Renungkanlah dengan hati yang penuh "Cinta Kasih" 

 

Dengan sudut pandang yg seluas-luasnya, maka kita akan melihat bahwa
agama-agama didunia ini dibangun untuk menghasilkan kedamaian serta
kebahagiaan manusia yg kekal. Semua agama menekankan suatu kenyataan yang
tidak bisa dipungkiri bahwa pengikut yang baik mesti jujur dan lemah lembut
dengan kata lain seorang agamis sejati mesti selalu berusaha menjadi manusia
yang baik. 

 

Kita bisa memaklumi dari sudut pandang filosofi, secara doktrinisasi
diantara agama-agama itu terdapat perbedaan, tapi kita harus senantiasa
sadar bahwa tujuan dari pada filosofi yg berbeda-beda itu, adalah identik
bahkan sama. Makananpun yang berbeda-beda jenisnya memiliki rasa yg
berlainan pula: yang satu pedas, yg lainnya asam, dan yang satunya manis,
mereka berlainan rasa dan berbeda kesukaannya. 

 

Tapi bukankah makanan yg memiliki rasa yg berbeda-beda itu tidak lain supaya
enak disantap? Ada yg suka pedas dengan sambal yg banyak, sedangkan yang
lainnya amat tidak suka dengan pedas, ada yang suka manis dan disisi lain
ada juga yang suka asam. Sesungguhnya  keanekaragaman itu adalah sesuatu yg
indah. Ia merupakan cermin kepribadian yang sifatnya sangat "Personal". 

 

Jikalau seseorang yg mempunyai tujuan yg sejati dan murni didalam
mempelajari ajaran atau agama lain dengan sudut pandang dan wawasan yang
luas pasti akan sependapat dg ajaran/agama tsb, sejauh mana  agama tersebut
memiliki persamaan.

 

Semua agama  mengakui bahwa keadaan manusia saat sekarang ini tidaklah
memuaskan; ada yg merasa diperlakukan tidak adil, ada yg merasa paling
benar, ada yg menganggap sebagai penghojat, ada yg merasa terancam jiwanya
dlsbnya. 

 

Padahal agama mengajarkan bahwa manusia bertujuan mencari kebahagian,
kedamaian baik didunia ini maupun akhirat.

Semua agama akan sependapat bahwa dibutuhkan suatu perubahan sikap dan
prilaku untuk memperbaiki keadaan ini.

 

Semua agama mengajarkan norma2 atau nilai2 cinta kasih, kebajikan,
kesabaran, kemurahanhati, tanggung jawab sosial, semuanya pasti menerima
keberadaan sesuatu yang bersifat mutlak.

 

Mereka menggunakan :  "bahasa, istilah, simbol2 yang berbeda-beda untuk
menggambarkan dan menjelaskan semua itu". Tetapi hanya orang yg berpandangan
"picik" terhadap agama lain sajalah yg menilai pandangan hidup orang lain
dari sudut pandangnya sendiri shg timbul intoleransi, kesombongn iman, dan
merasa paling benar sendiri!

 

 

Sebagai Ilustrasi ttg  4 orang yg bersahabat : Inggris, Perancis, China dan
Indonesia.

Mereka sedang memperdebatkan sebuah Cangkir.

Si orang Inggris bilang, benda ini adl cup, si Perancis bilang : "cup"?
Apaan itu? Ini sih tasse.

Lalu orang China bilang, kalian salah semua, ini adalah pei, kemudian orang
Indonesia tertawa terbahak-bahak lalu katanya, kalian semuanya itu sesat dan
sungguh bego, ini justru cawan!

Lalu mereka masing2 mengeluarkan jurus mautnya alias primbon yaitu refrensi
atau kepustakaan masing2.

 

Orang Inggris bilang : "kamusku edisi terakhir jelas2 menyatakan itu adalah
cup", tapi si orang Perancis mengatakan : "kamusmu salah", kamusku yg benar
bahwa itu adalah tasse.

 

Dan orang Cina itu langsung nyeletuk dan mencibir, 

"Kamusku sudah ribuan tahun lebih tua dari kamus kalian, jadi benda ini
lebih tepat disebut pei. 

Si Orang Indonesia tidak mau kalah dan dengan lantang mengatakan :

 "Kamusku lah yg tercanggih dan masih asli", 

sedangkan milik kalian  sudah di-ubah2 sehingga sudah dipalsukan,

 jadi kamus sayalah yg paling benar, jadi yg paling benar adalah cawan. 

 

Sementara mereka sedang berselisih dan berdebat satu sama lain, seorang
bijaksana datang, 

lalu menuang air kedalam cawan tsb, dan meminumnya. 

Kemudian dia berkata: "Apapun yg kalian perdebatkan : "cup, tasse, pei
maupun cawan", 

benda ini dibuat untuk digunakan. Bukan untuk dipertentangkan, berhentilah
dari perselisihan

dan permusuhan! Pakailah benda ini, hilangkan dahagamu dg menggunakan benda
ini,

 jangan berselisih lagi tapi hiduplah dg bahagia, rukun dan damai tentram!

 

Melihat keluar diri sendiri adalah untuk membandingkan dan membedakan serta
mempertentangkan!

Anda tidak akan menemukan kebahagiaan dan kedamaian dengan cara itu.

 Anda juga tidak akan menemukan kebahagiaan  dan kedamaian  bila anda
menghabiskan 

waktu dengan membanding-bandingkan dan mencari-cari kesalahan diluar.

 

LIhatlah kedalam, berbuatlah dengan penuh kasih, belas kasihan dan
toleransi! 

Bukan dengan hati yang penuh dengan kebencian,kesombongan, keserakahan serta
diliputi kegelapan batin!

 

By Eddy TG dari segala sumber

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke