Arie Kusuma Atmaja <[EMAIL PROTECTED]> writes:

> Yohanes Santoso wrote:
>
>> Kenapa tidak? Untuk image file, preference saya adalah menyimpannya
>> di database, tapi dengan caching di filesystem.
>
> Karena "berat". Ditulis dengan tanda kutip karena sampai detik
> tulisan saya ini diketik untuk diposting malam-malam, saya masih
> belum punya data perhitungan pasti sendiri apakah file image yang
> ditaruh di file system lebih cepat diakses ketimbang ditaruh di
> database, apa yang saya sebut di dua kata di awal alinea ini adalah
> berdasarkan perasaan. So feel free to shake it.

Tentunya resources yang tersedia di _local_ filesystem lebih gampang
diambil daripada di _remote_ database. Ini bukan hal yang mengejutkan
karena ini adalah prinsip dasar caching: resources yang sering dipakai
atau mahal untuk diambil disimpan di tempat yang lebih murah untuk
diambil.

Keuntungan menyimpan semua images di database adalah maintenance jadi
murah, misalnya hanya perlu backup satu tempat, yaitu database. Akses
jadi lebih mahal, tapi bisa di-counter dengan caching.


>> Dengan begitu data tetap di satu tempat, dan network traffic dan
>> database load tidak tinggi.
>
> Yang saya pernah lihat malah ada di server pakai NFS segala (jujur
> saya belum tau banyak sampai detil2nya sih, intinya dikasihtau kalau
> untuk direktori image bahkan pakai di-mount dulu (dipisah-pisah)
> supaya tidak memberatkan kinerja satu mesin skrip yg sedang
> bekerja). Kenapa bisa disebut data tetap di satu tetap sehingga load
> tidak tinggi? Bukankah justru malah jadi lebih tinggi?

Data di satu tempat, di dalam database, tapi berhubung setiap
applikasi instance caching di local filesystem mereke sendiri, network
traffic dan database load berkurang.



>>> * Write tables to cache data for reports that span months and
>>> years. It.s much faster than re-generating a year.s worth of
>>> reports every time a page is loaded.
>>
>> Data yang sudah tua mungkin juga bisa dipindahkan ke archive
>> database.
>
> Ehm, ini dia fitur mantap. Sudah pernah terpikir gak ya tentang
> desain business process-nya, mis. untuk project CMS aja misalkan,
> untuk data yang tua, mis.  sudah berusia 2 sampai 3 tahun lalu, itu
> digenerate otomatis ke HTML biasa (dengan tetap mempertahankan
> kemampuan easy search dan dapat secara akurat seperti halnya pakai
> database biasa). itu satu. yang kedua, file image yang sudah tua
> juga dapat di archive.

Apa yang dilakukan dengan data yang sudah tua tentunya tergantung
domainnya. Di industri saya, ada hukum bahwa semua data harus disimpan
setidak2xnya 7 tahun. Tapi mungkin di domain lainnya data2x tua bisa
di-summarise seperti Arie tulis diatas dan aslinya dibuang.


YS.

Kirim email ke