Visa dan Nokia : Bayar pakai Ponsel

 

LAS VEGAS, RABU--Visa dan Nokia menjalin kerja sama untuk mengubah telepon
selular (ponsel)
menjadi dompet elektronik. Dengan tambahan sebuah chip khusus, ponsel buatan
Nokia dapat dipakai
sebagai alat pembayaran semacam kartu kredit.

 

Pengguna ponsel bisa membayar transaksinya di toko dan gerai-gerai tertentu
hanya dengan
mendekatkan ponsel ke pembaca gelombang radio yang dipancarkan chip di dalam
ponsel. Jika harga
yang harus dibayar telah disetujui, pengguna ponsel cukup memencet satu
tombol dan transaksi
pembayaran dilakukan.

 

Menurut rilis yang dikeluarkan Visa dalam Consumer Electronics Show yang
tengah digelar saat ini,
konsumen juga bisa memeriksa dan mengelola nilai uangnya di dalam ponselnya.
Platform pembayaran
ini telah diuji coba selama beberapa tahun di berbagai belahan dunia untuk
mendorong sistem
pembayaran tanpa kontak, jarak jauh, dan pembayaran langsung dalam jaringan
telekomunikasi
bergerak. 

 

Visa menerapkan standar teknologi global yang telah dikembangkan Mobile
Payment Forum yang
didukung berbagai perusahaan penyedia kartu kredit, operator telekomunikasi,
pembuat chip, dan
produsen ponsel. Untuk menghubungkan antara jaringan selular dan sistem
pembayaran tanpa kontak
digunakan chip Near Field Communication (NFC) hasil pengembangan bekas anak
perusahaan Phillips,
NXP, dan Sony.

 

Versi pertama sistem pembayaran yang diluncurkan Senin (9/1) ini dapat
dipakai untuk pembayaran
langsung. Sedangkan versi lanjut yang akan dirilis akhir tahun ini dapat
dipakai untuk melakukan
pembayaran jarak jauh melalui jaringan selular maupun pembayaran transaksi
dari satu ponsel ke
ponsel lainnya.

 

Selain Visa, sistem pembayaran melalui ponsel telah diuji coba penyedia
layanan kartu kredit
jepang, JCB Co. secara terbatas. Tujuh toko dan sekitar 100 pengguna kartu
kredit dapat
memanfaatkan sistem yang didukung Nokia dan operator selular KPN di Belanda.
Sistem pembayaran
ponsel juga telah diuji coba di Jerman dan Finlandia untuk membayar ongkos
transportasi publik.

 

Sumber: reuters





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke