Teman-teman,
Kami dari Yogyakarta bermaksud menyelenggarakan konferensi
virtual bertema 'Komputasi Berbiaya Rendah di Indonesia'.
Konferensi ini bersifat virtual, karena dilakukan melalui medium
Internet dengan bantuan sebuah software CSCW (computer-
supported collaborative work).
Untuk itu kami mohon untuk menyebarkan informasi berikut ini
ke lingkungan teman-teman (kampus, sekolah, kantor, dll) yang
relevan dengan tema seminar.
Kami juga sangat mengharapkan partisipasi aktif berbentuk
makalah untuk dipresentasikan dalam konferensi virtual ini.
Pengalaman dalam menyelenggarakan konferensi virtual ini
kelak akan kami tuangkan dalam bentuk sebuah laporan/paper,
yang kami harapkan dapat digunakan untuk mendukung
pengembangan teknologi informasi berbiaya rendah di Indonesia
(Tentu saja pemasyarakatan Linux termasuk di dalamnya :)).
Terima kasih atas perhatiannya, dan kami tunggu partisipasi anda.
Salam,
Lukito E. Nugroho
Andhy Setiyo Nugroho
Alfred Alinazar
-------------------------------------------------
Konferensi Internet
Komputasi Berbiaya Rendah di Indonesia (Kayaria'98)
CALL For PAPERS
Tema:
Komputasi Berbiaya Rendah dalam Era Krisis Ekonomi di Indonesia
Venue:
The 'Net, 7 - 13 Desember 1998
Latar belakang
-----------
Komputasi berbiaya rendah (KBR) adalah komputasi yang menggunakan
komponen-komponen perangkat keras dan perangkat lunak yang dapat
diperoleh atau dibuat dengan biaya yang terjangkau oleh para
pemakainya.
Definisi ini mengandung pengertian bahwa KBR mengacu pada aspek
biaya
dan bersifat relatif terhadap pemakainya di lingkungan tertentu.
Sebagai contoh, definisi berbiaya rendah bagi pemakai di Jakarta
tentu
berbeda dengan definisi bagi pemakai di daerah.
Di dalam KBR, faktor kualitas dan performance sistem komputasi
yang
dihasilkan bersifat ortogonal terhadap faktor biaya yang menjadi
titik
tolak KBR. KBR beranggapan bahwa kualitas dan performance tetap
dapat
dicapai meskipun berangkat dari keterbatasan dana dan sarana. KBR
berusaha meningkatkan rasio kemanfaatan-biaya untuk suatu sistem
komputasi di lingkungan tertentu.
Cakupan permasalahan KBR tidak dapat didefinisikan secara ketat.
Secara umum dapat dikatakan bahwa segala usaha untuk membuat atau
mencapai sebuah sistem komputasi yang sesuai dengan definisi di
atas
dapat digolongkan ke dalam KBR. Dengan tidak membatasi
cakupannya,
diharapkan KBR dapat memicu kreativitas para pemakainya atau
siapa
saja yang berminat untuk lebih mengembangkan KBR di
lingkungannya.
Tidak ada pula usaha formal untuk membatasi perbedaan relatif
antara
lingkungan satu dengan lainnya. Sifat alamiah KBR adalah
kegenerikannya
(genericity) yang tinggi, dan darinya diharapkan muncul jembatan-
jembatan penghubung antar lingkungan seiring dengan perkembangan
KBR.
Hal lain yang menjadi ciri utama KBR adalah atmosfer keterbukaan
dan
kegotongroyongan yang cukup terasa. Para pengembang KBR memiliki
satu
persamaan dasar : keterbatasan. Ditinjau dari aspek sosial,
keterbatasan
ini akan menimbulkan rasa kebersamaan sebagai ikatan di antara
mereka,
yang akhirnya dapat memunculkan sinergi baru. Contoh fenomena
sinergi
yang amat kuat ditunjukkan oleh komunitas pemrogram di Internet.
Di Indonesia, KBR belum banyak dikenal dan dimasyarakatkan secara
formal, padahal KBR memilik potensi yang sangat besar untuk
menyele-
saikan dua persoalan dunia komputer di Indonesia : keterbatasan
dana
dan kualitas sumber daya manusia. Untuk masalah dana, KBR
menawarkan
solusi langsung dengan memotong sebagian besar anggaran untuk
pengadaan
perangkat keras maupun lunak. Sebagai contoh, penghematan
perangkat
keras dapat dilakukan dengan cara optimalisasi perangkat keras
yang ada.
Penghematan di bidang perangkat lunak dapat dilakukan dengan
penggunaan
perangkat lunak yang dapat diperoleh dengan cuma-cuma.
Untuk masalah peningkatan kualitas SDM, KBR menawarkan sebuah
paradigma
baru dalam pemanfaatan sistem komputer. Selama ini penggunaan
sistem
komputer di Indonesia selalu dilandasi oleh kepentingan bisnis
yang
berorientasi pada komersialisme dan kompetisi bisnis. Tidak semua
lingkungan di Indonesia dapat menerima paradigma tersebut,
sehingga
pemaksaan paradigma bisnis komersial tanpa pandang bulu tanpa
disadari
telah membuat sebagian besar SDM di Indonesia kehilangan
apresiasinya
terhadap sistem komputer sebagai alat bantu bagi manusia.
Gejala-gejala
yang muncul antara lain : maraknya pembajakan perangkat lunak,
hilangnya
motivasi untuk berkreasi dengan perangkat keras maupun lunak. KBR
dengan
sifat kebersamaan dan keterbukaannya diharapkan dapat mengikis
problem
ini. KBR secara bertahap mengubah cara pandang mereka terhadap
dunia
komputer dan menumbuhkan apresiasi mereka terhadapnya.
Berbekal pandangan ini kami mencoba memulai usaha untuk lebih
memasya-
rakatkan KBR di Indonesia, salah satunya melalui konferensi ini.
Berbeda dengan konferensi atau seminar lain pada umumnya,
konferensi
Kayaria'98 ini dilakukan secara virtual. Para pemakalah dan
peserta
berkomunikasi via Internet melalui sebuah program kolaborasi
berbasis
Web. Untuk dapat berkonferensi, baik pemakalah maupun peserta
lain
memerlukan browser Web. Pemaparan makalah dilakukan dengan
memasang
file makalah dan file slide (jika ada), dan tanya jawab serta
diskusi
dilakukan melalui mekanisme posting seperti terdapat dalam
newsgroup.
Semua aktivitas dalam konferensi ini berlangsung dalam kendali
program
kolaborasi.
Perbedaan lain adalah sifat konferensi yang cenderung bottom up.
Kami
lebih menekankan partisipasi umum dalam penulisan makalah
daripada
mengundang pemakalah tamu. Hal ini dimaksudkan untuk lebih
merangsang
pemasyarakatan KBR di lingkungan para peserta.
Topik
-----
Topik-topik yang ditawarkan meliputi, tetapi tidak terbatas pada,
topik-topik yang tercantum dalam daftar berikut ini.
KBR dan pendidikan di Indonesia
Aspek-aspek sosial dan bisnis dari penerapan KBR di
Indonesia
Seputar Linux, FreeBSD, dan sistem-sistem operasi
sejenisnya
OpenSource dan penerapannya di Indonesia
Jaringan komputer berbiaya rendah
Produk-produk berorientasi OpenSource
Pemrograman berbasis jaringan dan Internet
Optimisasi perangkat keras
Sistem-sistem pendukung KBR
Ketentuan penulisan makalah
----------------------
1. Menggunakan format ilmiah standar (dengan mencantumkan sitasi
dan
referensi pada bagian yang diperlukan)
2. Panjang makalah maksimum 10 halaman cetak
3. Perlu diperhatikan bahwa para peserta konferensi memiliki
latar
belakang yang beragam. Untuk itu gaya penulisan makalah
diharapkan
lebih bersifat populer, bukan menggunakan gaya penulisan
publikasi
ilmiah pada umumnya Menggunakan format HTML standar, sedapat
mungkin
menghindari kemampuan (features) spesifik milik browser
tertentu
4. Makalah dan abstrak dituliskan pada file terpisah dan
dikirimkan secara
elektronis melalui e-mail kepada :
Lukito Edi Nugroho
e-mail : [EMAIL PROTECTED]
selambatnya tanggal 21 November 1998
Penulis yang makalahnya diterima akan menerima pemberitahuan
paling lambat
tanggal 30 November 1998.
Jika pemakalah ingin melakukan modifikasi pada makalah yang
dinyatakan
diterima, maka makalah dalam bentuk final paling lambat diterima
pada
tanggal 4 Desember 1998. Jika pada tanggal ini modifikasi makalah
tidak
diterima, maka makalah versi pertama yang akan dipresentasikan.
Tanggal-tanggal penting
-----------------------
21 Nov 98 Pendaftaran peserta dan pemakalah ditutup.
30 Nov 98 Pemberitahuan makalah yang diterima.
04 Des 98 Makalah siap dalam bentuk final.
7-13 Des 98 Pelaksanaan konferensi.
18 Des 98 Publikasi prosiding elektronis.
----------------------------------------------------------------------
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.vlsm.org/linux-archive/
Linux CD: [EMAIL PROTECTED]