Sebuah eksplorasi menakjubkan tentang gairah dan cinta …
—BBC

Judul: DEVDAS, Kisah Cinta Dua Dunia
Penulis: Saratchandra Chattopadhyay
Penerjemah: Meithya Rose Prasetya
Penyunting: Salahuddien Gz
Penerbit: Kayla Pustaka, Juni 2007, 262 hlm. Rp 35.000,-
(www.kaylapustaka.com)
 

"Tiada satu pun wanita di dunia yang akan mengingkari nikmatnya siksa
cinta. Itulah keindahan yang jarang tertangkap oleh mata, yang
mencipta sebuah bayangan di pedalaman rasa ..." 

Adalah Devdas dan Parvati, dua anak manusia dari kelas sosial berbeda,
yang saling menyayangi sejak kanak-kanak. Tatkala sama-sama dewasa,
Parvati meminta Devdas untuk melamarnya. Ia tidak menolak, tapi tidak
juga menerima. Sebetulnya ia pun mencintai Parvati karena gadis itu
telah banyak mengisi bilik-kenangan masa kecilnya: ibarat kata orang
Jawa, witing trisno jalaran soko kulino (cinta itu datang karena
kebiasaan). Tapi ketika ia melihat parvati dari keluarga biasa, ego
laki-lakinya yang berasal dari keluarga kaya dan terhormat membuat
dirinya bimbang untuk menjawabnya. Namun, karena kasihan, ia
menyanggupi keinginan Parvati dan berbicara pada orangtuanya untuk
melamar gadis itu. Orangtua Devdas menolak mentah-mentah, dan Devdas
pun mengamininya.

Saat Parvati dinikahkan ayahnya dengan seorang duda kaya yang sudah
bau-tanah, barulah Devdas merasa kehilangan. Ia lalu menghibur dirinya
dengan mabuk-mabukan, ditemani Chandramukhi, seorang pramuria jelita
yang mencintainya dengan setulus hatinya. Sebetulnya, dengan
Chandramukhi pun Devdas mencintai, tapi ketika melihat status sosial
wanita itu yang dinilai hina, Devdas lalu menjaga jarak dengannya. Ia
baru menyadari kasih sayang Chandramukhi saat kematian mau menjemputnya.

Chattopadhyay berhasil meramu sebuah cerita menyedihkan dengan gaya
tutur yang lembut dan detail tentang kompleksitas psikologi dua wanita
yang setia dan satu lelaki yang tak punya pendirian, berlatar kondisi
sosial yang patriarkis di India. Oleh beberapa pengamat sastra,
Chattopadhyay disejajarkan dengan Rabindranath Tagore (pengarang
Gitanjali) dan Bibhutibhusan Bannerjee (pengarang Pather Panchali),
sebagai salah satu novelis terkemuka India abad ke-20. Tak pelak,
sejak terbit pertama kali pada tahun 1917, kisah ini kerap
diperbincangkan dari masa ke masa; tak kurang dari 8 kali diangkat ke
layar lebar! 

Kirim email ke