Halo, anda salah memahami maksud saya. saya bukan penentang anda. dari dulu, saya pendukung ebooks bajakan (= ebooks yang dibuat dari buku yang sebenarnya tidak memiliki versi digital asli, atau ebooks versi asli yang dikirim kesana-kemari secara gratis padahal seharusnya bayar). saya sudah ikut milis ini sejak lama, dan telah jadi kolektor ebooks sejak saya kenal internet. saya selalu mempertahankan hak mengakses ebooks ini di forum-forum buku.
postingan saya sebelumnya ingin mendukung orang-orang ayng sudah bersusah-payah menyediakan versi digital dari buku-buku bagus, baik terbitan Indonesia dan terbitan luar. saya menganggap mereka "Robin Hood". saya pernah sangat bersemangat sekali mengkonversi semua versi ebooks yang saya punya ke versi .lit, walau sekarang sudah tidak lagi, karena kecepatan baca sudah kalah dengan kecepatan download. komentar anda ini juga ditujukan ke saya via japri dan telah saya tanggapi pula secara japri. *mina* --- In [email protected], Sunlita Tanggyono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > wah wah, kalo gitu jadi "e-review" deh namanya. kalau memang merasa yakin bahwa peminat printed books tak akan punah (dan memang msh banyak skali peminatnya), lalu apa yang ditakutkan? takut pembajakan? lalu kenapa mp3 bajakan juga tidak pernah musnah? apa itu yang dimaksudkan "menghargai" penulis tapi tak "menghargai" musisi, apalagi programmer. toh selama ini e- book2 yg tersebar gratis bkn e-book2 yg bersifat plagiator? hei, andrea tetap dikenal sebagai penulisnya toh? yaa, kalo memang hanya ingin melihat dari segi finansialnya, secara bijak seharusnya juga ada pemikiran berdasarkan prinsip ekonomi dong?
