Bali Pasca Bom 2

Sebulan sudah Bom Bali 2 meledak dan mencengangkan kembali seisi Bali dan 
dunia... Kali ini aku mencoba untuk membagikan suasana dari Bali pasca 
ledakan Bom Bali 2.

Beberapa hari setelah bom medelak, aku menyempatkan diri untuk berputar di 
area Kuta Square... suasana sangat suram dan bagai kota mati. Memang 
sepintas masih melihat turis-turis baik lokal maupun manca negara... namun 
kesepian yang terasa berbeda dengan hari sebelumnya. Apakah Bali akan mati 
lagi? Sungguh, inilah pertanyaan dan kekhawatiran yang kerap 
diperbincangkan di masyarakat Bali.

Menjelang libur lebaran, aku kembali menyempatkan diri untuk mengunjungi 
daerah Kuta. Sepi. Itulah yang masih kurasakan. Discovery Shopping Mall 
yang biasanya ramai pengunjung di hari Sabtu... kudapati lengang dengan 
parkiran yang seluas-luasnya. "Ini paragh!", kukatakan dalam hati... 
Setelah itu, kembali aku mengunjungi lokasi bom di Kuta Square, masih 
sepi... toko-toko di area tersebut memang sudah buka... R.AJA's sudah mulai 
direnovasi... namun dari jumlah kendaraan yang diparkir di pinggir jalan... 
sangat kontras sekali dengan situasi bulan sebelumnya. Pengunjung yang 
berjalan kaki pun jumlahnya menurun drastis. Padahal, Kuta Square selama 
ini selalu padat oleh pengunjung.

Setelah Kuta, kubawa mobilku menuju daerah-daerah yang bertetanggaan dengan 
pantai Kuta, yaitu Padma, Double Six, Dyana Pura, dan Oberoi. Dari 
pengalamanku menjelajahi daerah-daerah tersebut... kali ini nuansa sepi pun 
masih terlihat. Memang di Dyana Pura dan Oberoi, cafe-cafe masih dipadati 
oleh turis asing... namun frekuensinya terlihat menurun... Dalam hati 
kujadi makin berpikir, bila begini terus... kapan Bali bisa bangkit kembali?

Beberapa hari lalu aku mendapatkan kabar dari seorang pemilik cafe di 
pantai Muaya, Jimbaran; yang bertetanggaan dengan cafe Menega yang terkena 
bom; bahwa lokasi di Muaya akan mulai dibuka kembali tanggal 5 November 
esok. Setelah sebulan mereka melakukan renovasi, upacara penyucian, dsb... 
maka kita saatnya mereka berharap untuk bangkit. Lewat telepon, mereka 
menitipkan pesan agar bila ada tamu, bisa diajak ke sana. Memang, semenjak 
bom meledak, pantai ini jadi dihindari pengunjung.

Well... benarkah Bali sudah tidak aman lagi? Mungkin saja... namun 
indikator keamanan itu tentunya tergantung pada kita pula. Di koran yang 
kubaca dituliskan bahwa tujuan dari teroris adalah untuk menciptakan 
ketakutan. Nah, apabila kita menjadi takut, itu artinya tujuan dari teroris 
sudah tercapai. Bali masih indah untuk dikunjungi dan masih banyak tempat 
yang bisa dijelajahi... jadi kenapa harus takut untuk ke Bali? Beberapa 
waktu lalu 2 maskapai penerbangan memberikan jatah 5 ribu seat untuk 
penerbangan ke Bali gratis... toh nyatanya bisa ludes dalam hitungan hari 
atau bahkan jam. Apakah itu artinya masyarakat kita jadi tidak takut mati 
bila dapat tiket gratis/murah; namun jadi takut bila harus mengeluarkan 
uang? Semoga tidak demikian!


 From Bali with love, peace and wave...


JN. Rony
20051104 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get Bzzzy! (real tools to help you find a job). Welcome to the Sweet Life.
http://us.click.yahoo.com/A77XvD/vlQLAA/TtwFAA/v2FxlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

---------------------------------------------
id-Palm Web Portal: http://www.id-palm.com 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/id-PalmOS/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke