>Kalau merajai pasar OS di Ind. krn Linux is freeware, kemungkinannya ada.
Salah satu keuntungan komparatif Linux di Amerika terhadap Windows NT adalah
karena dia freeware. Di Indonesia praktis ini tidak berlaku karena Windows
NT bisa dibilang juga 'freeware' yg diseberkan melalui macam2 'distribution'
CD-ROM lengkap dgn software lain (kalau perlu dari competing software house)
dalam satu disk yg berharga nominal plus ada 'support network' dari penjual
hardware, hobbyist, dsb. yg mungkin lebih responsif dari support resmi
Microsoft. Jadi kalau mau memperjuangkan Linux, tugas kita lebih berat di
sini, karena OS lain menyebar seperti Linux juga (walaupun illegal). Tapi
kalau nanti berhasil di sini itu terbukti memang karena keunggulan teknis Linux.
>Ttp apa kita sudah siap dengan solusi-solusi thd isu-isu sekuriti seputar
>Linux ? Misalkan, Bank BHS menginstalasi Linux. OK, pertama kali senang krn
>tanpa biaya begitu banyak tercipta client dan atau server. Ttp, keesokan
>harinya, krn sekuriti yg diterapkan tidak tepat, Bank BHS kelimpungan. Kalau
>kasusnya begitu, jangan-jangan dinyatakan bhw BHS likuid krn LINUX :-)
Linux bisa dibuat sangat secure dan kalau ada security hole, pembetulannya
termasuk yang paling cepat (OS lain harus menunggu pabriknya keluarkan
patch). Tapi harus hati2 dalam menginstall. Default setting out-of-the-box
sering tidak aman. Dan harus rajin-rajin lihat di Internet (misalnya
www.rootshell.com) kalo ada security hole baru dan pembetulannya. Sekuriti
itu hubungannya dengan kebiasaan administrasi yg baik dan benar, bukan
semata-mata soal OS. Bahwasanya banyak lobang yg ditemukan di OS seperti
Linux & freebsd itu artinya kalau ada masalah cepat terangkat ke permukaan
dan diselesaikan.
<@ PJ "Asa" Wirapati
/ \ Bioinformatics Unit, EIMB
/| |\ Powered by Linux
( )_ Since 1994
"^"
-
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN: 'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]