On Mon, 11 Jan 1999, Budhi Benedictus wrote:
> Saat ini ada beberapa cita2 saya di Balongan ini
> 1. Buat mail Server dgn Linux + Qmail dan bisa keluar/masuk walau tetep di
> belakang firewall
>
ide untuk seperti ini adalah kita memanfaatkan port yang diperbolehkan
lewat (misal user port, atau http port, atau yang lain) untuk menumpangkan
protokol lain. seperti kita ingat, hampir setiap program jaringan tcp/ip
di unix ada pilihan pakai port lain. namun demikian, karena pakai port
yang nggak umum, server kita yang di dalam firewall tidak bisa berhubungan
dengan sembarang server, jadi perlu gateway di luar firewall yang ngerti
fenomena ini.
Tentang layanan mail, gateway yang diluar itu jadi MX server, mail untuk
tujuan server di dalam firewall akan ditampung dulu di gateway, baru
dikirim (lewat port khusus) ke server di dalam firewall.
> 2. Buat AMPR Gateway dgn Linux spy para amatir radio bisa pake radio paket
> disini
>
pelan - pelan saja dan rasanya nggak selalu harus AMPR Gateway:
1. sesama amatir di sekitar sana bisa radio paket, pakai private IP dulu
atau langsung minta jatah IP AMPR-net.
2. lewat frekuensi HF misalnya, bisa nyambung ke sesama amatir di bandung
atau jakarta, berarti sudah ada gateway
3. daftarkan amatir radio di sana dalam AMPR-net, termasuk minta email
address AMPR-net
kurang lebih begitu...
> Saya kira beberapa sebabnya antara lain :
> 1. Rasa malas untuk mempelajari hal yg baru
>
saya baru ngomong dengan seorang rekan di sini masalah ini. kebetulan kan
dia sudah punya istri dan anak satu. saya gampang aja bilang, kalau orang
bisa bekerja keras demi anak istri, kenapa nggak bisa 'belajar keras' demi
yang sama ??? bukankah dengan belajar berarti ada tambahan peluang untuk
pendapatan secara langsung atau tidak langsung...
> 2. Ketidak-mampuan mengikuti perkembangan / hal-hal yg baru (sbg akibat dari
> no.1)
>
plus sebagai akibat dasar yang kurang serta pola pikir yang buruk (sisa
pendidikan dasar yang kurang baik).
Namun demikian, kalau tekad sudah dipasang, semua hambatan satu demi satu
bisa diatasi.
> 3. Menggantungkan pekerjaan sepenuhnya kpd anak buah
>
Hmm, biasanya hal - hal yang sudah manajerial (membuat rencana kerja,
budgeting, evaluasi, pembinaan SDM, ...) tidak mungkin dilimpahkan
sepenuhnya ke anak buah. mungkin bisa saja waktu masih dalam draft, tapi
di rapat pimpinan kan nggak mungkin si 'ajudan' dibawa serta :-)
> 4. Konsekwensi no.3 artinya ada anak buah emas ada anak buah perunggu
> 5. Padahal anak buah emas menganut system yg sama alias system lama (jadi
> utk kemampuan susah majunya)
> 6. Timbul dilema yg pintar tapi kurang disukai (krn anak perunggu) yg
> disukai (anak emas) tapi nggak pintar
>
dalam iklim reformasi dan globalisasi, pimpinan yang demikian cepat atau
lambat tergusur, termasuk beserta sang anak emas, karena solusi dari si
anak emas tidak mampu mengatasi tuntutan jaman.
> 7. Jadi deh lingkaran birokrasi yg susah dibereskan .....
>
ingat simpul (apa namanya ?) yang ditebas pakai pedang oleh Alexander
Agung ? jangan pakai cara konvensional dalam mengatasi yang emang sudah
tidak mungkin diatasi dengan cara konvensional. dari ave masih ada jalan
lain ke roma :-)
> Seneng juga ada kaum hawa di milis ini .. salam kenal buat mainframe
>
yang saya belum dengar komentar bung Iwan Herkusut, sang ahli sosiologi
kita yang dulu teriak - teriak yang cewek unjuk diri itu :-)
+- and with none but Allah is the direction of my affair to the right issue;
/ /_/ _/ /_/_/_/_/ on Him do I rely and to Him do I turn (QS 11:88) ///
_/_/_/_/ _/ HDS5 _/ [EMAIL PROTECTED] (Syafrudin)
/_/ _/ /_/_/_/_/_/ = pramuka.org - linux.or.id - estuary.klwarta.or.id =
______________________________________________________________________
Utk berhenti langganan kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Sudah cari di arsip? http://www.linux.or.id/milis.php3#arsip-id-linux
Utk info etika diskusi, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]