On Mon, Dec 14, 1998 at 10:01:38PM -0800, NanoTech wrote:
> mau nanya nih .. nggak seberapa penting cuman dari dulu koq nggak ada yang
> nanya ya ??
ini penting, IMO... :)
> kenapa koq "perintah" dan "file name" dalam linux itu susah diinget, terlalu
> panjang dan terlalu cryptic. kan linux memperbolehkan long file name.
nama file panjang justru memudahkan pencarian file, misalnya
di dos ada file lh040598.doc, isi file tersebut ngga bisa ditebak
sebelum isinya dibuka...
> misal :
> - blablabla_1.2.3-0-i386.tgz -> nama file yang dikompres dan di tar
biasanya kita ngga usah ngetik seluruh nama file...
di shell, ketik bla, terus teken TAB, nanti dia lengkapi sendiri,
jadi harusnya jarang jadi masalah...
> - df -> buat check size hd
df itu singkatan dari disk free (IMO)... biasanya perintah2 di linux/unix
yang sering digunakan terdiri dari 2/3 karakter, dan biasanya mencerminkan
fungsinya...
> - file exe koq ngak bisa kelihatan dengan mata telanjang (kalo lewat "ls")
alias ls='ls -F --color', terus coba lakukan ls lagi... :)
> IMHO ... kan sebaiknya :
> - blablabla 1.2.3.0 i386.tgz --> konsistensi strip dan titik nya
IMHO, ini memang tradisi, tapi IMHO juga penggunaan spasi sebaiknya
jangan terlalu sering dipakai, karena mungkin file itu harus
melalui platform yang ngga bisa pakai spasi, dan untuk pakai
spasi di shell harus pakai quotes, jadi agak merepotkan...
> - hd_size --> paling nggak buat pemula lebih gampang dimengerti drpd "df"
ngetiknya susah... :)
> - kan sebaiknya file mempunyai akhiran yang membuat gampang di inget mis
> ".tgz", ".tar", ".doc".
sekarang kan memang umum digunakan akhiran2 itu...
di unix, extension bukan keharusan, tapi IMHO sebagai
pembantu untuk mengidentifikasi jenis file secara cepat...
> dan lagi peletakan file aplikasi yang baru di install pada direktory. kenapa
> selalu terpisah kayak win95 ya ? kenapa nggak kayak DOS .. yaitu semua file
> (buat suatu aplikasi) diletakkan pada satu direktory kecuali file yang harus
> di share (ya apa boleh buat) boleh diletakkan ke direktory yang laen.
saya juga kurang suka perilaku ini, jadi susah diuninstall,
jadi kalau install software dari sourcenya lebih baik diinstall di
direktori kosong, misalnya mau nginstall kde, install di /opt/kde,
nanti kalau mau ngehapus gampang...
kecuali kalau pakai package manager, misalnya rpm atau deb, biasanya
sudah ada fungsi untuk melihat anggota package, misalnya di redhat:
rpm -qa -> untuk melihat package yang terinstall
rpm -qf /bin/ls -> untuk melihat package yang memiliki file /bin/ls
rpm -ql fileutils -> untuk melihat anggota package fileutils
pengalaman saya, perintah2 ini sangat berguna...
--
Windows NT is so stable that it 'only' crashes once a week...
- PC Week
______________________________________________________________________
Utk berhenti langganan kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Sudah cari di arsip? http://www.mail-archive.com/[email protected]/
Utk info netiket, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Current subscriber count: 626