--- Arie Kusuma Atmaja <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> kalau saya prinsipnya sepanjang event tsb memberikan pencerahan = kenapa
> tidak. tapi 
> kalau hanya utk debat kusir and blindly following one or another lang or
> framework, saya 
> pikir energi teman-teman bisa lebih berguna ke hal lain yang lebih
> produktif/positif, mis. 

benul. musti dibuat jelas tujuannya apa dulu. jangan lupa programming language
itu half-religion: gampang sekali nyolot :-)
alih2 menarik users baru malah menimbulkan antipati. 

bicara tentang fitur di sebuah language tanpa ada pretensi utk dakwah /
evangelisasi aja bisa menyulut reaksi yg defensif. ini saya ngalami sendiri
ketika ngomong dng java programmers di tim saya dulu. 

> ketemuan di kos siapa gitu trus koding bareng trus rilisin deh.

kalo di perl mongers dulu waktu booming ruby (sekitar tahun 2002/2003), 
suka ada session introduction to ruby di kopdar2 perl mongers. tujuannya
introduction, dibawakan oleh well known member di perl community. bukan orang
luar datang + propaganda, kalo yg begini hampir pasti reaksinya negatif.

mending id-ruby ini diberesin dulu. kopdarnya dibenerin. terus ada yg aktif
nulis di media lokal. entah tentang rails entah tentang ruby-nya sendiri. 
entah di majalah atau berupa buku. atau nunggu sampai abdul kadir ngeluarin
buku ruby? :-P

rgds,
Edwin



      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

Kirim email ke