Rekans, Numpang jalum buat share tulisan/ulasan terbaru saya. - Tulisan yang sama bisa dibaca juga di: https://www.gontagantihape.com/2023/08/review-xiaomi-redmi-12-setelah-dua-hari.html - Ulasan dalam bentuk video (termasuk sample loudspeaker dan kamera) ada di: https://www.youtube.com/watch?v=wxRXtGrSH5Q&list=PL9tJd68TF6ieotlQ6j9GLe8KiiD6b4Ip3&index=1&t=220s&pp=gAQBiAQB - Unboxing video ada di: https://www.youtube.com/watch?v=6CcPpz_oGLk&list=PL9tJd68TF6if51CoE98g33a0pkPXPN44f&index=1&pp=gAQBiAQB
Hatur nuhun! --- <#> Halo Assalamualaikum! Naskah ulasan kali ini, saya tulis berdasarkan pengalaman memakai ponsel pintar ini selama 2x24 jam sebagai *prime* Android *device* saya. Ya, sebelumnya saya habis cuci gudang dengan menjual semua ponsel Android saya yang harganya di atas 4-juta. Dan saya mencoba bertahan dua hari penuh dengan menggunakan Redmi 12 <#> saja, *smartphone* baru dari Xiaomi Indonesia yang dibandrol seharga 2-juta Rupiah. Hasilnya ternyata lumayan, saya tidak tersiksa, masih bisa ambil foto* latte art* yang saya buat setiap pagi, *posting* ke Instagram, *streaming*, *gaming* buat tes performa dan juga tes *latency* sebuah *bluetooth earphone*, tentunya ditambah buka-buka semua akun media sosial saya dan dua nomor Whatsapp yang aktif bersamaan. Apakah saya tidak *notice* perbedaan performanya dari Xiaomi 12 dan Poco F5 yang sudah saya lepas? Tentu terasa, terasa sekali. Tapi kalau dibandingkan dengan bandrol harganya, Redmi 12 ini masih *deliver* performa yang sepadan koq. Ya, Redmi 12 ini sendiri merupakan *smartphone* yang komplit, maksudnya komplit dengan kelebihan dan juga kekurangan. He.. he.. he.. Misal nih, kelebihannya di level harga yang ditawarkan, Redmi 12 <#> jadi salah satu *smartphone* termurah dari *brand* resmi yang menawarkan *storage* 256GB. Kekurangannya? Hasil tes *storage* menunjukkan skor belasan ribu saja yang menandakan penggunaan eMMC, alias kecepatan baca dan tulisnya masih terbatas. Beberapa netijen menambahkan, memang Helio G88 yang dibesut sebagai otak dari ponsel pintar ini, tak memiliki kompatibilitas dengan tipe *storage* UFS. Lalu, Redmi 12 resmi Indonesia, juga tak dibekali NFC. [image: Review Redmi 12 tampilan body] <#> Kemudian ada juga dua problem dari sisi *software* yang saya temukan, dan patut dicatat. Pertama, ponsel ini tidak bisa mengambil *long screenshot*, alias tangkapan layarnya tak bisa panjang sampai *scroll* ke bawah. Kedua, *auto brightness*-nya lamban merespon perubahan kondisi cahaya. Mudah-mudahan keduanya bisa diperbaiki dengan update *software* ya! Dan sisanya paling tinggal hal-hal menyenangkan yang saya rasakan selama menggunakan ponsel ini. *I know*, Redmi 12 masih pakai *processor* Helio G88 dari MediaTek, sudah berumur, tapi buat PUBG Mobile *doang mah* masih kuat untuk main di *settingan* Smooth-Ultra. Untuk *multitasking* juga masih OK, ditopang dengan RAM 8GB yang disematkan di Redmi 12, buat mereka yang naik kelas dari ponsel sejutaan sebelumnya, ga akan ada masalah. Lain cerita kalau seperti saya, yang sebelumnya pakai Xiaomi 12. Ingat! Saya turun dari Xiaomi 12, ke Redmi 12. Ada beberapa keadaan yang menuntut saya lebih bersabar, terutama saat berurusan dengan pembacaan data besar dari *storage*. *Anyway*, meski masih berfabrikasi 12nm, *processor* ini juga tidak rakus daya. Di hari pertama, *full* terhubung ke *wifi* rumah, saya pakai *download* dan main PUBG Mobile, lalu *streaming* sambil menguji sebuah *bluetooth earphone*, ambil banyak foto, dan juga lama *browsing* di Instagram, Redmi 12 ini bisa bertahan hampir 35 jam. [image: Review Redmi 12 screenshot layar untuk batery usage] <#>[image: Review Redmi 12 screenshot layar untuk batery usage] <#> Hari kedua, *wifi* cuma saya pakai sebentar buat mengunduh *series* yang akan saya tonton, lalu sisanya *full* pakai dua kartu seluler. Penggunaan didominasi YouTube dan Prime Video, lalu saya tes kamera buat rekam video juga, sisanya Instagram, *online shop*, dan Whatsapp. Kali ini, Redmi 12 bisa bertahan selama 21 jam 47 menit. [image: Redmi 12 screenshot layar untuk batery usage] <#> [image: Redmi 12 screenshot layar untuk batery usage] <#> Kalau dianalogikan penggunaan pertama adalah pola pakai di hari libur, dan penggunaan kedua adalah pola pakai di hari kerja, artinya Redmi 12 aman *banget*. Bisa bertahan seharian dari pagi lepas *charger* sebelum *ngantor*, hingga malam saat mau tidur. Lihat saja keduanya memperlihatkan *screen-on time* yang cukup intens, lihat di grafik ya, karena MIUI lagi-lagi tak memberikan info total penggunaan layar ini. Oya, untuk *streaming*, *loudspeaker*-nya masih cukup kencang *koq* jika digunakan di dalam ruangan. Hanya memang, *output*-nya masih *mono*, cuma dari *speaker grille* di bagian sisi bawah saja. Contoh keluaran suaranya bisa disimak pada video ulasannya di YouTube yang sudah lebih dulu tayang ini: Mereka yang suka *streaming* dan *gaming*, mungkin bakal senang karena Redmi 12 diberi layar yang makin lega, 6,79 inci. Warna yang dihasilkan juga hidup, *panel* IPS di *level* harga segini sudah bagus-bagus, dan layar ponsel ini punya *refresh* rate 90Hz dengan resolusi Full HD+. Respon sentuhan tidak ada masalah, *haptic feedback sih* ya standar hape 2-jutaan lah. Yang cukup baru justru *finishing glass* di *backcover*-nya, yang mungkin dibilang naik kelas oleh Xiaomi. Cuma dari segi tampilan, ini membuat Redmi 12 sulit dibedakan dari ponsel lain di kelasnya. Ya, *trend*-nya sekarang balik lagi ke *glossy backcover*, dengan *frame* lurus nan mengotak. [image: Review Redmi 12 tampilan frame lurus] <#> [image: Review Redmi 12 tampilan body] <#> Saya suka dengan protokol *charging*-nya. Dibekali *charger* 18W dalam box kemasannya, Redmi 12 juga sempat menunjukkan bisa terima *input* Power Delivery saat saya uji di sebuah video ulasan *charger* yang saya punya. Saya suka juga dengan fakta bahwa Redmi 12 masih dibekali lensa *ultrawide*, sesuatu yang mulai jarang ditemukan di *smartphone* terjangkau. Performa kameranya menurut saya memuaskan, di mana hasil foto punya detail yang baik, *tone* warna yang *balanced*, konsisten dan stabil, dengan hasil terbaik tentunya didapat di kondisi cahaya cukup. Penurunan detail pastinya terasa di kondisi *indoor* dan juga di *lowlights*. Hal ini berlaku buat kamera depan maupun belakang ya. Kalau kamera *macro*, ya asal ada saja lah. Sementara perekaman video saya nilai OK, tanpa mode *steady* terasa ada sedikit stabilisasi yang Redmi 12 lakukan. *Usable* buat merekam momen sehari-hari, cuma belum sampai taraf *content-able*. Resolusi maksimal video di Full HD, 30 fps, dan bisa disimak *sample*-nya di video ulasannya tadi juga. Untuk bandrol yang ditawarkan, Redmi 12 bagi saya *makes sense*, dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Buat para pengunjung situs gsmarena, alias mereka yang senang bandingin spesifikasi secara *online*, bahkan juga belanjanya *online*, maka solusi dari xiaomi ada di *sub-brand* mereka, yaitu POCO. *Yes*! sederhananya, tim mendang-mending, diakomodir hasratnya oleh Xiaomi, di produk-produknya POCO. Redmi *series*, yang dibilang naik kelas ini, akan di-*push* Xiaomi sebagai ponsel pintar terjangkau dengan *memory* besar yang bisa dibeli di semua gerai penjualan. Distribusinya akan lebih merata, dan pastinya di rantai distribusi ini ada *cost* tambahan yang tak terelakkan. Atau kamu bisa bersabar dulu, karena Redmi Note 12 *series* dan Redmi 12C saja buktinya bisa *tuh* mengalami penurunan harga resmi dalam hitungan bulan sejak dirilis. Maka inilah dia Xiaomi Redmi 12 <#> dan segala pengalaman penggunaannya yang bisa saya bagikan ke pembaca setelah dua hari penuh saya pakai intens. Semoga informasi ini membantu ya! Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh! Hilmy /* saya suka Gonta Ganti Hape <http://www.gontagantihape.com> */ -- =========== Ayo Subscribe >> Channel YouTube https://www.youtube.com/user/komunitasandroid ---------------------- Kontak Admin: IG https://www.instagram.com/agushamonangan ----------------------- FB Groups : https://www.facebook.com/groups/android.or.id Aturan Umum ID-ANDROID >> goo.gl/mL1mBT ========== --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "[id-android] Indonesian Android Community" dari Google Grup. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke [email protected]. Untuk melihat diskusi ini di web, kunjungi https://groups.google.com/d/msgid/id-android/CAJ5uaYVyy2KTK9srcntVzKDnofwj3%3DEXoEvZ3RBBBfqw83OYLA%40mail.gmail.com.
