PENTINGKAH MINUM SUSU? Oleh : Vika Kurniawati
[www.kabarindonesia.com] KabarIndonesia - Ahkir-akhir ini diberbagai media diberitakan, bahwa harga susu telah naik menjadi lebih mahal. Hal ini menyebabkan banyak keluhan terutama dari masyarakat yang berekonomi menengah kebawah. Namun sebegitu pentingkah kita mengkomsumsi susu, sehingga kenaikan harga susu menjadi salah satu masalah yang penting? Susu juga seringkali disebut sebagai `the nearly perfect food' atau makanan yang nyaris sempurna. Hal ini dikarenakan disamping mempunyai nilai nutrisi yang sangat tinggi, susu juga mengandung berbagai komponen bioaktif, yang berguna dalam sistem kekebalan tubuh. Susu juga merupakan sumber kalsium, fosfor serta berbagai vitamin antara lain: A, D, E dan K. Vitamin D dalam susu sangat dibutuhkan untuk penyerapan kalsium dalam tubuh. Kalsium dan fosfor sangat berguna dalam pertumbuhan tulang dan gigi kita. Susu dianjurkan oleh para ahli untuk diminum setiap hari, jika anda ingin kesehatan anda terjaga dengan baik. Didalam susu juga terdapat immunoglobin dan lactoferrin, keduanya berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Lactoferrin berkontribusi 10% untuk pembentukan kolostrum yang sangat penting untuk bayi. Namun jumlah kandungannya lebih sedikit, kalau dibandingkan dengan kandungan kolostrum (yang diproduksi saat keluarnya ASI ) dan lactoferrin ASI. Itulah mengapa susu sapi disarankan sebagai pengganti ASI bagi bayi. Begitu juga bila anda gelisah dan stress, maka lebih baik anda minum susu, dan stress anda akan menurun. Kenapa hal ini bisa terjadi? Didalam susu terdapat asam amino tryptofan. Asam ini berperan penting dalam pembentukan serotonin (yang merupakn bagian dari saraf), yang bisa mengkontrol strees dan mood. Maka jangan heran bila setelah minum susu, maka tidur anda akan lelap.Banyak orang percaya bila minum susu sebelum tidur bisa menggemukan badan, sehingga kebiasaan minum susu hanya diberlakukan kepada anak kecil saja. Padahal kita bisa memilih susu rendah kalori yang umumnya bebas lemak. Pemilihan susu ini dikarenakan faktor utama kegemukan, akibat asupan kalori yang lebih besar daripada total kalori yang dibutuhkan tubuh. Kalaupun bila anda menderita lactose intolerance (menjadi diare saat minum susu, karena sejak kecil tidak terbiasa mengkonsumsi susu), maka anda dapat mengkonsumsi susu rendah laktosa. Para ahli juga sangat menyarankan minum susu secara rutin bagi orang dewasa. Terutama bagi anda yang bekerja dalam lingkungan yang beresiko tinggi terhadap pencemaran zat kimia, ataupun berpolusi tinggi. Nutrisi yang tinggi dan komponen bioaktif dalam susu, merupakan penetralisir polusi dan racun yang sangat baik.Vitamin dan mineral dalam susu akan membantu mempertahankan tubuh dari bahaya racun. Sedangkan kandungan immunoglobin dan lactoferrin meningkatkan sistem imunitas tubuh. Susu juga terbukti dapat menawarkan rasa sakit (analgesic dan sedative). Hal ini dikarenakan susu mengandung Opioid Peptides yang mempengaruhi kerja sistem saraf. Mungkin bila anda takut minum susu, dikarenakan percaya bahwa susu dapat beresiko menyebabkan jantung dan stroke, maka susu non fat(yang berarti susu tersebut tidak mengandung lemak(<0.5 gram/penyajian)) tepat untuk anda. Selain itu susu yang diperkaya omega-3 dan serat makanan, setelah diteliti dapat mengurangi risiko jantung dan stroke.Bahkan anda bisa mengurangi atau mencegah timbulnya jerawat dengan susu non fat. Susu juga diyakini sebagai salah satu penunjang pertumbuhan.Hal ini terbukti pada bayi yang diberi ASI biasanya pertumbuhannya lebih pesat. Komponen whey protein ASI mampu merangsang pertumbuhan dengan cepat, dan mampu dicerna bayi dengan mudah. Dalam susu sapi juga terdapat komponen whey protein, walaupun hanya setengah whey protein ASI saja. Karbohidrat dan protein susu sendiri sangat dibutuhkan untuk metabolisme tubuh. Kandungan protein dalam susu juga dinilai mempunyai nilai biologis yang tinggi oleh karena banyaknya komponen yang berguna dalam susu, maka tak heran susu baik sekali untuk dikonsumsi. Tidak heran juga kenaikan harga susu, dianggap sangat memberatkan masyarakat pada umumnya. Namun hal ini jangan dijadikan alasan bagi anda, untuk menghentikan kebiasaan mengkomsumsi susu setiap hari loh! (vika kurniawati, dari berbagai sumber) [Non-text portions of this message have been removed]
