-----BEGIN PGP SIGNED MESSAGE-----
Hash: SHA1

At 11:42 08/11/1999 +0000, **[EMAIL PROTECTED]**, has written a
message, and here is the reply :
>Mas Aflhi,
Sorry, tapi AFLHI itu adalah sandi, bukannya nama saya :)

>
>Anda punya pengalaman pribadi dengan para profesor itu?.
>Anda punya bukti konkrit?.

Terus terang saja pengalaman pribadi tentu belum, tapi maksud saya
setidak tidaknya, biarpun itu professor "nyolot" seperti anda, paling
tidak mereka ada yang bisa membuktikan dapat nobel.
Jika anda membaca para pemenang nobel baru baru ini, yang ada di
kompas, salah satunya yang dari caltech yang memenangkan nobel kimia,
anda seharusnya dapat membaca bagaimana tingkah lakunya ia, apakah ia
menulis SAYA COMPETEN, SAYA MAMPU, dsb? tidak, bahkan sewaktu ia
selesai kuliah S3 di University of Pennsylvania yang merupakan
universitas tertua di amerika, ia justru ingin kembali ke Mesir, untuk
jadi dosen di situ, tapi karena oleh guru dia di UPenn, disarankan ia
mencoba apply jadi dosen di amerika, ia coba. dan dari beberapa
universitas beken yang ia lamar, akhirnya ia diterima beberapa, a.l.
di caltech itu.
Jika anda baca pengalaman hidupnya, maka ia menulis bahwa ia untung
untungan di caltech, ia bilang kalau ia bisa sukses di caltech yach
namanya akan terangkat, tapi kalau tidak yang hancur, eh tau taunya
bisa dapat nobel.

Nah kembali ke masalah yang sama dengan anda, dengan anda menulis SAYA
COMPETEN, SAYA BISA, nah apakah memang saat ini anda memegang hak
admin ns.id ? atau setidak tidaknya SLD CO.ID, NET.ID, atau lainnya ?
Jika ya berarti saya yang salah dan saya minta maaf atas tulisan saya,
jika tidak maka saya minta anda sedikit bercermin, kok bisa bisanya
bilang SAYA KOMPETEN, SAYA BISA !

Jika anda menulis "adakah bukti kongkrit?", saya asumsikan bukti
konkrit adalah pengalaman saya sendiri dengan professor tersebut,
karena kalau pengalaman orang lain, nanti anda sangkal ..........  .
Nah untuk itu, saya tanya satu hal, bersediakah anda mengongkosi saya
sekolah di Berkeley misalnya, atau jangan Berkeley karena mungkin
terlampau sulit masuknya, yah misalnya di Purdue University (memiliki
COAST yang sejenis dengan CERT) , seandainya saya bisa diterima di
situ, agar saya punya bukti kongkrit yaitu pengalaman pribadi , agar
bisa menunjukkannya ke anda ? 
Atau mungkin lebih baik anda saja sendiri, daripada saya yang harus
cape cape belajar lagi, yang mencicipi bagaimana sih perkuliahan di
USA itu ?,biar anda lebih jelas.Yah, anda kan dari Departemen
Industri, departemen yang harusnya makmur, tidak masalah lah keluar
$100,000 untuk pendidikan, itung itung investasi jangka panjang,
daripada jadi KKN ?! Ingat ilmu adalah tetap, tidak bisa dicuri dari
otak.

>
>Maaf saja karena saya telah gunakan pendekatan sarkastis.
>Tetapi karena sudah "bersinggungan" dengan integritas pribadi saya,
>maka wajarlah bila mekanisme defensif terakomodasi secara
substansial.
>
>Sebaiknya anda juga baca e-mail saya seutuhnya. Tidak hanya sebagian.
>Saya juga sudah cantumkan "disclosure" sekedar untuk pemberitahuan.
Bisa ditunjukkan ?,

>
>Serta sekali lagi mohon diperhatikan, bahwa esensi e-mail tsb
>tidak/bukan ditujukan untuk "seluruh" khalayak milis ini.

Jika memang demikian, mengapa tidak melalui JAPRI ? (jalur pribadi
jika anda belum mengetahuinya), ke orang yang bersangkutan ?
Sudah jelas jelas Mailling List adalah JALUR UMUM, yang berarti JIKA
anda mengirimkan surat ke mailling list, setiap orang di mailling list
tersebut B.E.R.H.A.K untuk mereply surat tersebut.
Tidakkah masalah essential yang kecil ini anda sadari sewaktu menulis
?
Atau anda merasa, ah saya kirim surat komplain YOU JANGAN MIMPI lewat
JARUM ach, biar orang yang saya komplain, jadi lebih berasa dikomplain
gitu ? Wah kalau begitu lucu sekali.......

>
>
>|*SIGH* this is one of our bad cultures we must eliminate in facing
year 2000.
>
>Interference with someone domestic business is also worst thing ever.
>For instance, once we were also disagree of foreign troops
interference
>on E. Timor domestic matters. Sure thats also their bad culture as
well.
>
>So, please kindly bug off and please mind your own business.
>No hard feeling. OK?.

Okay, okay, I know that, but since you sent your letter to this
mailling list as it has written above, I think that EVERYONE in this
mailling list, can and has the right to reply to your message.

I just want to ask you something, say that you want to make a business
contract cost 1 million dollar with your business partner, and this
contract is so important for you that you don't want anyone knows
about it.
DO YOU make it in a crowd place, where many people can listen and see
to what you are doing ?, or DO YOU make it in a private place ?

In this situation, I swear that I don't want to make any interference
with your business, but since you SENT your letter to this mailling
list, than it meant that everyone in this mailling list COULD give
their comments to your letter, including me. Weren't I wrong with this
perception, or just you didn't understand the nettiquete.
 
BTW tulisan anda, dengan menggunakan bahasa inggris, ada yang ingin
saya koreksi, karena rasa rasanya cukup mengganjal hati saya, kok bisa
katanya orang yang kompeten, pakar, ahli, dalam bidang komputer yang
umumnya pakai bahasa inggris, bisa salah structure seperti ini. 

>Interference with someone domestic business is also worst thing ever.
>For instance, once we were also disagree of foreign troops
interference
>on E. Timor domestic matters. Sure thats also their bad culture as
well.

Harusnya:
INTERFERE someone'S domestic business is also one worst thing.
For EXAMPLE, we were disagree WITH foreign troops interference IN E.
Timor domestic matters. I'm sure that, that is also OUR bad culture as
well.

Kok bisa salah sepele seperti itu, makanya Kang, kalau mau reply
dengan English, jangan salah salah, malu maluin tuh.

Untuk debat selanjutnya, jika anda masih ingin meneruskan, saya
sarankan melalui JAPRI. Jika anda tetap mengirimkannya lewat JARUM,
untuk mencegah milis ini menjadi debat kusir belaka, yang seperti anda
tulis di surat anda, "hal hal yang tidak ada hubungannya dengan IDNIC
jangan lewat JARUM dong", maka saya akan mereplynya tetap lewat JAPRI.

>/* NRR (No Reply Require) is much better, coz i'm not in favor
>to comment on this "off-subject" related issues anymore. */

If so, why didn't you send your letter to /dev/null instead ? , so I
needn't write this email ?
Can't you accept the fact ? I will try to persuade you to accept the
fact then if you can't.

-----BEGIN PGP SIGNATURE-----
Version: PGP for Business Security 5.5.2

iQA/AwUBOCWSSiIVM+bNd6T7EQLDggCdHsRzYMTnmAqtSBtsIBH8HliCEJ0AoNVz
QyibhLmmFyFdW7Zz+w5Xt6eK
=pwKp
-----END PGP SIGNATURE-----

-------
AFLHI 058009990407128029/089802---(102598//991024)
--
STOP-LANGGANAN: 'unsubscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]
START-LANGGANAN:  'subscribe' ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke