Talenta Dunia Anak Indonesia
MUSIM dingin pertengahan Maret 2006 di Amsterdam, Belanda. Suhu dingin
hingga minus 1 derajat celsius menusuk hingga ke tulang. Tapi Irvin
Museng justru merasakan ''kehangatan'' Amsterdam. ABG alias anak baru
gede asal Makassar, Sulawesi Selatan, ini bungah betul. "Saya senang
bisa tinggal dan belajar sepak bola di Ajax," kata Irvin lewat surat
elektronik kepada Gatra.
Putra kedua dari tiga bersaudara pasangan Henky Museng dan Yenny
Thaurisan asal Makassar ini memang baru saja terpilih sebagai salah satu
anggota tim D1, Ajax Junior. Bersama 24 anak lainnya dari seluruh dunia,
Irvin menjadi satu-satunya anak asal Asia yang sukses direkrut klub
raksasa Ajax Amsterdam. Irvin menyisihkan lebih dari 3.000 anak lainnya.
Pemain klub Makassar Football School (MSF) kelahiran Makassar, 13 tahun
lalu, itu memang sudah lama jadi incaran para pencari bakat. Ajax
terpincut kepiawaian Irvin menggocek si kulit bundar. Irvin diharapkan
dapat menimba ilmu sepak bola di salah satu klub sepak bola tertua di
Eropa itu. Klub yang sukses menelurkan sejumlah bintang sepak bola
dunia, seperti Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Dennis Bergkamp ini
rencananya mendidik Irvin selama tiga tahun. "Seperti mimpi saja," ujar
Irvin.
Menurut Ruud J.C. Voll, pencari bakat yang membawa Irvin ke Ajax,
pihaknya tertarik setelah menyaksikan keberhasilan MSF di ajang Piala
Dunia Danone U-12 di Lyon, Prancis, September 2005. Saat itu, kepiawaian
Irvin menggiring bola sempat memukau para penonton. Bahkan Irvin
memimpin rekan-rekannya menduduki posisi 10 besar dari 32 negara. MSF
berhasil mengalahkan tim Belanda dengan skor telak 6-0, Kanada (3-0),
dan Irlandia (6-0). Irvin sukses menjadi top scorer dengan mengemas 10
gol.
Meski demikian, Ruud mengaku awalnya tak mudah meyakinkan pimpinan Ajax
untuk merekrut Irvin. Baru setelah empat bulan berusaha, warga negara
Belanda berdarah Toraja itu berhasil meyakinkan petinggi Ajax. "Saya
yakin, Irvin mampu bersaing dengan anak seusianya dalam tim Ajax
Junior," kata Ruud.
Ruud kemudian mengantar Direktur Akademi Sepak Bola Ajax, John van Den
Bom, ke Makassar. Ditemani seorang notaris asal Belanda, Mr. Berry
Bertels, John sempat menyaksikan permainan Irvin dan rekan-rekannya di
Makassar, Februari lalu. "Pencari bakat Ajax kagum dengan kepiawaian
Irvin menggiring bola," ujar Diza Rasyid Ali, pemilik MSF, kepada Gatra.
John langsung meminta Irvin ikut seleksi pemain muda berbakat di Ajax, 4
Maret lalu. Hasilnya, Irvin kini sudah bisa merumput di Amsterdam Arena,
yang juga pernah membesarkan legenda sepak bola Belanda, Johan Cruyff.
"Saya berharap, orangtua dan semua pihak mendukung cita-cita saya jadi
pesepak bola di dunia internasional," kata Irvin.
Harapan Irvin wajar saja. Maklum, ia tak ingin bernasib sama seperti
sejumlah atlet muda berbakat yang sempat mengenyam pendidikan di klub
besar Eropa lainnya. Meski ''dianggap'' di negeri orang, pengakuan
terhadap keberadaan mereka oleh otoritas sepak bola Indonesia masih
kurang. Buktinya, sejumlah pemain yang merumput di Eropa kini tak jelas
nasibnya. Bahkan mereka tak pernah masuk dalam tim nasional.
Jauh sebelum Irvin, sejumlah pemain muda Indonesia sempat menikmati
aroma klub-klub besar Eropa. Irfan Bachdim, misalnya, pernah juga
merasakan didikan tangan-tangan dingin pelatih Ajax Amsterdam pada 1999.
Putra pasangan Noval Bachdim dan Hester van Dijic ini bahkan pernah
menjadi top scorer kompetisi amatir U-15 Belanda tahun 2002.
Belakangan, setelah perkembangannya dinilai stagnan, Irfan kemudian
bergabung dengan klub amatir Argon. Kini rekan seangkatan pemain Ajax,
Ryan Babbel, itu membela klub Divisi I Belanda, FC Utrecht. Selain
Irfan, atlet muda Indonesia lainnya yang sukses adalah Muhammad Rigan
Agachi. Putra David Pono dan Sri Eliyani ini sempat berlatih di tim B
klub PSV Eindhoven. Bahkan laki-laki kelahiran Jakarta, 4 Agustus 1984,
ini sempat bermain untuk klub lokal, Victoria Durmond.
Namun belakangan, nasib Rigan jadi tak jelas. Kabarnya, Rigan yang
direkrut PSV untuk berlatih selama tiga tahun sempat dipulangkan terkait
pencurian umur.
Hendri Firzani, dan Anthony (Makassar)
[Olahraga, Gatra Edisi 19 Beredar Senin, 20 Maret 2006]
[Non-text portions of this message have been removed]
=================================================================
"Morning greetings doesn't only mean saying 'Good Morning'.
It has silent message saying that I remember you when I wake up.
Wish you have a Great Day!" -- Ida Arimurti
Jangan lupa simak IDA KRISNA SHOW SENIN HINGGA JUMAT di 99,1 DELTA FM
Jam 4 sore hingga 8 malam dan kirim sms di 0818 333 582.
=================================================================
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/idakrisnashow/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/