disana yg mudah-mudahan menggugah kepedulian kita.
It is a war like situation there...:(
Kemarin pagi pukul 05.55, ketika masih bermain-main dengan Fathy, anak
saya, tiba-tiba ada getaran hebat di rumah. Langsung saya bawa Fathy, dan
teriak ke istri dan Ibu saya untuk segera keluar rumah dengan agak
terhuyung. Lampu-lampu gantung di rumah, berayun keras sekali. Di luar
rumah, tetangga juga berhamburan di luar rumah.
Ini terjadi di Wonosobo, sekitar 130 km dari episentrum. Waktu itu, belum
tahu apa yang terjadi, darimana gempa itu berasal. Karena waktu itu kami
berasumsi gunung merapi (80km dari wonosobo) meletus, langsung kami mencari
tahu ke sanak saudara di Jogjakarta. Ternyata sulit sekali nyambung, karena
listrik putus dan jaringan seluler juga sesak luar biasa. Setelah mencoba
beberapa kali sms, akhirnya masuk ke salah satu teman SMA yang lagi liburan
ke kota Jogja, dan dikatakan gempanya keras sekali disana di kota Jogja.
Sampai sekitar jam 8.00 belum ada berita di TV, saya coba cek detik,
ternyata episentrum ada di selatan garis pantai Bantul. Kepanikan terjadi,
karena memang keluarga dari Ibu saya semuanya dari Bantul.
Tanpa pikir panjang, saya dan sopir tancap kendaraan menuju Jogja,
mencari adik saya, dan ke Bantul Selatan, tempat kakek. Padahal malam
sebelumnya, saya juga baru pulang dari Jogja. Adik termasuk satu dari
ribuan orang Jogja, Klaten dan Bantul yang terkena isu Tsunami, sehingga
akhirnya mereka berhamburan eksodus ke arah utara Jogjakarta.
Entah siapa yang menghembuskan isu Tsunami ini, tapi dampaknya luar biasa
membuat panik dan kacau masyarakat. Di berbagai jalan, saking sesaknya
orang hendak keluar dari daerah itu, mereka sampai harus menabrak-nabrakkan
kendaraannya ke kendaraan di depannya.
It was such a tragedy.....
Di perjalanan, saya pun belum bisa tahu kebenaran isu Tsunami ini,
karena memang tidak ada cara untuk membuktikan kebenaran ada tidaknya
Tsunami ini. Stasiun radio pun masih belum tahu, karena reporter yang masuk
ke daerah dekat Episentrum praktis tidak bisa dihubungi, karena tidak ada
sinyal seluler yang terjangkau. Setelah masuk Jogja, saya mencari adik
saya, dan Alhamdulillah memastikan bahwa dia baik-baik saja, dan saya minta
dia mempersiapkan tempat untuk keluarga yang bisa ditemukan untuk
dievakuasi di Jogja.
Kemudian kami bergerak ke Selatan, setelah melalui Ring Road, barulah
kelihatan, rumah-rumah rata dengan tanah. Ini bukan kiasan, memang
rumah-rumah itu hancur sehingga tidak ada dinding yang tersisa. Dari
sepanjang perjalanan saya ke Srandakan, tempat kakek saya, saya melihat
ratusan rumah roboh. Terutama bangunan tua, yang tidak ada penyangga
bajanya. Bahkan rumah baru pun banyak sekali yang retak dan miring. Hampir
semua rumah yang saya lewati, atap gentingnya melorot
atau jatuh ke bawah. Tidak terkecuali bangunan megah, seperti misal kampus
UMY baru.
Dengan harap-harap cemas apalagi komunikasi benar-benar terputus,
akhirnya sampai juga ke Srandakan, tepatnya di Desa Mangiran.
Alhamdulillah, disitu, meski lebih dekat ke episentrum, tapi kerusakan
tidak separah di tempat lain. Jumlah yang ambruk total, tidak sebanyak
misal di Jl. Imogiri sampai selatan, dan daerah Prambanan.
Alhamdulillah, kami sangat bersyukur, kakek dan paman, pakdhe sekeluarga
selamat, dan rumah kakek juga tidak ambruk, meski sudah tidak layak
ditempati lagi, karena retak parah. Kemudian, kami berpencar, ada yang
mencari saudara yang lain, ada yang mencari logistik. Memang sulit sekali
mencari logistik, karena hampir semua toko tutup, sedikit sekali yang buka.
Warung biasanya sudah ludes terjual. Melewati jalan utama Bantul-Jogja,
terlihat banyak aktivitas untuk mengumpulkan jenazah, entah dipanggul
dengan kursi seadanya, ada juga yang dengan motor, karena transportasi yang
minim.
Di beberapa kantong pengungsian, terutama di lapangan-lapangan, orang semua
berkumpul, karena takut ada gempa susulan. Memang sampai pukul 17.00 masih
terasa ada gempa susulan, meski kecil. Tapi itu sangat traumatis bagi warga
disini. Parahnya mereka tidak punya cukup tenda, adanya pun terpal dan itu
hanya cukup untuk anak-anak kecil. Yang dewasa harus ngalah, dengan beralas
tikar, atau koran di lapangan.
Dari siaran radio yang saya tangkap di perjalanan, banyak sekali
permintaan dari kantong-kantong pengungsian, karena hingga sore, masih
banyak yang belum tersentuh oleh Tim Sarlak, dan belum kebagian logistik,
sehingga banyak yang tidak bisa makan dari pagi hingga malam. Dan banyak
sekali warga yang masih terluka, tapi tidak bisa diangkut ke rumahsakit,
karena selain rumahsakit penuh sesak, juga karena transportasi yang
terbatas. Bensin pun menjadi langka, karena diserbu oleh warga yang
ketakutan kehabisan bensin. Memang saya melihat banyak warga yang terpaksa
menuntun motornya karena kehabisan bensin.
Hal yang semakin membuat prihatin, adalah adanya penjarahan di beberapa
tempat, terutama rumah yang ditinggalkan penghuninya.
Kemarin pun, sepupu saya juga berusaha membongkar reruntuhan rumah kakek
gedhe untuk mencari surat-surat berharga. Barang berharga lain, seperti
sepeda motor yang ringsek, kebanyakan masih ditinggalkan begitu saja.
Alhamdulillah, Pakdhe saya berhasil menemukan kakek-neneknya (mbah
gedhe-nya saya). Meskipun disana, daerah Turi, sangat parah. Hanya
segelintir rumah yang bisa bertahan, sisanya roboh total! Nenek gedhe saya
pun tangannya sobek tertimpa bangunan, dan sepupu saya juga tampaknya retak
punggungnya dan kepala bocor. Sayangnya rumah sakit tidak mampu menangani,
karena prioritas pertama yang benar-benar kritis, akhirnya dicarikan dokter
privat dan dijahit disana. Itupun fasilitas rontgen tidak ada, jadi cuma
dibiarkan begitu saja, sambil menunggu kesempatan untuk mencari fasilitas
kesehatan yang lebih layak.
Selain Rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta juga penuh sesak warga
yang terluka parah atau ringan. Halaman rumahsakit ada yang dibuat tenda,
tapi banyak yang cuma beratap langit, dan kepanasan.
Banyak orang yang infusnya ditaruh di dahan pohon.
Tadi malam jam 2, hujan lebat di Jogja, sehingga seperti di PKU, pasien
harus dijejalkan ke dalam supaya tidak kehujanan.
Terakhir, diberitakan sudah 3400 orang meninggal. Meski angka itu akan
terus naik tajam, mengingat banyak reruntuhan yang belum disentuh Sarlak,
juga pengungsi yang terluka parah namun belum mendapat pertolongan medis.
Kemungkinan antara angka 4000 hingga 5000. Relawan pun masih sangat kurang
sekali, terutama di kantong yang belum tersentuh oleh tim pemerintah. Saya
hanya sempat berpapasan dengan team dari PKS Bantul yang jumlahnya ratusan
orang di daerah Palbapang.
Kalau tenaga ahli kesehatan yang tinggal di sekitar jogja-jawa tengah,
memang sangat diharapkan bantuannya untuk membantu menangani pasien, yang
juga masih terus membanjir.
Selain itu, logistik untuk pengunsgi praktis sulit dicari di kota Jogja,
jadi sebaiknya harus dibeli di luar DIY. Demikian juga, persediaan obat dan
darah.
Sampai saat ini di Bantul, listrik masih mati, air PAM juga terputus.
Komunikasi mulai membaik di Bantul, meski hanya bisa sms, karena call nggak
pernah bisa masuk. Kota Jogja sendiri relatif tenang, karena listrik dan
PAM nyala. Meski komunikasi juga terbatas, dan sering sekali salah sambung,
entah sentralnya error barangkali. Hiruk-pikuk di Jogja kebanyakan di
daerah sekitar rumahsakit, dan rumah penduduk yang jadi tempat pengungsian.
Hanya di kota Jogja sendiri, swalayan dan toko tutup, jadi untuk mencari
makanan juga sulit.
Sekian dulu informasinya, mohon doanya supaya kami diberi kekuatan untuk
menghadapi ujian yang sangat berat ini. Semoga warga yang dalam kondisi
kritis bisa ditemukan dan diselamatkan. Rumah hancur bisa bangun lagi, yang
lebih penting menyelamatkan nyawa semaksimal mungkin.
Wassalaamu'alaikum warahmatullah
Dari Wonosobo,
Adjie
Allaahumma ajirna fi musiibatina wakhlufna khairan minha
di forward dr milis PKS-WATCH
Teguh R
___
Sent with SnapperMail
via Matrix+K700i+Palm TX
---------------------------------
Yahoo! India Answers Share what your know-how and wisdom
Send free SMS to your Friends on Mobile from your Yahoo! Messenger
Download now
---------------------------------
Yahoo! India Answers Share what your know-how and wisdom
Send free SMS to your Friends on Mobile from your Yahoo! Messenger
Download now
[Non-text portions of this message have been removed]
Bergabung kirim e-mail kosong ke:
[EMAIL PROTECTED],
Berhenti kirim e-mail kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
Send instant messages to your online friends http://asia.messenger.yahoo.com
---------------------------------------------
id-Palm Web Portal: http://www.id-palm.com
SPONSORED LINKS
| Personal digital assistants | Palm os | Palm os pda |
| Personal digital assistant pda |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "id-PalmOS" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
