kebetulan saya kerja di TOYOTA...
memang kami biasa melakukan GEMBA GENCI GENBUTSU...
yang artinya turun langsung ke lapangan untuk melihat permasalahan yg ada
dan mencari sumber penyebabnya...
jadi kami nggak cuman percaya dengan laporan di kertas...
jadi jangan coba-coba membuat laporan yg bersifat ABS, bisa malu sendiri
nanti...hehehe
"Stepanus
Kawihardja"
<[EMAIL PROTECTED] To
om> id-ebook <[email protected]>
Sent by: cc
[EMAIL PROTECTED]
ups.com Subject
[Id-ebook] Toyota No Kuchhi Guse
(TNKG)
04/28/2008 10:52
AM
Please respond to
[EMAIL PROTECTED]
ups.com
Sebuah review buku dari milist sebelah.
--
Regards,
-=S.K=-
"Dream as if you'll live forever, live as if you'll die today." - James Dean
(1931-1955)
*TOYOTA** NO KUCHI GUSE (TNKG)*
Beberapa hari yang lalu saya mampir ke sebuah toko buku Seibunkan (toko buku
yg hampir ada disetiap kota-kota di jepang). Dalam satu barisan buku-buku
yang saya scaning secara sekilas, ada satu buku yang menarik perhatian saya.
"Toyota no kuchi guse" (TNKG). Toyota = perusahaan mobil terkenal toyota,
Kuchi = mulut dan Guse = kebiasan. Artinya dalam bahasa kita "kebiasan
bicara di toyota".
TNKG ini yang menjadi salah satu faktor kemajuan dari perusahaan mobil
toyota. Kebiasaan bicara yang selalu diucapkan oleh para pimpinan atau
penanggung jawab (kepala pabrik, leader, manager dst. yang memiliki posisi
atasan dan tanggung jawab).
Buku itu menjelaskan beberapa kuchi guse yang sering dipakai oleh
mereka-mereka yang memiliki tanggung jawab di toyota. Salah satu yang ingin
saya sharing di sini adalah sebuah kuchi guse "ore ga itte kita, omae wa
itta ka?", yang dalam bahasa gaul kita sehari-hari "gua udah turun ke
lapangan, elo udah turun belon?". Ini yang selalu diucapkan atasan-atasan di
toyota ketika mendapat laporan trouble dari bawahannya. Satu kebiasaan di
toyota, ketika ada masalah langsung keluar laporan dari bawahan. Tapi oleh
atasan atau si penanggung jawab laporan tersebut tidak dibaca dulu.
Diletakkan di atas mejanya lalu si atasan langsung turun ke lapangan melihat
dengan mata kepalanya sendiri apa yang sedang terjadi di pabrik itu. Setelah
si atasan tadi selesai melihat-lihat, baru kemudian dibacanya laporan dari
bawahannya. Beberapa saat kemudian diadakan rapat terkait masalah tadi.
Sebelum rapat atasan tadi mengeluarkan kuchi guse, "gua udah turun ke
lapangan, elo udah turun belon?". Kalau ada peserta rapat yang belum turun
ke lapangan dan lihat sendiri apa yang sedang terjadi, maka rapat ditunda...
Seorang atasan yang sebelumnya menjadi bawahan merasakan betul ungkapan yang
begitu dahsyat dalam menyelesaikan masalah-masalah yang muncul saat itu.
Dengan turun langsung ke lapangan kita akan dapat mengetahui secara langsung
apa yang sebenarnya terjadi. Tidak terpaku pada laporan bawahan yang kadang
dan kemungkinan disamarkan kondisi yang sebenarnya karena khawatir
disalahkan oleh atasannya. Sehingga ada kemungkinan laporannya dibuat tadi
menjadi tidak valid. Maka sebelum membaca laporan tadi, para atasan di
toyota langsung turun dahulu ke "gemba" (pabrik).
Dan memang, kebiasan para atasan di jepang kerjanya tidak duduk-duduk di
meja kantor saja utk acc atau terima laporan jadi dari bawahannya. Tapi
selalu mondar-mandir kantor, pabrik, kantor, pabrik dan seterusnya.. Dan ini
saya lihat sendiri ketika saya menemani vice presiden perusahaan Indonesia
yang terkait dengan Toyota datang ke pabrik Toyota langsung. Para atasan
turun ke pabrik untuk ngecek kondisi lapangan, diskusi dengan buruh-buruh
yang bekerja menanyakan apakah ada masalah dsb.
Tidak heran kalau perusahaan jepang berhasil dan berada di papan atas
perusahaan-perusahaan internasional...
Bisakah kita mencontohnya?
[Non-text portions of this message have been removed]
--------------------------------------------------------------------------------
DISCLAIMER
--------------------------------------------------------------------------------
This e-mail and any attachment may contain confidential or legally privileged
information for use of Toyota Motor Asia Pacific Engineering and Manufacturing
Co., Ltd(TMAP-EM) only. If you are not the intended recipient, you are not
authorized to copy or disclose all or any part of it without the prior written
consent of the company.