---------- Forwarded message ---------- From: Rut Lidia <[EMAIL PROTECTED]> Date: 04-Apr-2007 08:35 Subject: [share] [artikel] MALING DI TENGAH KEDUKAAN To: Rohani milist <[EMAIL PROTECTED]>, Esther Rosalyn < [EMAIL PROTECTED]>, Meytha <[EMAIL PROTECTED]>, Tanty Kristiadi <[EMAIL PROTECTED]>, Thessa <[EMAIL PROTECTED]>, Wita <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], Dewi Soewarna < [EMAIL PROTECTED]>
*-------Original Message-------* *From:* Diana Penyami <[EMAIL PROTECTED]> *Date:* 4/3/2007 2:18:40 PM *Subject:* MALING DI TENGAH KEDUKAAN FYI . *Diana Penyami* Pada hari Minggu tanggal 25 Maret yang lalu kami melepaskan dan memberangkatkan tante kami yang terkasih ke tempat peristirahatannya yang terakhir. Kami mengadakan ibadah di rumah duka yang juga adalah kediaman kakak tertua saya di Cipinang Baru, Rawamangun. Semenjak pukul 09.15 pagi ada seorang wanita yang datang. Dia duduk di ruang dalam dekat dengan salah seorang tamu yang kebetulan sedang berbincang dengan saya. Walaupun tidak ada dari keluarga kami yang mengenalnya, kami tidak bertanya apa-apa. Semua beranggapan bahwa tentu dia adalah saudara/ kenalan tante yang belum pernah kami temui. Banyak kejadian kecil yang sebetulnya sudah mencurigakan. Misalnya, ketika orang tersebut tidak dapat menyanyikan lagu-lagu pujian gereja yang dinyanyikan. Atau ketika tas milik seorang tamu yang mendadak pindah dari kursi lipat ke sofa dan sudah ditutupi bantal dan berada dekat dengan tempat wanita ini mendadak pindah duduk. Hebatnya, wanita ini bahkan mengikuti acara sampai ketempat pemakaman. Ia naik mobil dari kantor kakak saya. Kepada supir dia mengaku sebagai tetangga. Dia juga mengajak tiga orang saudara kami untuk semobil dengannya. Ketika ditanya dia kembali mengaku sebagai tetangga tapi Gelagapan ketika ditanya rumahnya yang mana. Pertama ia berlogat Jawa, namun lama kelamaan logat aslinya keluar, dan saudara kami mengenalinya sebagai logat dari Sulawesi Selatan. Bahkan ia pun sempat mengajak wanita ini berbicara dengan logat tersebut. Di dalam mobil dia sempat memegang-megang HP milik salah seorang saudara saya. Yang kemudian cepat-cepat diambil lagi oleh sang pemilik. Sayangnya memang saat itu tidak ada yang berprasangka buruk. Mengingat acara yang berlangsung adalah acara yang sarat dengan suasana duka. Sepulang dari pemakaman kami kembali ke rumah untuk berdoa mengucap syukur atas prosesi yang dapat berlangsung lancar, sekaligus makan siang bersama. Ketika itulah, karena merasa yang hadir semua adalah keluarga dekat, saya pun meletakan tas di sebuah kursi yang tidak terlalu mencolok tempatnya. Saya sempat mengambil uang untuk membeli minuman ringan untuk anak dan keponakan saya. Sesudah itu saya lalu ikut mengambil makan siang dan makan di tempat yang berbeda. Cukup aneh bahwa saya tidak terpikir untuk melihat/ mengecek tas saya, padahal ini bukan kebiasaan saya. Tidak lama kemudian, suami saya bertanya tentang digital camera kami. Saya pun bergerak mengambil tas. Ternyata dompet dan PDA saya sudah tidak ada. Setelah bertanya-tanya tentang siapa yang kira-kira duduk di dekat tas tersebut, seseorang mendeksrikspikan wanita tadi. Kami pun lalu saling bertanya apakah ada yang mengenalnya. Ternyata tidak ada. Kemudian saya ingat bahwa beberapa kali fotografer memotret ke arah kami (saya duduk hanya berbeda satu orang dengannya sepanjang ibadah). Kami lalu mengecek digital camera masing-masing. Dan ditemukanlah foto wanita ini dalam beberapa jepretan foto. Bahkan ada satu yang hanya dia sendiri. Wanita ini bertubuh sedang, wajah agak lebar dan tirus, berambut hitam dan sedikit sisa cat pewarna coklat, rambut di atas bahu, tapi dijepit kebelakang, kulit kuning langsat dan saat itu memakai kemeja hitam celana krem dan scraf lebar juga berwarna hitam. Memakai tas dengan merek LV. Setelah melakukan sedikit pengecekan ternyata wanita ini pun mengambil uang sumbangan kedukaan dari RT padahal uang tersebut tersimpan di kamar atas. Ia memang sempat berkata akan ke toilet yang letaknya pas di sebelah tangga. Ada yang melihat namun lagi-lagi, semua tidak ada yang berprasangka. Saya, dan tentunya keluarga besar saya, sangat heran dengan 'keprofesionalannya . Wanita ini bahkan mengisi buku tamu. Dan membaur di antara pelayat di tempat pemakaman. Karenanya saya ingin menghimbau agar tetap berhati-hati dan waspada ditengah suasana duka. Tegur atau sapa orang yang tidak anda kenal, lebih baik dianggap lupa saudara daripada disusupi. Ini mungkin modus operandi baru yang dilakukan oleh orang-orang yang sudah mati hati nuraninya. Dengan ini bagi dealer/ toko HP, khususnya merek O2, berhati-hatilah apabila ada yang hendak menjual O2 ATOM Pure dengan nomer imei 357553002564208 karena jelas itu adalah barang curian. Dan bagi anda sang pencuri (yang mungkin tidak menyangka bahwa dirinya akan 'terekam' secara digital, jelas dan detail) bersiap-siaplah, karena sejak tanggal tersebut di atas foto-foto anda sudah kami sebarkan melalui jaringan milis sebanyak yang bisa kami posting. Foto-foto tersebut pun akan saya perlihatkan pada pihak kepolisian. Saya juga berharap seandainya ada stasiun TV yang tertarik untuk menayangkan foto kriminal ini. Anda bisa menghubungi Kompas/Suara Pembaruan Untuk melihat wajahnya. Bagi yang mengenal wanita ini, Kompas/Suara Pembaruan mempunyai nomor-nomor telpon kami yang bisa dihubungi. Mungkin kerugian materi yang hilang tidak terlalu besar, namun kejahatan yang dilakukan ditengah ibadah dan disaat keluarga tengah berduka sungguh biadab. Secara pribadi, saya sudah memaafkan anda, tapi untuk setiap kesalahan dan kejahatan, anda harus menanggung akibat dan resiko yang timbul, bagi dari hukum manusia, terlebih lagi hukum Tuhan. Alexandra Silitonga Pantai Mutiara - Pluit PS. Tolong sebarkan/ forward email ini ke milis yang anda bisa posting supaya jangan ada lagi korban. PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia: The contents of this e-mail and its attachments, if any, are for the intended recipient(s) only and may contain proprietary, confidential or otherwise private information. If you are not the intended recipient or if you have inadvertently received this email, please note that any use, disclosure, copying, distribution or any action taken or omitted to be taken in reliance on this e-mail or any attachments hereto is prohibited and may be unlawful, and that you should delete this e-mail and its attachments, if any, and duly notify us of the miss delivery by e-mailing the sender. [image: FREE Emoticons for your email - By IncrediMail! Click Here!]<http://www.incredimail.com/index.asp?id=99431> -- Best Regards, Johan Huang Jl. Kapur No. 13 Tampan Pekanbaru (28154) HP: 0812 75 89469 [Non-text portions of this message have been removed] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Id-ebook/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Id-ebook/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
