Izin share review ponsel yang pastinya beredar secara resmi di Indonesia
ini ya..

Review video:
https://youtu.be/EHkj45ncO7M

Artikel di blog:
https://www.gontagantihape.com/2018/12/review-huawei-mate-20-pro-membuat-saya-mati-kutu.html




---

<https://3.bp.blogspot.com/-cvod10_OG8Q/XBw9K9nJj4I/AAAAAAAAOy8/ciU7QS71d5Awchu1zZIHTy8qhUi3q5cVgCLcBGAs/s1600/title_video_509r.jpg>



Saya terkadang mati kutu. Ya, mati kutu saat menguji pakai smartphone level
flagship yang kadang sulit bagi kita untuk menemukan kekurangannya, selain
harga. Demikian juga yang saya rasakan dengan Huawei Mate 20 Pro
<http://smarturl.it/LZ_MATE20>. Okelah smartphone ini memang tak punya jack
audio, tapi selain itu coba Anda tengok apa saja yang ditawarkan oleh
smartphone terbaru Huawei yang segera dijual resmi di Indonesia ini.
Hardware-nya top notch semua, mulai dari jeroannya yang sudah menggunakan
processor Kirin 980 terbaru yang memiliki fabrikasi 7nm pertama di dunia.
Lanjut ke layar AMOLED dengan tepian melengkung di kedua sisi. Plus,
fingerprint scanner ada di dalam layar. Kamera belakangnya ada 3 dengan
resolusi besar-besar di 40, 20, dan 8 Megapixels dengan setup wide, ultra
wide, dan zoom. Kamu bisa ngulik berbagai hasil foto terbaik dengan kamera
begini. Jangan lupa penempatan kameranya juga unik ya, plus backcover glass
yang asli feelsnya premium sekali dan tak mudah kotor oleh sidik jari.
Sementara kamera depannya punya setup wide dengan resolusi 24 Megapixels.
Nanti kamu bisa cek hasil video dan fotonya di video ini ya.


Kita lanjut ke komponen lain dulu, pada bagian atas frame metal-nya yang
lagi-lagi berfinishing glossy, kita dapat menemukan infrared blaster. Nice
job, mengingat hal ini sudah mulai sulit ditemukan di flagship smartphone
seperti ini. Jika Anda cermati sisi bawah frame-nya, pasti Anda akan
mencari di mana letak loudspeakernya kan? Haha, sama saya pun bingung
awalnya. Namun ketika saya memutar video dan lagu, baru saya sadar ternyata
suaranya keluar dari lubang USB Type-C di bawah, serta earpiece di atas,
alias stereo. Lagi-lagi mantap deh. Wireless charging? Bisa. Waterproof?
Ini sudah punya sertifikasi IP68. Feelsnya di tangan nyaman sekali berkat
desainnya yang memiliki curve di setiap pinggirannya. Saya sendiri selalu
memakai softcase tipis yang disertakan dalam paket penjualannya, tak
menambah ketebalan secara signifikan menurut saya. Harus diakui, feelsnya
familiar dengan saat menggenggam Galaxy S9 Plus milik istri saya. Namun
bisa dibilang, Huawei Mate 20 Pro ini adalah flagship smartphone paling
mutakhir yang masuk ke Indonesia tahun 2018 ini. Semua fitur kekinian yang
ditawarkan smartphone flagship lainnya, dikemas menjadi satu, dan ini
termasuk kehadiran notch di layar, tepian edge dan panel AMOLED,
fingerprint di bawah layar, dan juga hilangnya jack audio, hehehe. Oh ya,
satu lagi, harganya juga ikut menegaskan di kasta mana smartphone ini
berada. Jadi buat kamu yang masih menganggap Huawei itu identik dengan Esia
Hidayah, aduh ke mana aja selama ini? Hahaha. Pasca merilis Huawei P20 Pro
lalu sekarang Mate 20 Pro, Huawei seakan ingin menunjukkan kepada
Indonesia, bahwa di skala global, mereka punya angka penjualan kedua
terbesar lho, di bawah Samsung namun di atas Apple. Oh ya, banyak yang
bilang overall kamera P20 Pro lebih baik hasilnya, dan saya merasakan hal
yang sama. Nampaknya beda setup kameranya jadi penyebab hal ini. Huawei P20
Pro punya satu lensa dengan sensor monokrom yang mampu membuat hasil foto
lebih tajam, dan warna bisa lebih indah. Sementara Mate 20 Pro punya
keunggulan di lensa super wide-nya. Sementara untuk masalah AI, HDR dan
juga selfienya, saya merasa setara lah keduanya. Dan ini wajar mengingat
positioning seri Mate yang lebih mengedepankan performa, sementara seri P
untuk kamera. Nah, Kirin 980 ini punya skor Antutu rata-rata menembus
300-ribuan, walau entah kenapa di unit yang saya coba ini hasilnya baru
mencapai 220-ribuan saja. Ya, unit yang saja uji merupakan unit pinjaman,
dan saya hanya punya waktu sekitar 5 hari bersamanya, sehingga mungkin
pembahasannya tidak terlalu detail kali ini. Kalau dibilang betah, saya sih
betah banget pakai Huawei Mate 20 Pro ini, mungkin karena tak perlu
mengingat jumlah Rupiah yang harus dikeluarkan untuk menebusnya ya, hehehe.
EMUI 9 yang berbasis Android 9.0 Pie adalah salah satu alasannya. Bagi
saya, EMUI ini selalu terasa familiar sekali, jadi kalau habis pakai
smartphone lain lalu balik ke smartphone dengan EMUI, rasanya tuh seperti
pulang ke rumah. Haha, lebay ya, tapi itulah adanya pemirsa. Satu lagi,
Huawei Mate 20 Pro ini punya teknologi supercharge yang punya kemampuan
mengisi daya hingga 40W. Dan asyiknya, smartphone Huawei ini ngga rewel,
dikasih kepala charger atau powerbank yang support Quickcharge ataupun
Power Delivery juga bisa ngangkat. Dan kabarnya, Huawei Mate 20 Pro ini
bisa melakukan reverse wireless charging. Hmmm, unik ya, walau kalau saya
sih ga akan rela ngecharge hape lain pake hape saya haha, mending pinjemin
powerbank saja sih. Baterainya sendiri 4.200 mAh yang sepemakaian saya bisa
bertahan dari subuh hingga larut malam alias sekitar 20 jam dengan
pemakaian intens yang menghasilkan SoT hampir 6 jam. Dengan pemakaian lebih
ringan, 24 jam sepertinya bukan masalah bagi Huawei Mate 20 Pro. Sebetulnya
saya mengharapkan battery usage yang jauh lebih hemat dari processor dengan
fabrikasi 7nm seperti ini, namun biasanya seiring waktu dengan pemakaian
lebih lama dan proses pengenalan pola pakai kita oleh EMUI ini, nantinya
akan semakin panjang daya tahannya. Sudah menemukan kekurangan smartphone
ini? Dalam 5 hari pemakaian sih saya sulit menemukannya. Paling hanya
masalah kebiasaan saja, semisal untuk fingerprint scanner-nya yang menurut
saya letaknya terlalu tinggi, jadi butuh pembiasaan dengan letaknya, dan
terkadang malah face unlocknya yang berhasil bekerja lebih dulu dari
fingerprint scanner ini hehe. Jack audio juga bisa jadi masalah bagi yang
belum punya bluetooth earphone, walau Huawei sebetulnya selalu menyertakan
adapter usb type c to jack 3,5 mm ini dalam paket penjualannya. Paling jadi
PR kalau Anda sedang ingin memakai earphone berkabel dan saat yang
bersamaan ingin mengecasnya. Solusi lain mungkin beli wireless charging pad
ya. Soal performa saya rasa tak ada alasan untuk meragukannya, gaming bisa
jalan dengan smooth dengan settingan kelas berat. Main PUBG sampai chicken
dinner pun jadi nih. Dan kalau dibandingkan dengan Mate 20 yang tanpa Pro,
ini lebih compact ya. Perbedaan lainnya ada pada panel layar yang
digunakan, termasuk tepiannya di mana Mate 20 tidak melengkung begini.
Baterai Mate 20 ada di 4.000 mAh, resolusi kamera lebih rendah, namun Mate
20 malah punya jack audio. Pada saat saya menulis naskah video ini, saya
belum tahu harga resmi keduanya di Indonesia, namun melihat harga pasar
dari barang Singapore-nya, perbedaan harganya cukup menjulang. Membuat Mate
20 nampak lebih reasonable, walau godaan Mate 20 Pro
<http://smarturl.it/BU_MATE20> memang kuat banget, terutama soal handling
yang lebih enak karena dimensinya lebih ringkas. Salut buat Huawei yang
berkomitmen memasukkan seri teratas dari jajaran smartphone mereka di
Indonesia, walau mungkin secara size, penjualannya belum semasif seri Nova
dan seri Y ya. Saya mah yakin, kalau sudah pada coba smartphone flagship
dari Huawei, pasti ngerti deh ada di level mana kualitas dari
produk-produknya. Sok aja coba, biar kenal, lalu sayang, huehehe... Saya
akan tutup video ini dengan hasil foto dan video dari kamera Huawei Mate 20
Pro ini ya, kesimpulan silakan dibuat masing-masing, dan monggo tulis di
kolom komentar. Saya mah mati kutu pokoknya oleh hape ini, hahaha. Sip,
dari Kota Cimahi Aa Gogon pamit undur diri, wassalam!


Hilmy
/* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com/> */

-- 
===========
Yuk install #MyXL Apps untuk Cek Kuota & Beli Paket XL
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.apps.MyXL

----------------------
Kontak Admin, Twitter  @agushamonangan
-----------------------
FB Groups     :  https://www.facebook.com/groups/android.or.id

Aturan Umum  ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT

==========
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian 
Android Community" dari Google Grup.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke [email protected].
Kunjungi grup ini di https://groups.google.com/group/id-android.

Kirim email ke