GunGP wrote:
>
> M Nasar wrote:
> > engak...
> > asal direktory yang lama di rename dulu
> > misal :
> > # cd /usr/src/
> > # mv linux linux.lama
> > # tar xvfz source.kernel.baru
> terima kasih atas penjelasan teman2 semua ... free space hd saya tinggal
> sedikit jadi kalo extract tarballnya nggak bakalan cukup ... mo hapus
> direktori /usr/src/linux takut nanti ada yang kepake (saya pake redhat
> 5.1), jadi kalo saya langsung extract aja trus nimpa file2 yang lama apa
> nggak ada masalah ?
kalo emang bener2 mau disimpen semua, mending gini:
# cd /usr/src
# mv linux linux-lama
# tar cvfz linux-lama.src.tar.gz linux-lama
(atau pake bzip2 kalo mau lebih padet, bisa irit sekitar 2MB mungkin, tapi
lamaaaa deh.. apalagi kalo pake pentium < 200)
# mv /path/ke/linux-baru.src.tgz /usr/src
# tar xvfz linux-baru.src.tgz
biasanya yg dipake dr source treenya kernel cuma subdir includes aja untuk
compile program yg butuh system spesific headers dr linux, jadi kalo sudah
punya kernelnya (dr source yg lama), dan nggak butuh lagi sourcenya, ya
cukup disimpan subdir includes aja, sisanya bisa dibuang, baru bongkar
source baru..
----------------------------------------------------------------
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Current subscriber count:
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- Current subscriber count: 633