VOLUME  penjualan modem seluler global diperkirakan mencapai sekitar
200 juta unit pada 2014. Sekitar 42 persen di antaranya adalah modem
seluler 4G yang berteknologi LTE.

Firma riset Strategy Analytics Inc memperkirakan, volume penjualan
modem seluler, baik internal maupun eksternal, di dunia akan mencapai
100 juta unit pada 2010. Strategy Analytics meyakini, angka itu akan
membengkak menjadi 200 juta unit pada 2014. Strategy Analytics
menjelaskan, pasar modem seluler global pada saat ini memang masih
didominasi teknologi 3G (generasi ketiga).

Namun demikian, Strategy Analytics memprediksi, pasar modem seluler
global pada 2014 akan didominasi teknologi 4G (generasi keempat),
terutama standar LTE (Long Term Evolution). Strategy Analytics
menegaskan, LTE akan mendominasi pasar modem seluler global pada 2014
karena pada saat itu LTE akan menguasai pangsa pasar global sekitar 42
persen.

Strategy Analytics menambahkan, modem-modem LTE itu akan ditanam pada
berbagai macam gadget seperti notebook, netbook, dan tablet, sekaligus
dijual secara mandiri sebagai modem seluler berkonektivitas USB.
Berkat dukungan LTE, Strategy Analytics mengungkapkan, maka penggunaan
modem seluler global, baik baru atau pun lama, pada 2014 akan mencapai
sekitar 415 juta unit.

"Penggunaan internet seluler melonjak karena tarif semakin terjangkau
oleh sebagian besar konsumen," ujar Director Wireless Enterprise
Strategies Strategy Analytics Inc Andrew Brown.

Di pasar jaringan internet seluler 4G, teknologi LTE harus bersaing
melawan WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access).
Tetapi sebagai teknologi yang relatif baru, LTE ternyata mampu
menyudutkan WiMAX, yang sudah jauh lebih dulu hadir di pasar daripada
LTE.

Firma riset International Data Corp (IDC) menemukan, pada tahun ini
akan ada lebih dari selusin jaringan LTE baru di dunia. IDC
memperkirakan pula, belanja peralatan LTE akan melampaui Wi- MAX pada
2011. IDC menjelaskan, LTE semakin kuat karena mendapatkan dukungan
lebih dari 100 operator seluler di dunia, termasuk sembilan dari
sepuluh operator seluler terbesar di dunia.

"Dunia condong ke standar LTE karena LTE menjanjikan kecepatan dan
kapasitas lebih besar daripada WiMAX, guna mengimbangi lonjakan
pertumbuhan lalu lintas data seluler. LTE pun menjadi bagian penting
dalam upaya operator menyajikan layanan yang lebih hemat biaya
sekaligus andal," ujar Research Manager Wireless and Mobile
Infrastructure IDC Godfrey Chua.

Pertempuran antara LTE dengan WiMAX lebih dulu terjadi di
negara-negara maju, dan kemudian melebar ke negara-negara
berkembang.Ini terjadi karena negara- negara maju lebih dulu
mengadopsi standar 4G, daripada negara- negara berkembang. Contoh
paling mencolok tercermin dari situasi di Amerika Serikat (AS). Pada
saat ini, ada tiga operator seluler yang berkomitmen menyajikan
layanan 4G di AS.

Mereka adalah Sprint Nextel Corp,Verizon Wireless Inc, dan MetroPCS
Communications Inc. Pertarungan ketiga operator seluler itu menjadi
semakin panas karena mereka tidak menggunakan teknologi 4G yang sama.
Sprint bertekad merilis layanan 4G untuk smartphone pada pertengahan
2010 dengan Wi- MAX. Sementara itu Verizon dan MetroPCS memilih
teknologi 4G LTE.

Dari ketiga operator seluler tersebut, Sprint menjadi pemain yang
paling gamblang mengungkap strategi dalam pertarungan 4G. Untuk
memenangi pertarungan, Sprint menjalin kerja sama dengan HTC Corp dan
Google Inc. Buah kerja sama ketiga raksasa itu adalah smartphone
bernama HTC Evo 4G. Dapat ditebak, handset dari smartphone itu
diproduksi oleh HTC, sedangkan sistem operasinya menggunakan Android,
yang dikembangkan Google.

"Dengan HTC Evo 4G, Sprint mampu memimpin revolusi 4G. Dengan jaringan
4G dari Sprint, pengguna HTC Evo 4G akan mampu menikmati layanan
internet seluler yang sepenuhnya baru, terutama dalam multimedi," ujar
Chief Executive Officer Sprint Nextel Corp Dan Hesse.

Hesse menjelaskan, HTC Evo 4G yang bekerja pada jaringan seluler 4G
Sprint menjadi tangguh menyuguhkan konten multimedia online, seperti
video, foto,musik, dan game, karena jaringan internet seluler 4G
Sprint memiliki kecepatan sepuluh kali lebih tinggi daripada jaringan
internet seluler 3G.

"HTC Evo 4G merupakan buah terbaik dari kerja sama HTC dengan Sprint,
yang sudah berlangsung sejak lama. Sebab, kombinasi inovasi HTC dan
Sprint ini memungkinkan orang berbuat lebih banyak ketika berada di
perjalanan," tutur Chief Executive Officer HTC Corp Peter Chou.

Karena HTC Evo 4G hidup menggunakan sistem operasi Android, smartphone
tersebut diperkirakan memiliki ketangguhan dan fleksibilitas lebih
tinggi pula daripada smartphone non-Android karena sistem operasi
Android sejak awak memang dikembangkan untuk memudahkan akses internet
seluler pada handset. (srn)

http://techno.okezone.com/read/2010/05/26/54/336525/lte-akan-mendominasi-4g

-- 
Salam,


Agus Hamonangan

http://groups.google.com/group/id-android
http://groups.google.com/group/id-gtug
Gtalk  : agus.hamonangan
Follow : @agushamonangan
E-mail :  [email protected]

-- 
"Indonesian Android Community [id-android]" 

Join: http://groups.google.com/group/id-android/subscribe?hl=en-GB  
Moderator: [email protected]
ID Android Developer: http://groups.google.com/group/id-android-dev
ID Android Surabaya: http://groups.google.com/group/id-android-sby
ID Android on FB: http://www.facebook.com/group.php?gid=112207700729

Kirim email ke