Pipit wrote:
> 
> Pertama, saya membaca bahwa kalau komputer mau dimatikan, maka
> linuxnya harus di shutdown dahulu.
> Pertanyaannya, apa yang bisa terjadi, katakanlah kalau listrik rumah
> saya engga begitu bagus dan engga punya UPS ?
> Terus kalau terjadi "sesuatu" bagaimana memperbaikinya ? Apakah ada
> defrag atau scandisk di Linux ?
fsck  (kalo nggak salah, kependekan dari filesystem check)
seringkali, Linux mampu memperbaiki error pada disk secara otomatis,
sehingga user tidak perlu menjalankan fsck manual

> Yang kedua, dibandingkan dengan Novell, apakah
> setelah kita install linux di satu komputer (server), di workstation
> (komputer lainnya) harus diinstall juga linux ? Atau hanya sebagian
> saja ? Seperti hanya boot loader di Novell ?
Linux juga memiliki kemampuan remote boot bagi diskless workstation.

Sebenarnya fungsi komputer yang dipasangi Linux lebih
mirip server NT daripada server Novell Netware; user juga bisa 
bekerja di server.

> Soalnya terus terang masih belum memahami prinsip client-server di
> Linux.

mesti disadari dulu, yang di-client-server-kan apanya?
Linux bisa menjadi (dengan cukup mudah)
  file server
  printer server
  web server
  ftp server
  news server
  mail server
  dsb ....

sementara server NT maupun Novell Netware lain agak lebih terbatas 
fleksibilitasnya.

-- andika
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
turn off your animated screen saver, it sucks all your CPU time
don't play MP3, it's a CPU hog too; run THE rc5des client  
join http://stats.distributed.net/cgi/tmsummary.idc?TM=6362

______________________________________________________________________
Utk berhenti langganan kirim email ke [EMAIL PROTECTED] 
Sudah cari di arsip? http://www.linux.or.id/milis.php3#arsip-id-linux
Utk info etika diskusi, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke