On 28/11/2007, Andry S Huzain <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Scrum itu ternyata bagus juga ya? Saya baru baca minibooknya weekend > kemaren.
lha njenengan byen byen ta' omongi ngeyelan o' ! mnding woconen dhewe kono bukune mbo' rilis taon depan or guling2(TM) (baca: googling / trademark goes to inoeng) > BDD (RSpec?) saya masih belum nangkep dimana "nyawanya". Evolusi natural > dari TDD? Entahlah. the most important thing to note about BDD is BDD goes beyond TDD *AND* checks whether the code does the *right thing*. Meanwhile TDD checks whether *the code* right. # credit goes to "hantusebelah"(TM) ini ada wiki yang gw suka banget ndry, jujur gw belum abis bacanya baru sampe "bab" berapa gitu walaupun pengaturan halamannya juga kurang baik. http://behaviour-driven.org/BDDProcess > TDR? Baru juga tahu hari ini :)) > > Kalau XP itu bukan metodologi. Lebih merupakan mindset doank > (AgileManifesto). Scrum, TDD, dan BDD itu mestinya subset dari XP. > > > Kalo TDD, saya pikir ini sudah wajib. > Buang/tendang/diskriminasi saja programmer yang nggak mau practice TDD :d > > Malah TDD ini cara paling efektif untuk "judge" baik tidaknya programmer. > Kalau ada controller, tapi nggak ada Functional Testing, maka itu programmer > serampangan. > Kalau ada dokumen requirement (Use case dlsb) tapi ga ada Integration > testing, maka itu cuma "programmer tukang" doank. > > Hehe :d ayo kita bahas yok ndry lo kasih codes *lengkap* bareng TDD nya *sampai* integration testing. gw nanti kasih comment / obrak-abrik / modify codes lo jadi BDD lengkap sama user stories (baca: integration testing di rspec/BDDnya ruby) -- Arie | http://linkedin.com/in/ariekeren | http://profile.to/ariekeren/ http://ariekusumaatmaja.wordpress.com | http://groups.yahoo.com/groups/id-ruby

