VIVAnews - Eksistensi sistem operasi Android semakin terlihat seiring munculnya sejumlah ponsel berbasis Android secara global belakangan ini. Tak hanya global, di Indonesia pun Android cukup mendapat antusias dari masyarakat.
Hal ini ditandai dengan tingginya animo masyarakat yang bergabung dengan komunitas pecinta Android di ID Android ([email protected]). Secara sederhana, ID Android diciptakan sebagai sebuah komunitas pengguna ponsel berbasis sistem operasi Android di Indonesia. "Anggotanya kini sudah mencapai 2.100 user," kata Agus Hamonangan, pendiri ID Android saat diwawancarai VIVAnews, Minggu 9 Mei 2010. "Android layaknya mainan baru. Sehingga, wajar saja jika antusias masyarakat cukup tinggi. Hal tersebut juga didukung oleh faktor open platform, berbeda dengan BlackBerry dan iPhone yang menggunakan standar tertutup, tidak bisa dioprek macam-macam," jelasnya. Seperti diketahui, Android adalah platform ponsel terbuka (bukan prorietari), yang pertama kali dikembangkan oleh Google. Belakangan, platform ini didukung pula oleh beberapa nama besar seperti Motorola, HTC, Intel, Qualcomm, yang tergabung dalam Open Handset Alliance. ID Android berdiri sejak 5 November 2007, berdekatan dengan peluncuran ponsel Android pertama Telkomsel, yakni HTC Magic. Namun, diakui Agus, komunitas yang dibangunnya itu baru aktif sejak Juli tahun lalu karena baru marak vendor yang meluncurkan ponsel-ponsel berbasis Android. Karena belum sebesar Nokia atau BlackBerry di Indonesia, sampai saat ini, ID Android sibuk melakukan edukasi dan sosialisasi tentang Android pada masyarakat. "Kami sering melakukan mini gathering sejak Desember lalu, di mana gathering ID Android pertama digelar. Kegiatan terakhir kami di Pulsa Camp beberapa waktu lalu," terang Agus. Sekadar diketahui, sekitar akhir bulan April lalu, Agus mewakili ID Android dalam talkshow yang digelar oleh Tabloid Pulsa pada acara bertajuk PULSA Summer Camp. Ketika itu, Agus tampil bersama Andry, juara pertama kompetisi IWIC Indosat kategori Android, dan Sudaryanto dari komunitas XL BlackBerry. "Di acara bertajuk Perang Sistem Operasi Ponsel, saya dan teman-teman coba mengedukasi peserta tentang Android dan keunggulannya," tuturnya. Di sela acara tersebut, lanjutnya, terdapat pula acara deklarasi safety drive dan kesepakatan untuk tidak menggunakan selular saat berkendara. Deklarasi itu diikuti oleh berbagai komunitas motor dan mobil, di antaranya BMW Cci Bogor, Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI) Tangerang, Avanza Xenia Tangerang (AXIC KARATE), dan beberapa lainnya. "Sekarang ini, banyak sekali orang yang masih suka pegang gadget saat menyetir kendaraan. Ini membahayakn dirinya dan orang lain. Sebab itu, kita juga mulai menggalakkan kampanye safety driving," ucapnya. Sampai saat ini, kata Agus, anggota-anggota komunitasnya tengah menunggu sepak terjang dari HTC Desire http://www.gsmarena.com/htc_desire-3077.php. Kabarnya, ponsel ini akan "mendarat" di Indonesia bulan ini. HTC Desire merupakan ponsel pintar berbasis Android 2.1 (Eclaire) yang ditenagai prosesor 1GHz Qualcomm Snapdragon QSD8250. Hadir dengan layar AMOLED 3,7 inci (800x480 piksel), Desire disebut-sebut sebagai ponsel idaman dan pesaing kuat Google Nexus One. Ia juga dilengkapi kamera berkemampuan 5 megapiksel dengan fitur autofocus. (irv) • VIVAnews http://teknologi.vivanews.com/news/read/149850-komunitas_id_android_capai_2_100_anggota -- Salam, Agus Hamonangan http://groups.google.com/group/id-android http://groups.google.com/group/id-gtug Gtalk : agus.hamonangan Follow : @agushamonangan E-mail : [email protected] -- "Indonesian Android Community [id-android]" Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB Moderator: [email protected] ID Android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev ID Android Surabaya: http://groups.google.com/group/id-android-sby ID Android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729
