Uji Coba Busway Molor 


KOTA, WARTA KOTA- Dinas Perhubungan DKI belum menentukan waktu pelaksanaan
uji coba jalur dan prasarana busway koridor IV-VII yang sedianya akan
digelar 20 Desember 2006. Prioritas dishub saat ini ditujukan pada
penyelesaian pekerjaan halte dan jembatan penyeberangan orang (JPO) di empat
koridor tersebut.

"Siapa sih yang bilang uji coba busway tanggal 20 Desember? Saya kan
bilangnya, pekerjaan itu harus selesai 20 Desember, setelah itu baru kita
lakukan uji coba," ujar Kepala Dishub DKI Nurachman saat dihubungi Warta
Kota, Senin (18/12).

Menurut Nurachman, saat ini pekerjaan pembuatan halte dan JPO sedang dikebut
siang-malam, agar selesai pada 20 Desember. Dia optimis seluruh pekerjaan
itu bakal rampung setelah mundur dari target semula 15 Desember. "Sekarang
sedang finishing, tapi saya yakin sudah 100 persen pada 20 Desember nanti,"
ujarnya.

Koridor IV-VII akan dikelola dua konsorsium, yaitu PT Jakarta Trans
Metropolitan (IV dan VI) serta PT Jakarta Mega Trans (V dan VII). Kedua
konsorsium itu wajib menyediakan sekitar 50 unit bus single dari total 101
bus saat peluncuran  pada 15 Januari 2007.

Saat ini, kata Nurachman, ada 24 chasis/engine Daewoo yang sudah masuk ke
perusahaan karoseri dan 13 unit di antaranya untuk koridor IV-VII. Ditanya
kepastian peluncuran apakah tetap 15 Januari seperti keinginan Gubernur
Sutiyoso, dia mengatakan, "Belum tentu 15 Januari. Kita lagi cari tanggal
yang pas biar jatuhnya hari Sabtu atau Minggu." 

Lembur
Sampai kemarin sore sejumlah pekerjaan di beberapa titik koridor busway
belum selesai. Para pekerja ditarget agar menyelesaikan pengerjaan proyek
itu pada Rabu (20/12). Mereka kini bekerja lembur seperti pembangunan halte
di Jalan Warung Buncit, Jakarta Selatan. "Ada yang kerja sampai pukul 23.00
atau 04.00," ujar Supomo, pengawas pembangunan halte Warung Buncit. Pada
koridor VI (Ragunan-Kuningan) akan dibangun 16 halte.

Pembangunan halte dan pemasangan pemisah jalan juga terlihat di Jalan Raya
Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur. Sebagian besar beton pemisah antara jalur
busway dengan jalur reguler di ruas jalan ini baru dipasang Senin dini hari.
Sampai Senin siang masih ada beberapa tempat yang belum dipasangi pemisah
jalan. 

Lazuardi, mandor pembangunan di halte busway Kampung Melayu, mengatakan,
untuk dapat dioperasikan secara sempurna, pembangunan sarana dan prasarana
busway masih membutuhkan waktu sekitar satu sampai dua bulan.

Di Jalan MT Haryono, Cawang, jalur busway belum seluruhnya sempurna. Beton
separator jalan berserakan di tengah jalur. Bahkan tepat di depan shelter
Badan Narkotika Nasional (BNN), jalur busway yang diuruk tanah tergenang
air. Akibatnya bila hujan turun, jalan di sekitarnya menjadi becek dan
licin.

Dari 13 shelter atau halte busway yang ada di sepanjang jalur Koridor VII
ini, hampir semuanya belum rampung. Pada shelter Mal Kramat Jati, Pasar
Induk Kramat Jati, dan Harapan Bunda, canopy untuk JPO belum terpasang.
(tos/bum/dra)

Jalur/Halte Belum Rampung
* Pekerjaan Halte di Jalan Warung Buncit
* Jalur di Kramat Jati
* Halte Harapan Bunda, Kramat Jati
* Pemasangan Separator di Sekitar Kampung Melayu
* Halte di Jalan Urip Sumoharjo
* Tiga JPO di Jalan Gunuh Sahari, dekat halte Budi Utomo



Sumber: Warta Kota



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke