Title   Dalih   :Pembunuhan Massal : Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto
Call Number     :INA X.20, Roosa, D
ISBN/ISSN       :978-979-17579-0-4 ;
Author(s)       :John Roosa
Subject(s)      :Kudeta, Pemberontakan, Pembunuhan massal
Language        :Indonesia
Publisher       :University of Wisconsin Press
Publish Year:2008
Publish Place:USA
Collation       :xxiv+392 hlm; 16 cn x23 cm
Abstract/Notes: Buku ini terpilih sebagai salah satu dari tiga buku terbaik
di bidang ilmu-ilmu sosial dalam International Convention of Asian Scholars,
Kuala Lumpur, 2007. Buku ini pertama kali diterbitkan dalam bahasan inggris,
kemudian diterjemahkan dalam bahasa indonesia oleh institut Sejarah Sosial
Indonesia bekerja sama dengan Hasta Mitra pada januari 2008.

Berita:
Demi Anak Didik, Buku "Dalih Pembunuhan Massal" Tak Perlu Dilarang

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelarangan buku Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30
September dan Kudeta Suharto karya John Roosa yang diterbitkan oleh Institut
Sejarah Sosial Indonesia (ISSI) dinilai tidak perlu. Sudah saatnya sumber
sejarah diluruskan karena bukan berpijak pada pembenaran, tetapi kebenaran
sejarah itu sendiri.
Demikian hal itu diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Guru Sejarah se-Indonesia
Dra Ratna Hapsari, MSi, di Jakarta, Selasa (29/12/2009). Ratna menambahkan,
pelarangan oleh pihak Kejaksaan Agung itu tidak saja bertentangan dengan
prinsip umum hak asasi manusia (HAM), tetapi juga amanat UUD 1945 untuk
meningkatkan kecerdasan masyarakat, terutama para anak didik sebagai
generasi penerus bangsa yang akan membawa tongkat estafet sejarah di masa
depan.
"Apa sebetulnya yang membuat orang jadi gerah dengan buku ini, ternyata
tidak ada sama sekali. Tidak ada opini pribadi si penulis, semuanya
didasarkan riset dan penelitian," ka ta Ratna.
Selama ini, kata Ratna, banyak informasi dalam buku tersebut yang belum
disentuh oleh orang. Dia pikir, semua yang telah dilakukan oleh penulisnya
(John Roosa) hanya berdasarkan penelitian perpustakaan sebagai pijakan dasar
penulisannya. 
"Berdasarkan riset dan penelitian di perpustakaan, yang bahkan itu pun dari
perpustakaan nasional. Banyak dokumen di buku hasil risetnya itu belum
pernah disebut-sebut sebagai dasar bagi tulisan-tulisan sebelumnya. Jadi,
aneh kalau sampai dilarang, kan?" ujarnya.
Ratna mengatakan, demi kepentingan ilmiah, sejatinya sejarah tidak perlu
lagi ditutup-tutupi. Sudah saatnya sumber-sumber sejarah diluruskan, bukan
berpijak pada pembenaran, melainkan kebenaran fakta sejarah itu sendiri.
"Soal sejarah, kita masih terus mencari. Memang, sejarah berpengaruh kuat
pada penguasa saat ini, tetapi sudah saatnya penguasa mengerti bahwa sejarah
nasional itu perlu direduksi, apalagi pemerintah sekarang katanya sudah
lebih demokrasi, iya, kan?" tambahnya.

Download:
http://rapidshare.com/files/330592121/Dalih_Pembunuhan_Massal_G30S.pdf
Berita:
http://nasional.kompas.com/read/2009/12/29/10592887/demi.anak.didik.buku.dal
ih.pembunuhan.massal.tak.perlu.dilarang


Kirim email ke