---------- Forwarded message ----------
From: a Y i Sari <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Mon, 19 May 2008 02:57:41 -0700 (PDT)
Subject: [putuss_jia_you] Cangkir Yang Cantik
To: ABANK UI <[EMAIL PROTECTED]>, aktuaria-perbankan
<[EMAIL PROTECTED]>, hanyawanita
<[EMAIL PROTECTED]>, citacinta <[EMAIL PROTECTED]>,
lapanlima <[EMAIL PROTECTED]>, milist_SMA46
<[EMAIL PROTECTED]>, Radio Prambors
<[EMAIL PROTECTED]>, Pengembangan Kepribadian
<[EMAIL PROTECTED]>,
[EMAIL PROTECTED], Ulovers <[EMAIL PROTECTED]>

CANGKIR YANG CANTIK

Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk
mencari
hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah
cangkir
yang cantik.

"Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya.
"Kau benar, inilah  cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si
kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud
berbicara;
"Terima kasih untuk pujiannya, tapi kalian perlu tahu bahwa aku dulunya
tidak
cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok
tanah
liat yang tidak berguna.

Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku
ke
sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop !
Stop !
Aku berteriak,  Tetapi orang itu berkata "belum !" lalu  ia mulai
mencengkeram dan
meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! teriakku lagi.

Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku.
Bahkan
lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian.

Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi.
Tapi
orang ini berkata "belum !"

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai
dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku.

Oh ternyata belum.
Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai

mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop! Aku berteriak.

Wanita itu berkata "belum !" Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria
dan
ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya!

Tolong! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak
sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus
membakarku. Setelah puas  "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan
menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku.

Aku terkejut sekali.
Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir
yang
begitu cantik.
Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala
kulihat
diriku."


Think about this:

Seperti inilah Tuhan membentuk kita.
Pada saat Tuhan membentuk kita,
tidaklah menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata.
Tetapi inilah satu-satunya cara bagi-Nya untuk mengubah kita supaya
menjadi
cantik dan memancarkan kemuliaan-Nya.

"Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila Anda jatuh ke dalam
berbagai
cobaan, sebab Anda tahu bahwa ujian terhadap kita menghasilkan
ketekunan.
Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya Anda
menjadi
sempurna dan utuh  dan tak kekurangan  suatu apapun."

Apabila Anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati,
karena Dia sedang membentuk Anda.
Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu

selesai, Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk Anda.




Regards

- a Y i -
Msn    : [EMAIL PROTECTED]
gmail : clampgirl.sakura





-- 
Sent from Gmail for mobile | mobile.google.com

&*^%&^%#&^
)(*(*&^$%#
(*&^$^(*&)((*^(*^
Yanuar

Kirim email ke