>Halo... saya baru di milis ini... mudah2an boleh ikut nimbrung... :)
>
>PCI atau ISA Card ?
>Kalo ISA, mungkin bisa dicoba dengan mematikan fungsi PnP-nya, dan
>mengeset secara fix IRQ dan IO-Addressnya dengan memakai driver
>bawaannya. Trus di Linux bisa disetel dengan driver untuk NE2000.
>
ISA dan sudah dicoba kombinasinya, pnp off, driver dicobain satu2, pnp on
driver dicobain satu2 (tentunya yang umum), termasuk NE2000 sudah dicobain
dan mr Bao minta lebih spesifik data cardnya sampai no.seri dan menurut
beliau Intel telah merubah pengadressannya, sehingga beliau nolongin untuk
menghubungi Intel, jawabannya ya itu.. nggak digubris sehingga beliau nggak
jadi bikinin modulnya.
>Bedanya modem itu dengan modem lain sebangsa Motorola Lifestyle,
>Hayes, USR apa sich ?  Mestinya kalo sama aja ya jalan donk...
>
Beda diberatnya, yang ini lebih berat dan juga mahal, sambungannya sama ke
telepon.. sorry becanda... memang agak sulit kok mas..
Kata orang sejenis modem ISDN gitu.. sepertinya sudah mulai ada titik terang
nih.. ya ditambah sedikit AT scriptnya dan juga dibantu dengan setting dari
panel, sudah mau connect cuma belum bisa capture IP.. berarti sebentar lagi
bisa... hore...
>yang ini saya ngga ngerti... :)
>
Ya... sama saya juga udah cape' nyobanya dan akal2annya dengan UMS-DOS.
Sebetulnya bisa sih, pasang aja ide yang dipakai untuk boot serta o/s
dasarnya, yang hot-swap buat file container, cuma nanti aja pas abis garansi
sehingga bisa lebih tenang buka segel... sekarang masih kuatir.. he.. he
>>4. Yang terkini adalah saya sedang dalam proses membuat koneksi dedicated
>ke
>
>Loch... kenapa dengan V35 ?
>Kalo untuk meng-handle NTU-nya saja, bisa pake EIA/TIA-232, yang mana
>itu berupa kabel dari DB-60 ke DB-25. Kalo V.35 itu dari DB-60 ke 34-Pin.
>DB-25 kan bisa dicolokkan ke port serialnya komputer.
>Trus nanti minta ke ISP tersebut untuk mengeset memakai protokol PPP,
>bukan HDLC.
>
Betul sekali mas... dan setelah cape' nerangin ke orang ISP, trus dibilang
kami cuma bisa ngusahain yang seperti ini.. lha yang punya jaringan kan
mereka, dia nggak mau pakai yang lain.. yang paling kami support Cisco..
karena sudah biasa jadi gampang, dia nggak pikir kantong orang yang susah..
:)
>
>Hm... mestinya sich bisa... tergantung akal2an kita aja... soalnya biasanya
>drivernya emang sulit dicari...
Kalau cuma sulit, kemanapun dicari tapi memang menthok.. yang bisa dulu
deh.. barangkali tambah lama tambah lengkap supportnya kan gampang juga
jadinya, cuma mangkelnya ini lho..
>
>Regards,
>Adrian Purnomo
>(yang telat ikut milis id-linux... :) )
>
Makasih tanggapannya mas...
>
>
--- umar ---



______________________________________________________________________
Utk berhenti langganan kirim email ke [EMAIL PROTECTED] 
Sudah cari di arsip? http://www.linux.or.id/milis.php3#arsip-id-linux
Utk info etika diskusi, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke