-----Original Message-----
From: Susanto <[EMAIL PROTECTED]>
>Saya mempunyai konfigurasi dua komputer yang dihubungkan dengan thin
>ethernet(rencana akan di-expand). Satu komputer mau saya bikin file server,
>seperti novell itu lho .. semua program, aplikasi dan data ada di server.
>Distribusi Linux yang saya punya adalah Debian 1.3.1.
Untuk bikin file server ya enggak butuh apa-apa, di distribusinya sudah ada. Pokoknya
pasang networkingnya (TCP/IP dkk.) sudah cukup. Tinggal nge-set driver untuk NIC,
TCP/IP (nomor IP, hostname, DNS server kalo mau) dan NFS supaya direktorinya bisa
di-mount dari mesin lain.
Tapi tergantung juga mesin client-nya, Linux juga bukan. Kalau Windows ya perlu NFS
client di situ. Kalau NFS client di Windows nggak ada, bisa pakai Samba (SMB; session
message block, protokol printer/file sharing dari Winslow) di Linuxnya.
Linux punya smbd (untuk jadi fileserver) dan smbclient (untuk jadi client). Kemarin
baru coba smbclient aja sih, baca file di drivenya NT dari Linux. Tapi kayaknya smbd
nggak repot juga settingnya.
Kenapa nggak sekalian coba NFS-root? Dengan itu mesin clientnya nggak perlu harddisk,
floppy saja. Cuma, pengalaman dengan Ether 10Mbps untuk X rada pelan juga kalau memori
8 meg saja dan graphics card pakai VGA; kesulitannya adalah swapnya. Tanpa swap,
konfigurasi seperti itu cuma bisa jalankan terminal (xterm).
Kayaknya sih kalo pake Ether 100Mbps, RAMnya 16M, graphics cardnya pakai akselerator
bakalan mencukupi untuk jalankan X dan web browser.
-Oki
_____________________________________________________________________
Administrasi milis: echo help | mail [EMAIL PROTECTED]
Administrator: [EMAIL PROTECTED]