Pertanyaan ini membutuhkan jawaban yang cukup panjang
dan melelahkan kalau ditulis dalam email :-)
Nanti jangan2 email ini dianggap junk mail juga... he he he.
Sebetulnya junk mail itu kan asalnya dari unsolicited mail
yang datang ke mailbox kita.
Kalau dalam bentuk mail/surat secara fisik beneran memang
ada nilai-nilai ekonomi yang harus dihitung. Orang yang mengirimkan
junk mail harus menanggung beban biaya pengirimannya yang meningkat
dengan jumlah junk mail yang harus dikirim.
Sayangnya ekonomi Internet tidak seperti itu. Artinya, mengirimkan
email ke 1000 orang dengan ke 1000000 orang tidak jauh berbeda.
Cara penanganan junk mail semestinya bisa seperti penanganan
unsolicited mail.
Ketika saya tinggal di Kanada, saat itu sedang dibicarakan masalah
unsolicited mail. Kita bisa minta bantuan pihak pos untuk memblokir
unsolicited mail itu.
Untuk junk email, kita bisa mengirimkan surat komplain kepada
postmaster dari sistem yang mengirimkan junk email tersebut.
Semestinya ada standar yang harus dipatuhi, misalnya setiap
sistem harus memiliki account "Postmaster" yang bertanggung jawab
terhadap hal ini. Sayangnya banyak sistem yang menghapus account
ini atau tidak mengaktifkannya. (Ada artikel di majalah SunExpert,
silahkan lihat <http://sun.expert.com> lupa edisi kapan.)
ISP yang progresif, biasanya memasang filter RBL sehingga spammer
yang sudah dikenal langsung terfilter (berdasarkan sebuah database).
Tapi perlu diingat masalah legal. Sebab pernah terjadi bahwa
seseorang (sebuah perusahaan) yang difilter mengajukan AOL ke
pengadilan sebab email dari tempat mereka difilter oleh AOL.
Di Indonesia, semestinya yang ikut menangani masalah junk mail,
spam mail, dsb adalah:
- APJII
- IDNIC
- IDCERT
- dan tentunya kumpulan administrator (seperti misalnya technical
support dari masing ISP, yang tergabung dalam milis APJII-TECH)
Demikian jawaban singkat...
-- budi
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN: 'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]