beberapa patah  kata dari hanung tentang pembajakan AAC
  http://hanungbraman tyo.multiply. com/journal/ item/12/AAC_ BAJAKAN
  Saya pikir, setelah materi film sebanyak 7 Rheel dibawa dari India menuju 
Jakarta, saya bisa sujud syukur dan berseru 'akhirnya film ini selesai juga.’ 
Sejauh yang saya bayangkan, tidak akan ada lagi persoalan besar yang 
menghadang. Tapi tidak sangka, hasil film ketika diperbanyak di lab Jakarta, 
hasilnya scratch, seperti nonton film ‘Janur Kuning’. Dua lab Film yang ada di 
Jakarta (yang ternyata satu-satunya lab di Negeri ini) tidak bisa menanggulangi 
persoalan itu. Belum lengkap seminggu ada di Jakarta, 7 Rheel Film Ayat-Ayat 
Cinta diterbangkan di Bangkok untuk diperbanyak sekaligus diberi Subtitle. 
Lagi-lagi kita kejar-kejaran dengan waktu karena paling tidak film harus sudah 
jadi tanggal 18 Februari untuk Gala Premiere di Plaza Senayan-Jakarta.
    Di Bangkok, persoalan scratch terselesaikan dengan baik dengan cara 
melakukan duplicate negative film tersebut. Akhirnya, 70 copy film Ayat-Ayat 
Cinta terselesaikan dalam waktu satu minggu. Pada saat dilakukan pengiriman 
melalui bandara Swarnabhumi- bangkok, kita terganjal maskapai penerbangan 
Garuda. 70 Copy tidak boleh di bawa, harus melalui Kargo. Padahal beberapa 
producer pernah melakukan itu sebelumnya dalam airlines yang sama. Kita sempat 
berdebat panjang di depan counter check in. Akhirnya hanya 10 copy saja yang 
bisa kebawa, sisanya harus lewat Kargo. 4 orang yang semula menyertai saya 
membawa 70 copy tersebut akhirnya harus tinggal di Bangkok untuk mengurus 
pengiriman lewat Kargo. Saya semakin was-was karena isyu birokrasi di lembaga 
Bea Cukai bandara terkenal rumit dan banyak preman. Salah-salah film AAC 
terganjal di Bea Cukai. 
    Pada saat saya melakukan pengecekan ulang atas 10 Copy untuk keperluan Gala 
Premiere di Plaza Senayan, saya mendapatkan sms dari teman saya kalau AAC sudah 
ada bajakannya. Saya kaget, karena belum pernah sepanjang sejarah saya membuat 
film, pembajak membajak film Nasional. Saya punya kenalan pengusaha dvd bajakan 
di Glodok yang bahkan pernah bilang ‘Kita tidak membajak film-film Indonesia. 
Kasihanlah, film Indonesia kan lagi tumbuh. Sayang kalau dibajak. Film Amerika 
aja yang kita bajak. Mereka kan udah kaya.’  Saya tersenyum dalam hati. 
Moralitas kadang muncul tanpa kita duga dari jenis manusia seperti apa. 
    Persoalan moralitas dan manusia itu kemudian yang membawa saya menelusuri 
kebenaran berita pembajakan film AAC. Manusia seperti apa yang tega 
melakukannya? Moralitas seperti apa yang dia anut, kalau manusia kelas pembajak 
glodok (yang menyikapi bajakan sebagai bisnisnya) saja bisa menerapkan ukuran 
nilai atas produk yang dia bajak. 
    ‘Saya sangat menyesal mendengar itu, Mas. Kini di Malang sedang geger’  
begitu bunyi sms dari teman saya di Malang. Seperti sebuah bola salju yang 
tergulir, sms-sms lain datang dari Surabaya, Makasar, Jogja. Mereka tidak 
sekedar mengabarkan, tapi memberikan analisa detil gambar, suara dan hasil edit 
atas film bajakan AAC. Bahkan ada yang bilang kalau hasil bajakan tersebut 
sudah di komentari di internet. Subhanalloh!
    Saya cuma bisa diam. Hati saya bergolak. Bukan karena film saya di bajak 
yang kemudian keuntungan yang saya terima sedikit. (Ah, lagi-lagi kalau kita 
bicara materi tidak akan ada habisnya). Mari kita membebaskan diri dari 
kecenderungan menilai pembajakan dari unsur materi. Hal paling besar dari 
pengaruh bajakan adalah: Penonton tidak dididik menghargai kualitas terbaik 
dari sutradara. Film Ayat-Ayat Cinta, sekalipun di bajakan bisa diikuti jalan 
ceritanya, tapi  bukan kualitas terakhir dari sutradara-producer dan kru serta 
pemain. Artinya belum ada music yang layak (Masih musik kasar yang diambil dari 
film Schindler list, Kamasutra, Pasion of Christ, dsb), belum ada tata suara 
yang mendukung seperti suara Ustadz Jefri melantunkan ayat dan doa, suara Fahri 
di masjid Al Azhar saat Talaqi masih suara cewek, suara-suara atmosfer lalu 
lintas di Kairo juga belum masuk. Pendeknya, hasil dari bajakan tersebut belum 
layak untuk menjadi bahan apresiasi penonton. Jika sudah
 begitu, apakah penonton juga layak menilai sebuah produk yang memang belum 
layak untuk di apresiasi?
    Kabarnya, saya mendengar justru yang mengkonsumsi AAC bajakan kebanyakan 
umat muslim pecinta novel AAC. Semoga berita itu tidak benar. Tapi terlepas 
dari semua itu, saya menyayangkan sikap siapapun yang terlibat, baik membajak 
maupun mengkonsumsi bajakan tersebut. Apalagi melakukan penilaian atas dasar 
film bajakan tersebut yang kemudian menghasut, mencerca dan menjelek-jelekkan 
filmnya dan calon penonton yang mau menonton di bioskop. Saya hanya bisa 
berharap kepada Alloh untuk memaafkan orang-orang yang melakukan itu. Bagi yang 
tidak melakukannya, saya ucapkan terima kasih yang paling dalam. Kepadanya, 
saya hanya berharap doa untuk saya tetap sabar dan tidak terpengaruh.
    Jujur, sekali lagi bukan materi yang saya kejar. Lebih dari itu, film ini 
telah membuat saya mencintai lebih dalam agama Islam, karena keindahan Quran 
yang menekankan kesabaran dan keikhlasan umatnya.

Robbana Afrigh alaina Sabran, Wa tsabit Aghdamana wan surna 'alalqoumil 
kafiriin ...

  
  Tags: ketaqwaan itu seni
  Prev: KISAH DI BALIK LAYAR AAC bag. akhir
   


Goldman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Hello Id-ebook,



> Fwd: [terusan berita] Film Ayat-Ayat Cinta Beredar Di Internet
> Posted by: "Juneman" [EMAIL PROTECTED] neumanmail
> Date: Sun Mar 2, 2008 3:02 am ((PST))

> Film Ayat-Ayat Cinta Beredar Di Internet
> Kamis, 28--2008 12:55:05
> Oleh : Rahmi

> Sumber:
> http://halohalo.co.id/index2.php?mod_option=berita&id_kategori=1&posisi=1&id_news=1217&title=Film%20Ayat-Ayat%20Cinta%20Beredar%20Di%20Internet

> Setelah beberapa kali mengalami penundaan jadwal tayang, film
> Ayat-ayat Cinta (AAC) yang dinanti-nantikan khalayak
> ternyata telah beredar bebas di internet.

> Tak hanya sebagian, tapi keseluruhan film saat ini sudah bisa
> diunduh (download) sejak 23 Februari lalu. Kenyataan ini
> tentu mengejutkan, terutama karena film yang diangkat dari novel
> laris Habiburahman El Shirazy ini, baru akan resmi dirilis
> 28 Februari nanti.

> Dalam sebuah blog di Wordpress yang memiliki fasilitas download
> gratis, keseluruhan film ini tersaji dengan file
> berkapasitas 1,2 GB. Melalui fasilitas rapidshare, film ini dapat dimuat 
> dalama 3 keping CD.

> Bila dimuat dalam sebuah keping cakram berkapasitas 100 MB, CD
> pertama dan kedua, masing-masing akan berisi 5 file.
> Sedangkan CD ketiga akan berisi 2 file.

> Di bawah file tersebut, administrator blog memberikan catatan bagi para 
> pengunjungnya.

> "Maaf sebelumnya, saya di sini hanya penerus lidah bagi orang-orang
> yang ingin sekali nonton film ini tapi tak mempunyai
> uang, tidak mempunyai waktu, dll. Saya bukan bermaksud membajak,
> menipu, mengcopy, dll. Atas perhatiannya, saya ucapkan
> terima kasih."

> Film Ayat-Ayat Cinta yang disutradarai Hanung Bramantyo dan
> naskahnya ditulis Salman Aristo dan Ginatri S. Noer ini
> rencananya akan hadir di bioskop pada 19 Desember lalu, tapi karena
> satu dan lain hal, film ini batal diputar.

> Manoj Punjabi sebagai produser film mengkonfirmasi kemunduran itu,
> “Lab result yang sedang kami garap di India belum
> mencapai hasil memuaskan, masih terdapat beberapa kesalahan teknis
> dalam proses editing film ini. Sehingga kami masih
> menunggu,” tutur Pimpinan MD Entertaint ini.

> Kemunculan film yang dibintangi Fedi Nuril, Rianti Cartwright,
> Zaskia Mecca, Melanie Putri, Carrisa Putri, dan Surya
> Saputra di internet itu, konon disambut antusias para penggemar
> yang sejak dari awal sudah penasaran ingin menonton filmnya.

> "Nah ini dia yg tak cari… download semua ah..," seru Toha, salah seorang 
> pemberi respon di blog
> http://kiwil.wordpress.com/. "Asyiiik gratisan, mau download aaaah
> . . . tarik maang", "Top deh buat yang upload",
> "Baguslah, ikutan download ya?", begitu komentar yang lain.

> (ace)




-- 
Best regards,
Goldman mailto:[EMAIL PROTECTED]

Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com 




Yahoo! Groups Links





       
---------------------------------
Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke