Itu yang dinamakan kelompok garis keras.
Kita analogikan dengan kondisi di Timur Tengah beberapa tahun yang
lalu. Kita masih ingat waktu Presiden Palestina Yasser Arafat sudah
hampir dapat mencapai taraf akhir perundingan dengan Perdana Menteri
Israel (waktu itu Yitzhak Rabin kalau ngga salah ya?) namun akhirnya
perdamaian yang didambakan gagal total karena Rabin ditembak oleh
salah satu kelompok garis keras Israel sendiri yang tidak menginginkan
perdamaian dengan Palestina... sehingga hilang-lah kesempatan untuk
terlaksananya perdamaian di Timur Tengah...
Dalam membangun dunia Internet Indonesia (dimana IDNIC berada di
dalamnya), kita tidak membutuhkan kelompok garis keras seperti itu.
Yang dibutuhkan adalah mereka yang mampu bekerja sama, terbuka dan mau
menerima kritik. Kita tidak membutuhkan mereka yang merasa dirinya
paling benar, dan orang lain selalu salah.
Oleh karena itu, team IDNIC (Kang Budi, Kang Maman) tidak perlu
berkecil hati. Saya pribadi masih tetap menganggap bahwa -- untuk saat
ini -- Kang Budi dan Kang Maman masih yang paling diharapkan dan yang
paling mampu mengelola IDNIC. Dan saya yakin rekan-rekan juga
berpendapat sama.
-ip-
On Sat, 20 Feb 1999, Mochammad Akbar Marwan wrote:
> keras sekali...
> andaikan saling beraliansi satu-dengan lainnya tanpa
> memandang yang lain sebagai lawan melainkan sebagai rekan untuk kemajuan
> dunia virtual ini....memang lagi krisis di mana-mana....:(
>
>
>
> ---
> Mochammad Akbar Marwan
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN: 'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]