On Sat, 13 Jun 1998, Mohammad DAMT wrote:
> Tapi apa gak kasihan sama yang dicantol...kalo line yang dicantol itu
> milik orang2 kayak kita kan kasihan juga, kecuali kalau line yang dicantol
> itu milik pejabat2 brengsek (yang kayaknya gak mungkin tinggal di gang).
> Soalnya saya pernah denger kalo kabel telp itu gak seperti kabel listrik,
> artinya satu kabel itu memang sudah dijatah untuk satu rumah. mohon
> dikonfirmasi bagi yang tahu mengenai hal yang saya dengar ini.
Saya setuju soal TIDAK cantol-mencantol model begini, banyak cara yg
lebih menarik tanpa merugikan orang lain (selain telkom).
> btw gimana kalau kita bikin kampanye anti telkom ? orang peru aja beberapa
> bulan yang lalu pernah bikin kesel telkomnya, dengan mogok nelpon satu
> hari yang bikin rugi telkomnya.
Usul yg baik, bagaimana kalo kampanyenya kita mulai dari underground,
pau-mikro dan id-linux, dan di sebar melalui email kesemua rekan di
Indonesia dan minta diteruskan ke relasi dan keluarganya.
Kemudian kita tentukan hari H nya dengan pemberitahuan ke telkom dan
tuntutan untuk penurunan tarif telepon, kita liat reaksi mereka, OK?
> Mohammad DAMT <[EMAIL PROTECTED]>
> http://himalkom-ipb.ml.org [0800-1500 WIB]
CyberBug
[http://www.k-elektronik.org]
_____________________________________________________________________
Untuk berhenti langganan:
kirim email ke [EMAIL PROTECTED] dg body "unsubscribe id-linux"