On Thu, 19 Nov 1998, NanoTech wrote:

> -------------
>         Misalnya bung Avatar mendapatkan kesulitan di suatu bidang (jangan
> linux ... ntar terlalu mudah untuk bung Avatar) dan Bung Avatar telah
> mencari
> mati-matian semua sumber yang ada (tanpa bertanya). Dan hasilnya NOL BESAR.
> lalu Bung Avatar bertanya pada "seorang yang mungkin lebih tahu". Dan orang
> tersebut menjawab secara offensif "baca dong buku bla bla bla,  do it first"
> dan orang tersebut jawabannya tidak menyelesaikan masalah bung Avatar.
> Padahal bung Avatar telah membaca buku bla bla bla tersebut banyak kali dan
> berulang kali mencobanya. namun berhubung keterbatasan kemampuan kurang
> memahami "gimana cara mengatasi masalah ini".
> -------------
> 

Sepakat...jalan yang ditempuh memang sudah benar
kadang-kadang jauh lebih cepat belajar dari teman yang lebih dulu tau.

Pengalaman pribadi saya, sering muncul rasa bosan
karena mungkin pertanyaannya terlalu sederhana
atau terlalu sering ditanyakan
atau juga karena tidak menarik (padahal saya tahu jawabannya)

Pada akhirnya jadi masalah mood
kalau lagi nggak mood jawab, saya lebih memilih diam
atau langsung hapus saja mailnya..:-)
daripada mengeluarkan kalimat yang aneh-aneh (sorri ya Boy..:-)

Apapun kondisinya,
kalau kebetulan ada yang bertanya dan kebetulan juga saya tau jawabannya
dengan senang hati akan saya jawab.
hanya saja, kalau lagi nggak mood ngejawab, harap dimaklumi saja..:-)



Bimo H. Purbo
-------------------
[EMAIL PROTECTED]
http://www.ms.itb.ac.id/~bimohp


----------------------------------------------------------------------
Unsubscribe: [EMAIL PROTECTED] 
Archive: http://www.vlsm.org/linux-archive/
Netiket autoresponder: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke