Manado Dihantam Bencana Beruntun, Korban Jiwa sementara 19 Orang…      
http://www.portalinfaq.org/g02x01_article_view.php?article_id=256
        
      PortalInfaq.org-MANADO- Bencana longsor dan banjir yang beruntun  terjadi 
dalam sepekan di Sulut sangat memiriskan hati. Akibat bencana  alam beruntun 
(Longsor di Bumi Nyiur, banjir di Bethesa dan Malayang,  korban longsor di Bumi 
Nyiur) berupa banjir dan tanah longsor hingga  merenggut banyak korban jiwa 
ini, sepanjang hari kemarin Manado nyaris  lumpuh. Diperkirakan, 80 persen 
aktivitas warga terhambat. “Tak ada  yang bisa dilakukan kecuali menunggu kabar 
dan berita tentang korban  longsor dan sampai setinggi mana air meluap,’’ ujar 
sejumlah warga  dengan nada pasrah.     
    Senin (13/2) bencana banjir dan longsor di Manado, Minahasa, dan  Minsel 
menyapu ratusan rumah, merusak ratusan hektare tanaman,  menghanyutkan puluhan 
ternak, dan menewaskan 7 orang. Total kerugian  ditaksir lebih dari Rp 95 
miliar. Menyusul banjir dan longsor Minggu  (19/2) yang menyapu sebagian 
wilayah Tuminting, Mahawu, Kombos,  Perkamil, dan Teling Manado. Korban tewas 
mencapai 5 orang, luka parah  6 orang, dan ratusan rumah rusak parah. Selasa 
(21/2) kemarin, banjir  dan longsor lagi-lagi menyapu sebagian besar wilayah 
Manado. Korban  tewas, sebagaimana dilaporkan hingga pukul 00.00 Wita sudah 
mencapai 19  orang. Ratusan rumah rusak ringan hingga berat, dan kerugian 
ditaksir  lebih dari Rp182 Miliar. Jika ditotal dengan korban jiwa dari 
Tombariri  dan korban jiwa Senin (19/2), totalnya sudah mencapai 31 orang. 
‘’Kita  semua tak menginginkan bencana ini terjadi,’’ kata SHS. ‘’Saya prihatin 
 dan mengajak warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk segera  
menghindar.
 (Hanya) ini cara tercepat yang dapat kita lakukan untuk  menghindari korban 
lebih banyak lagi,’’ kata gubernur.  
    Kemacetan akibat luapan air yang melanda hampir sebagian besar  jalan-jalan 
protokol jadi pemandangan warga. Jalur Malalayang, arah  Paal Dua, Banjer, 
Wawonasa, Kampung Ternate, Jalan Hasanuddin Tuminting  menjadi titik macet 
terparah. Banyak kendaraan terperangkap akibat  banjir. Sejumlah lokasi yang 
tertimpa tanah longsor membuat aktivitas  warga sekitar tercurah untuk ikut 
memberi pertolongan. Sirene ambulans  yang mengangkut korban akibat tanah 
longsor meraung-raung tiada henti  hingga dini hari tadi. 
    Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) Manado memperkirakan  curah hujan 
dalam beberapa hari mendatang masih cukup tinggi. ‘’Ini  tanda awas bagi kita 
semua. Saya mengimbau agar warga yang tinggal di  tebing, di bawah tebing, di 
bantaran sungai dan di kawasan rawan  bencana lainnya untuk segera mencari 
tempat yang relatif aman. Saya  sungguh berharap mereka antisipatif 
(menghindari bencana) demi  keselamatan warga,’’ kata Gubernur.  
    Gubernur Sulut mengakui, banjir dan longsor beruntun kali ini  merupakan 
akumulasi akibat ulah manusia sendiri. Hutan dibabat,  catchment area (daerah 
tangkapan air) menipis, daerah aliran sungai  (DAS) dirusak, dan kualitas 
lingkungan menurun drastis. ‘’Kita sedang  mengalami krisis lingkungan,’’ aku 
SHS.  
    Di dalam kota, riol-riol, drainase dan sampah yang berserakan  membuat air 
gampang meluap di jalan-jalan. Ditambah dengan daya serap  tanah jauh 
berkurang, banjir dan longsor gampang terjadi. ‘’Ini problem  pelik yang sedang 
kita hadapi akibat akumulasi kerusakan lingkungan dan  penataan kota yang belum 
baik,’’ katanya.  
    Pemerintah menurut Gubernur Sulut akan membantu warga yang  terkena 
musibah, membantu mereka yang kehilangan rumah, dan memulihkan  kehidupan 
mereka. Pemerintah juga akan membuat peta rawan bencana,  menyusun early 
warning system (EWS), sistem deteksi dini bencana agar  korban sedini mungkin 
dapat dihindari. ‘’Kita akan bersungguh-sungguh  dan mengajak semua pihak untuk 
merehabilitasi, memulihkan dan  melestarikan lingkungan,’’ katanya. ‘’Musibah 
ini hendaknya membuka  mata kita semua, bahwa bahaya dan krisis lingkungan di 
Sulut harus  segera diakhiri,’’ tandasnya.  
    BMG Sulut sendiri baru pada 2006 ini memiliki radar cuaca. BMG  masih 
mengandalkan data satelit yang hanya mampu mendeteksi kandungan  dan 
konsentrasi tebal-tipisnya awan. Padahal, untuk kepentingan deteksi  dini, 
sangat diperlukan radar cuaca yang mampu mendeteksi kadar  konsentrasi dan 
banyaknya kandungan air.  
    Warga pun panik karena banyak daerah yang tadinya terbilang  aman dan tidak 
pernah tersentuh banjir, kemarin benar-benar dilibas  air. Begitu juga di 
daerah ketinggian. Banyak yang takut tinggal di  rumah dan memilih mengungsi 
karena khawatir akan terjadi longsor.  Pantauan koran ini, Selasa (21/2) 
kemarin, warga di sejumlah tempat  seperti Kelurahan Teling, Pakowa, Komoluar, 
Banjer, Tanjung Batu,  Ketang Baru, Ternate Tanjung, Tikala Ares, Mahamu, 
Kombos, Bailang,  Kampung Loreng, Karang Ria, dan sejumlah tempat lainnya 
tampak  ketakutan karena rumahnya sudah terkena banjir dan longsor. Mereka  
tidak peduli lagi dengan harta bendanya, demi menyelamatkan jiwanya dan  
mencari tempat yang lebih aman. Ada yang mengungsi di pinggir jalan, ke  
sekolah-sekolah, dan tempat-tempat ibadah. 
    Di jembatan Ketang Baru sejumlah warga mengungkapkan, kalau  bencana banjir 
dan longsor kali ini lebih parah dibanding sebelumnya.  ‘’Sebelumnya 
rumah-rumah di pinggir sungai tidak tenggelam sampai di  atap. Tapi sekarang 
air sudah sampai tiang jembatan baik Miangas,  Ketang Baru, Wanea, dan 
Megawati,’’ ungkap Olii, salah satu warga,  kemarin.  Banjir dan longsor di 
Manado terus memakan korban jiwa. ‘’Gejala alam  ini torang ndak tahu 
tanda-tanda apa yang diberikan Tuhan. Namun dengan  melihat kondisi alam saat 
ini, kita juga ketakutan. Untuk itu, mari  kita semua perlu bertobat dan 
perbanyak doa kepada Tuhan, agar kita  semua dapat terhindar bencana,’’ ajak Sr 
Sisilianingsih, salah satu  warga yang tinggal di Biara di St Josep Manado. 
    Hal yang sama juga terjadi di Kampung Loreng Bailang, dua  jembatan 
penghubung putus total, sehingga warga kesulitan bahan  makanan. ‘’Lorong 
sekarang sudah putus hubungan karena diterjang  banjir, dua jembatan penghubung 
putus. Malah ada warga yang sudah tidak  ada stok makanan lagi. 
    Portalinfaq menerjunkan tim kemanusiaannya melalui cabangnya  yang ada di 
Sulawesi Selatan ( Makassar ) langsung ke Manado. Doa dan  dukungan bantuan 
dari kita semua akan sangat membantu masyarakat yang  menjadi korban di sana. 
Salurkan bantunan anda melalui rekening  PortalInfaq di : 

  1. Bank Syariah Mandiri Cab. Warung Buncit No.Rek.0030035790 
   2. Bank Mandiri Cab. Kuningan No.Rek.124-0001079798 
  3. BCA Cab. Arteri Pondok Indah No.Rek.291-300-5244 
  Semua atas nama Yayasan Portalinfaq 
  
    Untuk menjaga amanah serta transparansi, mohon diinformasikan  kembali ke 
Abdul Azis di 081310797114, 021 7278-6073 dan (fax)  021-7278-6074. Semoga 
setiap harta yang kita infaqkan Allah SWT  dilipatgandakan dan bagi saudara 
kita yang tertimpa musibah agar diberi  kesabaran. 
  (Sumber berita dan foto: Manado Post, diedit oleh PortalInfaq)
  
    www.portalinfaq.org
    
  
                
---------------------------------
Relax. Yahoo! Mail virus scanning helps detect nasty viruses!

[Non-text portions of this message have been removed]






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Listen to Internet Radio! Access to your favorite Artists!
Click to listen to LAUNCHcast now!
http://us.click.yahoo.com/_mKGzA/GARHAA/kkyPAA/iPMolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

=================================================================
"Morning greetings doesn't only mean saying 'Good Morning'.
It has silent message saying that I remember you when I wake up.
Wish you have a Great Day!" -- Ida Arimurti

Jangan lupa simak IDA KRISNA SHOW SENIN HINGGA JUMAT di 99,1 DELTA FM
Jam 4 sore hingga 8 malam dan kirim sms di 0818 333 582.

=================================================================
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/idakrisnashow/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke