John wrote:
> 1. Kenapa namanya harus zImage sih? Bisa nggak diganti sama yang lain?
kalo "make zImage" itu sudah aturan dari make yg ada di Makefile, jadi
seperti memberitahu si make apa yg mau dibuat. kalo sudah jadi kernel
imagenya, terserah sih mau dikasih nama apa juga, asal bisa dikenali
lilo/loadlin. Saya pake loadlin, kira2 begini:
C:\>loadlin namakernel root=/dev/hda3 rw

> 2. BTW setelah install Red Hat hampir beberapa hari, saya baru sadar. Koq
> Red Hat nggak nanyain mau bikin boot disk apa nggak waktu installation-nya
> sih? Kalo Slackware khan ada fasilitas untuk buat boot disk. Red Hat?
di /usr/src/linux/ coba baca README, ada caranya untuk bikin bootdisk
setelah jadi kernelnya, kalo nggak salah "make zdisk".
 
> Setelah reboot, alamak... hua. huua.. hha... SYSTEM HALTED. Tanpa ada pesan
> lain. Yah, Linux saya hancur!!! Untung masih bisa boot ke Win95. Ini kenapa
> bisa gini yah?
kalo mau sering eksperimen, mending boot pake disket terus, atau pakai
loadlin aja deh lebih enak.
setelah selesai compile kernel, langsung boot sehingga fat32 bisa dikenali,
terus setelah fat32 dimount, copy kernelnya ke sana. sehingga nanti bisa
dipake sama loadlin.
utk loadlin+win95 ada mini-howtonya..
 
> (katakanlah SB16) itu berupa module, terus saya compile ke dalam kernel khan
> jadi bukan module lagi...waktu kita compile kernel (sehabis make zImage),
> apakah musti menjalankan make modules terus make modules_install?
walaupun cuma ada satu komponen kernel yg anda pasang sebagai modul, ya
harus.

> Gunanya make modules dan make modules_install itu apa sih?
make modules ya untuk compile modules, karena sewaktu make zImage nggak
dimasukkan di kernel.
make modules_install buat install modulesnya di directory yg benar, misalnya
/lib/modules-2.0.35

> Bisa kasih contoh kasus dimana kedua perintah itu harus dilakukan?
minimal ada satu komponen dr kernel yg dibuat modul.
 
> Anyway symlink sama link itu sama nggak sih?
symlink itu symbolic link atau soft link, ada lagi hard link kalau nggak
salah, tapi saya nggak tau jelasnya, cuma pernah denger sekilas aja..
 
> 6. Kalo kita mo upgrade kernel, saya harus download apanya? Source-nya aja
> boleh nggak?
kalau sebelumnya sudah punya sourcenya (misalnya 2.0.35 mau upgrade ke
2.0.36) bisa download patchnya aja, jauh lebih kecil. nanti tinggal di patch
source yg sudah ada, kemudian kompile lagi.
 
> Wuih, sorry yah nanyanya agak panjang, soalnya there's a lot that I haven't
> understand =)
sama-sama belajar lah.. saya juga nih..
 
-- 
Ronny Haryanto @ http://come.to/ronny -- /usr/bin/fortune says:
"Are you a Klingon, or is that a turtle on your head?"

----------------------------------------------------------------------
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] 
Archive: http://www.vlsm.org/linux-archive/
Linux CD: [EMAIL PROTECTED]



Kirim email ke