At 08:49 98/09/30 +0700, Achmad Syafii wrote:
>
> Linux yang banyak digeluti oleh orang-orang yg bersifat pribadi bukan bisnis
> kadang enggan menanggapi pertanyaan yg saya sampaikan ke id-linux mungkin
> karena pertanyaan yang saya sampaikan sangat sepele sehingga tidak jarang
> saya putus asa karena tidak ada orang di id-linux yang memberi bantuan
> dengan sepenuhnya, kalaupun ditanggapi hanya sekedar menjawab.
>
> Saya hanya berharap agar id-linux memberi tanggapan dg sepenuh hati apabila
> ada pertanyaan yang simple sekalipun ibarat orang akan lulus menjadi sarjana
> tentu harus lewat TK, SD, SMP dst jadi tidak ada Sarjana tanpa adanya TK, SD
> . . .
> Dan bagi yg sudah master-master jangan enggan-enggan meberi bantuan kepada
> pemula di LINUX, walaupun saya tahu ilmu itu diperoleh sengan susah. Tapi
> menurut saya untuk yg dasar-dasar berikanlah secara gratis sedangkan untuk
> yang materi canggih baru boleh di bisniskan.
>
Saya rasa tidak ada yang setengah hati menanggapi semua pertanyaan
walaupun hanya soal sepele saja disini. Hanya saja kesempatan dan
waktu untuk menulis yang terbatas sehingga nampak seperti itu.
Pada prinsipnya semua user atau calon user Linux diasumsikan memiliki
"ngoprek"-sense seperti yang diutarakan pak Made, jadi jawaban yang
sedikit itulah yang dijadikan hint untuk menjajaki langkah-langkah
selanjutnya. Dan saya yakin, banyak semua yang menggali pengalaman
"bergaul" dengan Linux atau Unix pada umumnya banyak berpedoman pada
Howto, README, man, etc. Dan lagi memang modal utama untuk menjadi
administrator sistem Unix adalah "membaca" seperti petuah yang sela
lu diberikan oleh pak Budi Rahardjo.
Yang lagi mumet sama modem ISDN,
--
Harry Prihanto (HP789)
mailto:[EMAIL PROTECTED]
http://www.hokuto.nagaokaut.ac.jp/~harry
----------------------------------------------------------------------
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.vlsm.org/linux-archive/
Linux CD: [EMAIL PROTECTED]