
Anda simak berikut ini.




Masuk ke kesimpulan, bagi saya nampaknya Zenfone 5Q ini digadang-gadang
ASUS untuk meneruskan seri Zenfone 4 Selfie yang memiliki kamera depan
ganda dengan resolusi besar.


Jika melihat harga awal Zenfone 4 Selfie Pro di 5 juta, dan Zenfone 4
Selfie di 3,5 juta lalu dibandingkan spesifikasinya, saya rasa saya tak
bisa komplain soal Zenfone 5Q ini. Jelas sudah banyak perbaikan yang ASUS
berikan ya.


Harga sama dengan Zenfone 4 Selfie di awal rilis, namun spesifikasinya
bahkan di atas Zenfone 4 Selfie Pro lho. Sudah ada NFC pula, dan material
yang premium wajib Anda perhitungkan.


Tersisa satu pertanyaan dalam benak saya, kenapa Zenfone 5Q dijual dengan
kondisi masih ber-OS-kan Nougat? Kalah atuh sama Zenfone Max Pro M1, bahkan
sama Zenfone Live L1 heuheu.


Ngga khawatir sih, ASUS mah rajin kalau update software, cuma mbok ya
disegerakan toh. Biar makin naik lagi value dari Zenfone 5Q yang
rasa-rasanya sudah super lengkap untuk smartphone 3-jutaan ini ya.


Sip, itu saja yang bisa saya simpulkan untuk ASUS Zenfone 5Q
<http://smarturl.it/TP_ZEN5Q> ini, semoga membantu Anda yang sedang mencari
informasi tentang smartphone yang satu ini.


Dari Kota Cimahi, Aa Gogon pamit undur diri, wassalam!



Hilmy
/* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */

-- 
===========
Install  #MyTelkomsel Apps Terbaru dari Play Store
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.telkomsel.telkomselcm

----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke