kadang kadang saya berpikir.. bahwa Dunia ini akan menjadi sampah... coba bayangkan... semua industri dituntut produktivitasnya seeeetinggi dan sebuanyak mungkin...dan hasil industrinya dijual kepasar dan hadir ditengah tengah kita dimanapun disudut dunua ini... dan semua produk manusia itu membutuhkan ruang di atas bumi ini... satu contoh saja... produksi baju .... berjuta juta pcs dibuat setiap harinya... dan ditumpuk ditoko toko atau dirumah rumah kamar kamar kita ... percepatan penambahan qty nya lebih besar dibanding berkurangnya ...baru di tingkat rumah tangga... (anda juga merasa demikian..?) itu baru satu item "baju" ... belom yang lain lain seperti sepeda ... mobil.. kursi kursi ... komputer screen... televisi.. dan lain lain... , pernahkah anda merasa... secara nggak disadari... begituuu banyak barang barang dirumah kita.. kita simpan entah itu buku .. majalah...pernik pernik.. alat alat olah raga... elektornik... jam beker plastik ... mainan anak anak... segala tetek bengek yang kita sendiri nggak punya waktu untuk menyentuhnya dan ... saat kita bongkar bonkar ada barang yang duluuu dicari cari nggak ada ternyata tiba tiba nongol...!!! celakanya lagi kita sudah membelinya yang baru karena dulu memeng butuh...yah barang barang yg spele misalnya Cutter atau plak band. pada ahirnya.. saya merasa rumah saya sudah menjadi tempat sampah!!! itu baru "satu rumah...!!!" , jika anda sempat naik kereta jabodetabek... tentunya anda akan melewati kawasan kawasan kumuh... dan di atas rumah rumah merekapun!!!!! yang notabene ekonominya kurang kurangan (bukan pas pasan) ada saja barang barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan dan disimpan karena sayang.. seperti sepeda bekas.... ember yg sudah luama banget diatas genteng ... kaleng kaleng kosong dll... maka tak heran jika pada waktu yang tidak terlalu lama tempat kita akan tenggelam...tanpa ada hujan... ma'af mungkin cerita diatas nggak ada hubungannya dengan Ilmu Padi. salam The Rock ________________________________
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of te_romy Sent: Friday, February 16, 2007 9:49 AM To: [email protected] Subject: Ida Arimurti Re: ILMU PADI Sayangnya para pejabat negeri ini udah gak mau lagi pake ilmu padi, mereka cenderung make ilmu beras import, makanya sawah yang dahulu maha luas, sekarang pada di sulap jadi perumahan elit dan kawasan- kawasan industri. heh....... --- In [email protected] <mailto:idakrisnashow%40yahoogroups.com> , "Sijoss" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > - Semakin tinggi pohon, semakin kencang diterpa angin, tetapi padi > gak perlu tumbuh tinggi tinggi agar bisa menghidupi banyak orang. > > - Padi tidak berarti bila tumbuh sendiri, tetapi padi tumbuh bersama- > sama dan kebersamaan itulah yang menjadikan padi sangat bernilai > bagi manusia. > > - Bagi orang yang menanam, yang dimakan jadi sedekah, yang dicuri > orang lain jadi sedekah, yang rusak terserang hama atau bencanapun > jadi sedekah. > > - Janganlah menganggap remeh suatu persoalan, ingatlah sebutir beras > dapat memiringkan timbangan. > > - Padi yang tumbuh sempurna adalah padi yang disemai dengan cara > yang lembut di tanah yang lembut. > > - Dan inilah dia !! lmu Padi yang paling terkenal !! > "Ibarat padi, makin merunduk makin berisi" > > > Wass > Si Joss > [Non-text portions of this message have been removed]
